Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA


Hati2 dengan ucapan, tulisan, dan pemikiran orang2 di bawah ini agar tidak tersesat dunia dan akhirat:


Daftar 50 TOKOH JIL INDONESIA

A. Para Pelopor
1. Abdul Mukti Ali
2. Abdurrahman Wahid
3. Ahmad Wahib
4. Djohan Effendi
5. Harun Nasution
6. M. Dawam Raharjo
7. Munawir Sjadzali
8. Nurcholish Madjid

B. Para Senior
9. Abdul Munir Mulkhan [1]
10. Ahmad Syafi’i Ma’arif [1]
11. Alwi Abdurrahman Shihab
12. Azyumardi Azra [1]
13. Goenawan Mohammad
14. Jalaluddin Rahmat
15. Kautsar Azhari Noer
16. Komaruddin Hidayat
17. M. Amin Abdullah
18. M. Syafi’i Anwar
19. Masdar F. Mas’udi [1]
20. Moeslim Abdurrahman
21. Nasaruddin Umar
22. Said Aqiel Siradj [1]
23. Zainun Kamal

C. Para Penerus “Perjuangan”
24. Abd A’la
25. Abdul Moqsith Ghazali [1]
26. Ahmad Fuad Fanani
27. Ahmad Gaus AF
28. Ahmad Sahal
29. Bahtiar Effendy
30. Budhy Munawar-Rahman
31. Denny JA [1]
32. Fathimah Usman
33. Hamid Basyaib
34. Husein Muhammad
35. Ihsan Ali Fauzi
36. M. Jadul Maula
37. M. Luthfie Assyaukanie
38. Muhammad Ali
39. Mun’im A. Sirry
40. Nong Darol Mahmada
41. Rizal Malarangeng
42. Saiful Mujani
43. Siti Musdah Mulia
44. Sukidi
45. Sumanto al-Qurthuby
46. Syamsu Rizal Panggabean
47. Taufik Adnan Amal
48. Ulil Abshar-Abdalla
49. Zuhairi Misrawi
50. Zuly Qodir

Tambahan:

Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

Penulis : Budi Handrianto
Halaman : 295 + xxvi paperback (softcover)
Cetakan 1 : Juni 2007
Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar)

---- Link dan buku ---
1. Ada Pemurtadan di IAIN (acara bedah buku)
2. Kontroversi Revisi Kompilasi Hukum Islam
3. Proyek Liberalisasi Islam di Indonesia
4. JIL: 6 tahun menebar sesat (1)(2)
5. Menangkal Bahaya JIL dan FLA dan (soft copy)
6. Politik pecah belah ala RAND Corporation
7. Nasib Tragis Lokomotif Penyesat Umat
8. Kritik Reinterpretasi dan Liberalisasi Penafsiran
9. Membongkar Kedok JIL
__________________

0 comments:

Spanyol Perkeruh Konflik Minyak Kepulauan Falkland



MADRID (SuaraMediaNews) - Repsol, perusahaan minyak Spanyol berencana untuk melakukan pengeboran minyak di dekat Pulau Falkland, menambah runyam konflik yang tengah terjadi. Pengeboran tersebut akan dilakukan sekitar 200 mil dari pesisir pantai Argentina pada bulan Desember mendatang. “Tepat di dalam perairan Argentina,” kata seorang juru bicara kepada BBC.

Repsol bukan satu-satunya perusahaan yang mengincar minyak di wilayah tersebut. Sejumlah perusahaan Inggris telah memulai penelitian guna memeprioleh minyak di Falkland. Padahal, Argentina tegas menolak kehadiran mereka.

Repsol telah membangun sebuah platform minyak yang mulai melakukan pengeboran di wilayah Falkland pada minggu ini. Platfoerm tersebut, Ocean Guardian, berdiri 8000 mil dari Cromarty Firth di Skotlandia. Menurut Repsol, perusahaan tersebut akan mengeksplorasi minyak di “beberapa” sumur di daerah tersebut.

Menurut juru bicara Repsol, lapangan minyak yang dieksplorasi Repsol berada di sebelah barat, sekitar 150 sampai 200 mil dari Ocean Guardian. Eksplorasi tersebut berada di bawah lisensi sebuah perusahaan Inggris, Desire Petroleum.

Tahun lalu, Repsol membeli perusahaan YPF, perusahaan Argentina yang juga merupakan perusahaan minyak dan swasta terbesar di Amerika Latin.

Argentina dan Inggris telah lama memperebutkan Pulau Falkland. Pada 1982, Argentina dan Inggris terlibat dalam perang setelah Argentina menginvasi Falkland.

