Friend's Link

Anda bisa berlangganan FEED via email
ads

Monday, February 13, 2012

Hanya 38 Persen Rakyat Saudi Miliki Rumah

mediaumat.com- Tahun ini sejumlah bank komersial di Arab Saudi akan meningkatkan pembiayaan perumahan mereka tahun ini. Tahun lalu, bank menawarkan kredit perumahan bagi warga Saudi sebesar lebih dari enam miliar riyal. Demikian seperti dikutip dari harian bisnis Al-Eqtisadiah.

Statistik resmi menunjukkan hanya sekitar 38 persen rakyat Saudi yang memiliki rumah. Sumber perbankan menjelaskan jumlah tersebut merupakan yang terendah dibandingkan dengan negara maju lainnya dimana terdapat 65 hingga 75 persen warganya memiliki rumah.

"Kebanyakan bank cenderung memperluas pembiayaan perumahan untuk unit perumahan di Kerajaan," kata Wakil Presiden Pertama dan Ekonom Senior Bank Komersial Nasional Saad Al-Sheikh, seperti dikutip dari laman arabnews, Jumat (10/2).

Dia mengatakan bank di Saudi memiliki likuiditas yang cukup untuk memberikan pinjaman perumahan lebih.

"Membangun rumah pribadi tidak akan menyebabkan penurunan harga sewa," kata Al-Sheikh.

Penurunan harga sewa rumah terjadi ketika proyek pembangunan perumahan negara selesai.

Dia meyakini proyek Kementerian Perumahan yang membangun 500 ribu unit rumah dengan biaya 250 miliar riyal akan meningkatkan permintaan dan secara otomatis menurunkan harga sewa. Menurutnya, hasilnya akan terlihat setelah 2014.

Ketua Layanan Perbankan Korporasi Bank Al Jazira Khaled Al-Othman mengatakan permintaan rumah meningkat setiap tahun. Ia mengatakan, biasanya permintaan akan rumah dilakukan oleh pasangan muda yang baru menikah.

"Wajar bagi bank untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan pembiayaan real estate," katanya.

Al-Othman mengatakan, dinilai dari angka pada tahun sebelumnya, permintaan untuk unit perumahan sangat menjanjikan. Dia mengatakan saham banknya dalam pembiayaan perumahan tahun lalu sekitar 25 persen.[]arabnews

Tuesday, January 31, 2012

Asal Mula Sekulerisme Menurut Dukun (Jawa Version)

Alkisah. Suatu masa kira-kira di tahun 1945, di sebuah daerah di Indonesia, perjuangan menuju kemerdekaan telah mencapai puncaknya dan demo besar-besaran dilakukan untuk menentang pendudukan penjajah di Indonesia. Pasca teriakan-teriakan dapat diredakan oleh senapan Belanda, ada satu orang yang tetap berteriak, walaupun diberondong dengan peluru timah dari penjajah, ia tetap tidak tumbang. Bahkan saran menggunakan peluru emas yang sudah dijampi-jampi pun tidak mempan menembus kulit demnstran satu ini, jangankan terluka, tergores pun tidak. Habis akal, Meneer Londo akhirnya memanggil Mbah Dodol untuk menganalisis kesaktian demonstran satu ini (yang selanjutnya akan disebut INA, karena nama aslinya Iki Namaku Amirrika)

INA: “WOIII.. TEGAKKAN DEMOKRASI!, TIDAK AKAN SEJAHTERA TANPA DEMOKRASI, EKONOMI LIBERAL ADALAH SOLUSI KITAAA!, HIDUP DEMOKRASI!, HIDUP!!!” “HAHAHAHAHAHA.. HAHAHAHAAHAHA..”

Mbah: “Wah.. wah.. Meneer, menurut penerawangan saya, ini kayaknya kesurupan jin, makanya peluru jampi-jampi saya nggak bisa nembus, berarti jin saya kalah dibanding jin yang satu ini.. ck.. ck.. ck..”

Meneer: “Lha terus gimana mbah?”

Mbah: “Jangan kuatirr, kita usir aja jinnya, akan saya ajak ngobrol dulu”

Maka Mbah pun mendatangi INA yang masih teriak-teriak dengan mata membelalak dan wajah galak

Mbah: “Whe ladalah jin…jin…kowe iki soko ngendi tho Jin?”