Perang itu telah lama berakhir. Namun, ketegangan antara kedua negara kembali mencuat setelah Inggris melakukan pengeboran minyak di dasar laut di wilayah Falkland. Menurut Argentina, Inggris telah melanggar resolusi PBB yang melarang pembangunan unilateral di perairan yang dipersengketakan.

Argentina lantas menempuh sejumlah langkah diplomatik untuk mempertahankan kepentingannya atas Falkland.

Argentina meminta dukungan dari negara-negara Amerika Latin. Negara-negara Amerika Latin dan Karibia yang mengadakan konferensi tingkat tinggi di Meksiko menyatakan dukungan mereka bagi Argentina pada hari jum'at (26/02).

Argentina juga secara resmi meminta Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, untuk membawa masalah kedaulatan atas Pulau Falkland ke forum PBB.

Menteri Luar Negeri Argentina, Jorge Taiana, mengatakan bahwa ia telah meminta Ban untuk membantu menghentikan “tindak unilateral lebih lanjut” yang dilakukan Inggris.

Dan nampaknya Argentina mendapat dukungan penuh ari Venezuela yang juga dikenal kritis terhadap negara-negara blok barat.

Dalam program mingguan Alo Presidente yang ditayangkan televisi dan radio, Presiden Venezuela Hugo Chavez meminta segenap negara Amerika Latin untuk menggalang dukungan terhadap Cristina Kirchner, presiden Argentina, dengan menyampaikan permintaan langsung kepada Istana Buckingham.

“Dengar ini, Inggris. Berapa lama kalian tetap menduduki Las Malvinas? Hai Ratu Inggris, saya berbicara kepada Anda,” kata Chavez.

“Tidakkah kalian sadari bahwa waktu untuk kekaisaran telah usai? Kembalikan Malvinas kepada rakyat Argentina,” tambahnya.

Masih kepada Ratu Inggris, Chavez melanjutkan ucapannya. “Inggris masih terus mengancam Argentina. Keadaan telah berubah, tahun 1982 sudah berlalu. Jika konflik terus berkelanjutan, maka ketahuilah bahwa Argentina tidak akan (bertempur) sendirian seperti dahulu.”

Chavez menyebut kendali Inggris atas kepulauan yang terletak di Atlantik Selatan tersebut sebagai hal yang “anti sejarah dan tidak rasional”, Chavez kemudian bertanya, “Mengapa Inggris terus mengoceh soal demokrasi, padahal Inggris sendiri masih punya ratu?”

0 comments:

Skandal Pendeta Gigolo Gemparkan Gereja Katolik Spanyol




MADRID (SuaraMedia News) – Seorang pendeta Spanyol dipecat setelah terpergok mengiklankan diri sebagai seorang gigolo di internet. Pendeta tersebut juga membelanjakan kas gereja untuk melakukan telepon seks dan mengakses pornografi di internet.

Samuel Martin Martin, 27, adalah seorang pendeta yang memimpin dua paroki di provinsi pusat Toledo. Ia memposting foto dirinya dengan hanya mengenakan celana dalam berwarga abu-abu dan mengatakan bahwa dirinya siap melakukan hubungan intim dengan wanita atau pasangan pria dan wanita.

Sang pendeta memasang tarif 50 euro untuk 15 menit, sementara untuk satu jam penuh ia meminta 200 euro.

Istri walikota Noez, Yolanda Sánchez, mengatakan bahwa para penduduk kota tersebut sudah tahu bahwa Martin kesulitan mematuhi sumpahnya sebagai pendeta.

Martin, yang menjuluki diri sebagai Hector, dalam iklan online menuliskan: “Saya seorang pria heteroseksual yang siap berhubungan dengan wanita atau pasangan. Foto asli. (Maaf) alat kelamin besar (15cm), siap memuaskan dan membahagiakan Anda.”

Skandal tersebut langsung menjadi bahasan utama kalangan Katolik Spanyol. Berbagai surat kabar mencetak foto dirinya dan ditambahi dengan tulisan yang tertera dalam iklannya.

“Saya terbuka dan siap melakukan apa saja, kecuali sadomasochisme. Hotel dan alamat pribadi. Siap 24 jam. Anda tidak akan menyesal, saya akan memberikan kepuasan yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya,” demikian bunyi iklan Martin.

Dalam sebuah misa, Martin berterus terang kepada para jemaatnya, ia mengatakan bahwa dirinya telah menyalahgunakan uang donasi mereka dan menyampaikan permohonan maaf.

Martin memimpin paroki dua desa, Totanes dan Noez, selama kurang dari satu tahun. Populasi kedua desa tersebut jika digabungkan berjumlah kurang dari 1.000 orang.

Uskup besar Toledo meluncurkan proses investigasi dan hanya mengatakan bahwa Martin diberhentikan karena ada ketidakberesan keuangan.

Martin, yang dipanggil jemaatnya dengan sebutan Bapa Samuel, diduga kuat telah menghabiskan dana 17.000 euro untuk mendanai kecanduannya akan seks dan pornografi.

Terungkapnya skandal tersebut membuat malu Gereja Spanyol yang tengah bermasalah karena jumlah jemaat gereja di Spanyol, negara yang secara tradisi merupakan negara Katolik, semakin menurun.

Dua orang perwakilan Uskup Besar Toledo, yang juga merupakan uskup tertinggi Spanyol, mengatakan kepada para jemaat Bapa Samuel bahwa mereka harus memaafkan mantan pendeta mereka. “Karena dia sedang tidak sehat.”

Para jemaat mengatakan bahwa sang pendeta, yang menghilang dan bersembunyi, pernah berjanji untuk mengembalikan uang mereka yang telah dicuri dari kas gereja. Namun sejumlah orang mengatakan bahwa perilaku Martin amat tercela.

“Menuruti nafsu setan dan mencuri adalah satu kesalahan,” kata seorang jemaat wanita kepada media setempat. “Tapi ia kemudian menghamburkan uang itu untuk main perempuan!”

Seorang penduduk desa lainnya mengatakan bahwa terungkapnya skandal tersebut amat mengejutkan. “Padahal dia terlihat begitu alim di hadapan kami semua. Saya tidak percaya bahwa seorang pelayan Tuhan bisa bertindak sedemikian rupa. Dia seharusnya malu atas perilakunya.” (dn/tg/tr) www.suaramedia.com

0 comments:

Kisah Jabir Ibnu Abdullah, Sang Pengikut Rasulullah




Inilah berbagai Rombongan kendaraan melaju mempercepat langkah dari Yatsrib ke Mekahkarena didorong oleh rasa kerinduan kepada seseorang yang dicintai. Mereka sudah berjanji kepada Rasulullah untuk bertemu. Setiap orang yang berada di rombongan itu sangat rindu dengan suatu waktu pada saat akan merasakan kebahagiaan bertemu dengan Nabi Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wasallam dan meletakkan tangan di atas tangan beliau dengan membaiatnya untuk selalu mendengarkan perintahnya dan taat, serta berjanji untuk saling menguatkan dan menolong.

Di antara rombongan itu, ada orang tua, salah seorang pemuka kaum, membonceng anak laki-laki satu-satunya yang masih kecil di belakangnya. Ia meninggalkan sembilan anak perempuan di Yatsrib karena ia tidak memiliki anak laki-laki yang kecil selainnya. Orang tua itu sangat ingin anaknya bisa menyaksikan baiat dan tidak kehilangan hari agung yang dianugerahkan itu. Orang tua itu bernama Abdullah ibnu Amr al-Khazraji al-Anshari. Anaknya bernama Jabir ibnu Abdullah al-Anshari. Keimanan bersinar di hati Jabir ibnu Abdullah, sedangkan ia masih kecil dan segar.

Keimanan pun menyinari setiap sendinya. Islam menyentuh jiwanya yang halus seperti tetesan-tetesan hujan menyentuh kelopak bunga. Tetesan-tetesan itu pun membukanya dan memenuhinya dengan semerbak wangi-wangian. Hubungan Jabir dan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam menjadi kuat sejak mudanya.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia datang berhijrah ke Madinah, anak kecil yang mukmin ini berguru kepada Nabi pembawa petunjuk dan rahmat. Ia pun menjadi sebagian orang utama yang diluluskan oleh pendidikan Muhammad menjadi penghafal Kitab Allah untuk kepentingan manusia dan menjadi periwayat hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.. Cukuplah kita mengetahui bahwa Musnad Jabir ibnu Abdullah terkumpul di antara kedua sisinya sebanyak 1.540 hadits. Dihafallah semua hadits itu oleh seorang murid yang pandai dan meriwayatkannya dari Nabi kaum muslimin yang agung. Imam Bukhari dan Imam Muslim menetapkan dalam dua kitab shahihnya lebih dari 200 hadits dari hadits-haditsnya.

Ia menjadi sumber penyiaran dan petunjuk bagi kaum muslimin sepanjang waktu. Allah pun memanjangkan kehidupannya sehingga umurnya sampai satu abad. Jabir ibnu Abdullah tidak mengikuti Perang Badar dan Perang Uhud bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam karena di satu sisi ia masih kecil dan di sisi lain ayahnya memerintahkannya untuk tinggal bersama sembilan saudara perempuannya.