INA: “Opo kowe su.., aku ini jin internasional, kamu maennya jin lokal mau nandingin aku eh?!” “HAHAHAHAHA…”

Mbah: “yo ojo trus nesu….Mbah mung takok iki..”

INA: “HAHAHAHAHAHA..” “Bapakku dari Amerika, Ibuku asli Yahudi”

Mbah: “Ooo.. jebul ngono tho… lha terus gegayuhanmu neng kene meh ngopo Jin?”

INA: “Aku ditugaskann bapakku menyebarkan DEMOKRASIIIII!, biar kalian-kalian nggak pada terbutakan oleh AGAMA, apalagi ISLAM itu, benciiiiii akyu~” (gaya banci alay), “MODERN DONG! pake DEMOKRASI, liat penguasa-penguasa di negeri lain yang pake DEMOKRASI, mereka jadi KAYA!!!! (rakyatnya modar) HAHHAHAHAHA… HAHAHAHAHAH..”

Mbah: “noted Jin..wis kopi. Jenengmu sopo?”

INA: “UUDIN”

Mbah: “Weh blaiikkk… jarene kowe Jin seko londo, jenengmu mambu arab jebul kok malah iso boso Jowo?’”

INA: “Sak karep ku lah HAHAHAHAHA.. HAHAHAHAH.. HIDUP DEMOKRASIIIII!!!”

Mbah: “Swt dah!”

Mbah: “Nuwun sewu Jin…asma jangkepmu opo Jin?”

INA: “FashlUDIN Anil Hayah”

Mbah: “Walahh…jan! gendheng tenan kowe”

INA: “HAHAHAHAHAHA.. HAHAHAHAHAHA..”

Sejak saat itu dikenallah FashlUDIN Anil Hayah, jin yang mengajarkan menolak agama masuk ke dalam kehidupan sosial, dan sejak saat itu dia menyebarkan ajaran bahwa Allah hanya boleh berkuasa dan mengatur di masjid, sedangkan wilayah selain itu dikuasai oleh bapak dan ibunya, Amerika dan Yahudi. Dan namanya diabadikan sebagai pemikiran yang memisahkan antara agama dan kehidupan atau: SEKULARISME

Sehingga benarlah kata penyanyi stres, pelantun lagu kisah si UDIN, saya kasi cuplikannya ya:

UDIN yang anti Islam, namanya Fashl-UDIN

UDIN yang kebarat-baratan namanya Fashl-UDIN

UDIIIIN, UDIIIN, kamunya jelek, tapi terkenal

UDIIIN, UDIIIN, kamunya sesat, banyak yang melu..

Felix Siauw – Korban Fashl-UDIN

NB: nuwun kepada penerjemah Syamsul HSD – Bos PriyoAtmodjo

NB2: notes ini cerita imajiner tentang UDIN – Sekulerisme, semua penyebutan UDIN di notes ini merujuk pada UDIN – Fashl-UDIN anil hayah, dan nggak ada hubungannya dengan UDIN yang lain, jika ada kesamaan nama dan peristiwa, penulis nggak bertanggung jawab

Islam: Dari Magis Jadi Sains, Dari Fakir jadi Mikir

Masih ingat sama The Philosopher’s Stone yang bisa mengubah batu menjadi emas murni atau ramuanElixir yang bisa menghidupkan orang mati? Tentu, siapapun yang menyukai Novel, pembahasan yang paling eksis semenjak Harry Potter dirilis adalah pembahasan tentang sihir atau Alchemist. Lebih dari puluhan novel fiksi-ditulis tentang proses transmutasi batu menjadi emas yang dikatalisasi Philosopher’s Stone, dan terkenallah tokoh-tokohnya mulai dari Merlin the Magician, Albertus Magnus, Thomas Aquinas, Nicholas Flamel yang katanya sampai hari ini masih hidup (?), sampai Edward dan Alphonse Elric dalam Manga Fullmetal Alchemist.
Padahal, jauh sebelum itu semua, ilmuwan Islam Jabir Ibnu Hayyan (721 – 815) yang lebih dikenal sebagai Geberdalam tradisi Barat telah memulai penelitiannya tentang kimia – الكيميائ (bahasa Inggris Alchemist berasal dari sini). Beliau memberikan sumbangan besar bagi kimia, yang akan diteruskan oleh Ar-Razi (Rhazes), Al-Kindi (Alkindus) dan Ibnu Sina (Avicenna), yang kesemuanya dianggap pionir kimia, tentu saja Jabir sebagai Bapak Kimia.


Jauh pula sebelum gonjang-ganjing Alchemist, Jabir juga telah meneliti kemungkinan batu menjadi emas. Dia mengelompokkan benda menjadi 4 elemen, panas, dingin, kering dan basah. Emas misalnya dikelompokkan panas dan basah, sedangkan batu karbon dikelompokkan dingin dan kering, dan meyakini bahwa dengan mengubah elemen, maka benda bisa diubah dari satu bentuk menjadi lainnya (transmutasi). Dan dia pun meyakini bahwa transmutasi ini akan bisa terjadi apabila ada ramuan katalis yang disebut الإكسير (Elixir bahasa Inggris juga berasal dari sini)

Terlepas berhasil atau tidaknya Jabir, “beberapa abad kemudian setelah kematiannya, dalam pembangunan jalan besar di Kufah, laboratoriumnya ditemukan kembali, dan di dalamnya ditemukan sebuah mangkuk dah sebongkah emas (History of The Arabs h, 476)”. Jangan kaget, ini bukan berarti Jabir telah menemukan Philosopher’s Stone dan Elixir, tapi lebih mungkin karena beliau telah menemukan aqua regia (cairan yang dapat melarutkan logam, termasuk emas) dari asam sulfur dan asam nitrat yang dicampur dengan garam, yang masih digunakan dalam ekstraksi emas pada masa kita.

Yang perlu saya tekankan disini, bahwa di masa Islam, pembahasan tentang sains jauh dari hal bersifat magis ataupun takhayul. Ibnu Sina yang hidup abad berikutnya mengkritik para Alchemist yang percaya dengan takhayul semacam mengubah batu menjadi emas, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh Jabir Ibnu Hayyan abad sebelumnya.

Dan bisa pula kita lihat bahwa Jabir Ibnu Hayyan dengan daya kreativitas yang luar biasa menjadikan pembahasan transmutasi dari magis menjadi sains. Dia memberikan pada kita sumbangsih besar dalam ilmu kimia, yang beliau ubah jadi magis menjadi sains pula. Beliau menyempurnakan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumennya. Beliau juga telah merintis Hukum Perbandingan Tetap yang menjadi inspirasi bagi Proust.

Tidak kurang dari 3.000 risalah ditulis beliau dalam berbagai aspek ilmu pengetahuan, dan buku-buku yang juga mempengaruhi semua ilmuwan kimia barat, diantaranya Kitab Al-Kimya, Kitab As-Sab’een (Kitab 70), Kitab Al-Tajmi’ (Kitab Konsetntrasi), sampai Kitab Ar-Rahmah (Kitab Cinta).

Lambang Apple adalah Kritikan Steve Jobs atas Kelucuan Alkitab

Jutaan orang rame banget pas 1 orang lewat, tapi kadang-kadang jutaan lewat malah 1 orangpun nggak ada yang rame. Yah begitulah dunia pasca ditinggal Steve Jobs, bosnya Apple. Saya gak ikut-ikutan ngeramein, cuma tertarik bahas logo apple pas kemarin ditanyain temen “kenapa ya logonya apel digigit?”

Begini ceritanya, (kismis mode ON)

Dari dalam Alkitab, orang-orang kristen meyakini bahwa tuhan menciptakan nenek moyang adam-hawa mereka di taman eden. Dan ketika tuhan selesai menciptakan manusia, maka tuhan pesen supaya boleh makan apa aja, tapi nggak boleh memakan buah dari 2 pohon spesifik yaitu pohon kehidupan (tree of life) dan pohon pengetahuan (tree of knowledge).

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.“ (Genesis 2: 16-17)

Walhasil, setan dalam bentuk ular menggoda manusia agar makan buah pohon pengetahuan (tree of knowledge) itu melalui hawa. Tentu saja hawa takut nanti kalo makan bisa KO, maka dia nggak mau. Tapi setan segera mengeluarkan rayuan pulau kelapa mautnya:

Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.“ (Genesis 3: 4-5)

Nah, singkat cerita, hawa pun makan buah itu, kemudian menyuruh suaminya pun makan pula. Dan apa yang terjadi?

Eng.. Ing.. Eng…

Ternyata mereka nggak mati! Sebaliknya, adam dan hawa jadi punya pengetahuan setelah makan buah itu, mereka tau yang baik dan buruk, yang bener dan yang salah, termasuk tau bahwa mereka nggak berpakaian dan langsung mencari pakaian.

Disingkat lagi, setelah tuhannya tau, diceritakan dalam alkitab tuhannya marah besar. Dan menjadikan itu sebagai alasan untuk mengusir adam-hawa dari taman eden ke dunia, dan karena dosanya nggak dimaafkan maka manusia jadi punya dosa asal. Begitu versi orang kristen.

Begitulah awalnya manusia memiliki pengetahuan dalam pandangan kristen, karena melanggar perintah tuhan memakan buah dari pohon pengetahuan (tree of knowledge), dan buah ini dalam mitologi kristen adalah buah APEL!

Begitu pula filosofi makna logo apple, apel yang digigit hawa-adam, apel yang menyebabkan manusia turun ke dunia, dan ironisnya, merupakan penyebab manusia memiliki pengetahuan dan teknologi..

Apa yang bisa anda tangkap untuk penguatan iman anda?
Saya serahkan kepada anda, karena anda pastilah cukup cerdas

Felix Siauw
follow me on twitter @felixsiauw

Mendapatkan Sukses Setelah Membakar Kapal

Pada 711, 12.000 pasukan Muslim berangkat dari Maghreb dengan kapal-kapal mereka menuju Semenanjung Iberia. Pada saat itu, belum sekalipun kaum Muslim pernah berpijak ke tanahnya. Walaupun begitu, ekspedisi harus dilakukan untuk membebaskan rakyat Andalusia dari kekejaman Raja Roderick.

Sesampainya di Andalusia, Panglima pimpinan ekspedisi mendengar bahwa Roderick akan datang menyambutnya dengan pasukan yang jauh lebih besar dan lebih banyak dari pasukannya. Pasukan Muslim galau, namun pimpinannya tidak. Pimpinannya malah meminta mereka melakukan hal ekstrim: Bakar seluruh kapal!

Tatkala ditanyakan kepadanya “Wahai pemimpin, sesungguhnya engkau mencelakakan kita dengan membakar kapal-kapal yang membawa kita kesini” Maka pemimpin itu menjawab:

“Sesungguhnya setiap daerah Allah dan bumi Allah adalah kampung halaman kita. Wahai manusia kemanakah kalian akan pergi. Sesungguhnya lautan ada di belakang kalian, dan musuh ada di depan kalian. Dan tidak ada yang tersisa pada kalian, Demi Allah, kecuali kebenaran dan kesabaran.”

Dengan kebenaran dan kesabarannya, panglima itu dapat memimpin pasukannya meraih kemenangan melawan musuh yang berlipat-lipat jumlah maupun persenjataannya. Dan akhirnya diingat sebagai salah satu ekspedisi yang paling sukses, yang membawa Islam ke Andalusia. Namanya adalah Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad adalah seorang entepreneur sejati. Islamnya Andalusia adalah buktinya. Apa mental-mental entepreneurship yang kita dapat pelajari dari beliau?

1. Bakar Kapal Anda

Seringkali kita temukan seorang entepreneur yang tidak berani fokus pada apa yang ia usahakan. Safe player bahasa kerennya, tidak mau mengambil risiko pada satu usaha. Padahal risiko sebanding dengan nilai yang kita dapatkan.

Ada yang mau berbisnis, tapi masih takut untuk meninggalkan pekerjaan. Sehingga hasil bisnis dan pekerjaannya setengah-setengah dan tidak maksimal, karena usaha dan waktu yang dicurahkan pun terbagi.

Thariq membakar kapal bukan tanpa sebab. Tetapi agar seluruh kaum Muslim sadar bahwa pilihannya hanya ada satu; maju, tidak ada pilihan mundur. There’s no plan B. Akhirnya seluruh daya upaya, baik pikiran maupun fisik dikerahkan secara maksimal untuk maju dan menang. Dan itu yang Thariq dapatkan.

Sama seperti kita, mungkin selama ini kegagalan kita diakibatkan oleh tidak seriusnya kita dalam satu hal. Tidak benar-benar mencurahkan perhatian kita, karena kita merasa masih memiliki rencana yang lain. Bila usaha kita belum menampakkan hasil yang maksimal. Saatnya kita mencoba untuk “membakar kapal”

2. Berjalan dalam kebenaran

Seseorang yang berjalan dalam kebenaran Islam tidak akan pernah rugi. Thariq sangat memahami hal itu. Ekspedisi ke Andalusia bukanlah ekspedisi sembarangan. Ia adalah ekspedisi yang dilakukan untuk meninggikan kalimat Allah. Sehingga Thariq berani meminta mereka membakar kapal. Karena Thariq memahami bahwa kehidupan ataupun kematian fii sabilillah adalah dua hal yang sama baiknya.

Dalam bisnis hal yang sama akan kita temukan. Mulai dari niat membuat suatu bisnis, apakah hanya demi materi semata atau betul-betul diniatkan ghayatul-ghayah (tujuan dari segala tujuan) adalah sebagai ibadah. Juga ketika berbisnis, kita dihadapkan pada transaksi yang haram, riba, pinjaman-pinjaman haram dan segala macam hal yang membuat kita berpaling dari jalan kebenaran.

Ketika Thariq membakar kapalnya, ini adalah penegasan bahwa mereka berjalan dalam kebenaran. Dan bisnis pun harus begitu. Bila kita sudah meyakini bahwa kita “berjalan di jalan kebenaran”, maka ucapkan basmalah dan “bakarlah kapal”

3. Berjalan dalam kesabaran

Banyak pula pebisnis yang tidak sabar dalam usahanya. Menginginkan hasilnya segera tampak. Padahal yang terjadi di dunia nyata tidaklah semacam itu. Bisnis memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Karena bisnis seperti bayi yang kita asuh hingga dewasa, mampu berdiri sendiri tanpa kita. Tapi harus diingat, agar itu terjadi, maka bayi harus disusui, diganti popoknya, dikelonin, diobati bila sakit, dan semua bentuk pengurusan yang lain.

Tidak ada bisnis sim salabim abra kadabra, semua bisnis memerlukan kesabaran. Karena itulah Thariq juga mengucapkan kalimat “Seandainya kalian mau bersabar dalam kesusahan yang sebentar saja, maka kalian akan menjalani kenikmatan dalam waktu yang panjang”

Kesimpulannya sudah jelas. Bakalralah kapal, sehingga kita dapat fokus menjalankan satu bisnis. Dan berjalanlah dalam kebenaran dan kesabaran. Memang sulit melakukan itu dalam bisnis. Tapi insya Allah semuanya terbayar ketika bisnis kita tumbuh dan berkah. Saat itu harta kita bukan hanya sebagai pembela kita di dunia, namun juga sebagai pembela kita di akhirat.

Ditulis oleh @felixsiauw

Dewa Matahari di Perayaan Tahun Baru & Pandangan Islam


Setiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura, euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah, minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der Dor!).

Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)

Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.

Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”

Bahkan di kota-kota besar, tak jarang setelah menunggu semalaman pergantian tahun itu mereka mengakhirinya dengan perbuatan-perbuatan terlarang di hotel atau motel terdekat.

Yah itulah sedikit cuplikan fakta yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan menjelang malam-malam pergantian tahun. Ini dialami oleh kaum muslimin, khususnya para anak muda yang memang banyak sekali warna dan gejolaknya. Nah, sebagai pemuda-pemudi muslim yang cerdas, agar kita nggak salah langkah di tahun baruan ini, maka kita harus menyimak gimana seharusnya kita menyikapi momen yang satu ini.

Asal muasal tahun baruan

Awal muasal tahun baru 1 Januari jelas dari praktik penyembahan kepada dewa matahari kaum Romawi. Kita ketahui semua perayaan Romawi pada dasarnya adalah penyembahan kepada dewa matahari yang disesuaikan dengan gerakan matahari.

Sebagaimana yang kita ketahui, Romawi yang terletak di bagian bumi sebelah utara mengalami 4 musim dikarenakan pergerakan matahari. Dalam perhitungan sains masa kini yang juga dipahami Romawi kuno, musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa.

Sepanjang bulan Desember, matahari terus turun ke wilayah bahagian selatan khatulistiwa sehingga memberikan musim dingin pada wilayah Romawi, dan titik tterjauh matahari adalah pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Lalu mulai naik kembali ketika tanggal 25 Desember. Matahari terus naik sampai benar-benar terasa sekitar 6 hari kemudian.

Karena itulah Romawi merayakan rangkaian acara ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi sebagai perayaan terbesar. Dimulai dari perayaan Saturnalia (menyambut kembali dewa panen) pada tanggal 23 Desember. Lalu perayaan kembalinya Dewa Matahari (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember. Sampai tanggal 1-5 Januari yaitu Perayaan Tahun Baru (Matahari Baru)

Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru ini biasa dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan diumbar disana. Persis seperti yang terjadi pada saat ini.

Ketika Romawi menggunakan Kristen sebagai agama negara, maka terjadi akulturasi agama Kristen dengan agama pagan Romawi. Maka diadopsilah tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, 1 Januari sebagai Tahun Baru dan Bahkan perayaan Paskah (Easter Day), dan banyak perayaan dan simbol serta ritual lain yang diadopsi.

Bahkan untuk membenarkan 1 Januari sebagai perayaan besar, Romawi menyatakan bahwa Yesus yang lahir pada tanggal 25 Desember menurut mereka disunat 6 hari setelahnya yaitu pada tanggal 1 Januari, maka perayaannya dikenal dengan nama ’Hari Raya Penyunatan Yesus’ (The Circumcision Feast of Jesus)

Pandangan Islam terhadap Perayaan Tahun Baru’Ala kulli hal, yang ingin kita sampaikan disini adalah bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam. Bahkan berasal dari praktek pagan Romawi yang dilanjutkan menjadi perayaan dalam Kristen. Dan mengikuti serta merayakan Tahun baru adalah suatu keharaman di dalam Islam.

Dari segi budaya dan gaya hidup, perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum muslim untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekularisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme dan konsumerisme untuk merusak kaum muslim, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis.

Serangan-serangan pemikiran yang dilakukan barat ini dimaksudkan sedikitnya pada 3 hal yaitu (1) menjauhkan kaum muslim dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, (2) mengalihkan perhatian kaum muslim atas penderitaan dan kedzaliman yang terjadi pada diri mereka, dan (3) menjadikan barat sebagai kiblat budaya kaum muslimin khususnya para pemuda.

Ketiga hal tersebut jelas terlihat pada perayaan tahun baru yang dirayakan dan dibuat lebih megah dan lebih besar daripada hari raya kaum muslimin sendiri. Tradisi barat merayakan tahun baru dengan berpesta pora, berhura-hura diimpor dan diikuti oleh restoran, kafe, stasiun televisi dan pemerintah untuk mangajarkan kaum muslimin perilaku hedonisme-permisivisme dan konsumerisme.

Kaum muslim dibuat bersenang-senang agar mereka lupa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang terjadi atas saudara-saudara mereka sesama muslim. Dan lewat tahun baruan ini pula disiarkan dan dipropagandakan secara intensif budaya barat yang harus diikuti seperti pesta kembang api, pesta minum minuman keras serta film-film barat bernuansa persuasif di televisi.

Semua hal tersebut dilakukan dengan bungkus yang cantik sehingga kaum muslimin kebanyakan pun tertipu dan tanpa sadar mengikuti budaya barat yang jauh dari ajaran Islam. Anggapan bahwa tahun baru adalah “hari raya baru” milik kaum muslim pun telah wajar dan membebek budaya barat pun dianggap lumrah.

Walhasil, kaum secara i’tiqadi dan secara logika seorang muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan yang menjadi sarana mengarahkan budaya kaum muslim untuk mengekor kepada barat dan juga membuat kaum muslimin melupakan masalah-masalah yang terjadi pada mereka.

Dan hal ini juga termasuk mengucapkan selamat Tahun Baru, menyibukkan diri dalam perayaan tahun baru, meniup terompet, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan orang-orang kafir. Wallahua’lam


Felix Siauw
follow me on twitter @felixsiauw

hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah)


Beberapa waktu ini saya diberi pertanyaan, bagaimana pandangan Islam terhadap hak cipta atau hak kekayaan inteletktual (copyrights dan intellectual property). Karena berkaitan dengan dunia ilmu,banyak akhirnya yang harus memanfaatkan barang-barang bajakan (piracy) seperti CD, DVD, buku dan media lainnya. Nah, saya dengan ilmu saya yang sedikit, kita akan coba bedah.

Sebagai dasar, kita harus mengetahui bahwa segala ilmu di dunia ini adalah milik Allah, karena dari Allah-lah segala ilmu dan Allah pula yang mengajari manusia segala bentuk ilmu. Sedangkan manusia hanya menguak (discovering) saja, bukan menciptakannya (creating). Allah menegaskan dalam kitab-Nya.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (TQS Al-Alaq [96]: 3-5)

Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya… (TQS Al-Baqarah [2]: 31)

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. (TQS Az-Zumar [39]: 62)

Jadi, tidak haq dalam Islam, seseorang yang menganggap suatu ide, pengetahuan atau ilmu adalah miliknya sehingga setiap orang harus meminta izin atau memberikan kompensasi atas hal itu. Karena hakikatnya ilmu itu telah ada sebelumnya, dan dia hanya menguaknya (discovering) saja.

Jadi, sebuah ilmu tidak bisa digolongkan sebagai hak milik atau harta pribadi, sehingga boleh diperjualbelikan dan dijadikan sebagai alat untuk mengambil kompensasi. Karena ia adalah milik semua kaum Mukmin.

Hikmah laksana hak milik seorang mukmin yang hilang. Di manapun ia menjumpainya, di sana ia mengambilnya (HR. Al-Askari dari Anas ra)

Lagipula, tanpa kita sadari, hak kekayaan intelektual sesungguhnya adalah alat penjajah untuk mencegah ummat Islam lebih maju darinya. Bayangkan, bagaimana mungkin kita bisa berada di depan bila kita ditahan untuk maju kedepan?

Berbeda hukumnya dengan mengklaim karya orang lain sebagai miliknya, atau merubah karya orang lain tetapi tetap dinisbatkan pada pemilik karya. Maka ini adalah haram, karena termasuk penipuan.

Misal, menjiplak buku karya orang lain dan menisbatkan pada namanya, atau mengubah isi buku orang lain tetapi tetap dinisbatkan pada nama orang itu. Ini berarti penipuan dan fitnah, dan tentu saja hal semacam ini tidak diperkenankan dalam Islam berdasar dalil-dalil umum tentang haramnya penipuan.

Maka di dalam Islam, merk (brand) dagang diperbolehkan, dan akan diatur supaya satu merk hanya diberikan pada satu penanggung jawab, untuk memudahkan bila ada yang ingin meminta pertanggungjawaban terhadap produk atau karya tersebut.

Barang siapa telah lebih dahulu mendapatkan sesuatu yang mubah (halal) maka dialah yang lebih berhak atasnya (HR Baihaqi dan Daruquthni)

Jadi, Islam sangatlah menghormati intelektualitas, bahkan menyuruh agar kaum Muslim berlomba-lomba untuk melakukan intellectual discovery via pendidikan, pembelajaran dan penelitian. Dan kejayaan Islam dari abad 8 – 15 sudah menunjukkan hal itu. Dan penghargaan terhadap ilmuwan dan cendekiawan pun sangat istimewa dibandingkan peradaban lain pada zamannya, belum lagi penghargaan dari Allah.

niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (TQS Al-Mujaadilah [58]: 11)

Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga (HR. Muslim)

Kesimpulannya

Halal hukumnya memanfaatkan barang-barang bajakan seperti CD, DVD, buku ataupun media lainnya, karena hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah), dan semua ilmu berasal dari-Nya dan Allah telah mewajibkan kita mencari dan menuntut ilmu.
Haram hukumnya menjiplak (copycat) dengan merubah isi atau mengklaim karya itu miliknya sendiri atau milik selain yang berkarya. Tidak diperkenankan pula memakai merk (brand) yang sama yang telah digunakan oleh saudara kita yang lain.
Haram menganggap ilmu sebagai milik pribadi dan meminta kompensasi darinya. Tapi halal menjual atau meminta kompensasi atas produk hasil intelektual (buku dan CD misalnya). Artinya yang dijual bukan ilmu, tapi produknya.
Sebagai pertimbangan terakhir, bila karya itu adalah karya seorang Muslim yang telah mencurahkan usaha yang tidak sedikit, tentu secara etika tidak pantas kita membajaknya. Dan selagi kita masih memiliki kemampuan, maka belilah produk-produk asli, bukan yang bajakan. Karena tentunya ia akan membantu orang yang berkarya. Juga membantu agar dia bisa terus berkarya untuk ummat.

follow me @felixsiauw