Hal itu terjadi karena tidak ada seorang pun selainnya yang menjaga urusan mereka. Jabir menceritakan, "Ketika pada suatu malam menjelang Perang Uhud, ayah memanggilku dan berkata, 'Sungguh aku tidak melihat diriku, kecuali terbunuh bersama sahabat-sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan sesungguhnya, demi Allah, aku memiliki utang kepada seseorang. Kau lunasilah utangku, sayangilah saudara-saudara perempuanmu, dan berikanlah wasiat kebaikan kepada mereka." Ketika waktu sudah pagi, ayahku menjadi orang pertama yang terbunuh di Perang Uhud. Ketika ingin menguburkannya, aku mendatangi Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, "Wahai Rasulullah, ayahku telah membebankan utangnya kepadaku.

Dan aku tidak memiliki sesuatu pun untuk melunasinya, kecuali apa yang dapat dipetik dari pohon kormanya. Kalau aku mengandalkan pohon itu untuk melunasi utangnya, maka aku akan melunasinya selama beberapa tahun, sedangkan saudara-saudara perempuanku tidak memiliki harta untuk dinafkahkan kecuali dari pohon itu." Rasulullah berdiri dan pergi bersamaku ke tempat penyimpanan korma kami. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadaku, "Panggillah orang-orang yang berpiutang kepada ayahmu."

Maka aku pun memanggil mereka. Beliau masih saja menakar hingga Allah melunasi utang ayahku dengan korma. Aku melihatnya seperti sediakala, seakan-akan tidak berkurang satu biji korma pun. Sejak ayahnya meninggal, Jabir tidak pernah absen dari satu peperangan pun bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam.

Di setiap peperangan, ia mengalami sebuah peristiwa yang diriwayatkan dan dijaga. Kita tinggalkan pembicaraan tentangnya. Ia sendiri yang menceritakan salah satu peristiwa bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..

Jabir berkata, "Pada hari persiapan Perang Khandaq, kami menggali. Lalu batu besar yang keras menghalangi kami, sehingga kami pun tidak mampu untuk memecahkannya. Kami datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, 'Wahai Nabi Allah, jalan kami terhalang dengan batu besar yang keras. Cangkul-cangkul kami tidak dapat berbuat apapun terhadapnya.'

Maka Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata, 'Tinggalkan batu itu, aku akan turun ke batu itu.' Kemudian beliau berdiri sedangkan perutnya diganjal dengan batu karena sangat lapar. Hal itu terjadi karena kami tidak makan selama tiga hari. Maka beliau mengambil cangkul dan memukul batu itu.

Maka batu itu pun menjadi pasir secara perlahan-lahan." Ketika itu, keinginanku untuk menolong rasa lapar yang menimpa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertambah. Maka aku pun menghadapnya dan berkata, "Apakah kau izinkan aku pergi ke rumahku wahai Rasulullah?" Beliau berkata, "Pergilah." Ketika sampai di rumah, aku berkata kepada istriku, "Aku lihat baginda Rasulullah merasakan rasa lapar yang amat sangat. Tidak ada seorang pun manusia yang dapat menahannya. Apakah kau mempunyai sesuatu?"

Dia berkata, "Aku punya sedikit biji gandum dan kambing kecil." Aku berdiri menuju kambing itu lalu menyembelihnya dan memotong-motongnya. Setelah itu, aku letakkan di kuali. Aku juga mengambil biji gandum dan menggilingnya. Lalu aku serahkan kepada istriku. Ia pun memasaknya. Ketika aku tahu daging itu hampir matang, dan adonan sudah lembut dan hampir matang, aku pergi menuju Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam..

Aku katakan kepadanya, "Kami sudah membuat sedikit makanan untukmu wahai Nabi Allah. Makanlah beserta satu orang atau dua orang yang kau ajak makan bersamamu." Beliau bertanya, "Berapa banyak makannya?" Aku pun menyebutkan banyaknya. Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tahu ukuran makanan itu, beliau berkata, "Wahai para pembuat parit, Jabir telah membuat makanan untuk kalian. Kemarilah kita menuju rumahnya." Kemudian beliau menoleh kepadaku dan berkata, "Pergilah ke istrimu dan katakan kepadanya, 'Jangan kau turunkan kualimu dan jangan kau buat roti adonanmu sampai aku datang.’” Aku pun pergi ke rumah. Aku merasa gundah dan malu. Tidak ada yang tahu keadaanku ini kecuali Allah. Aku pun berkata, "Apakah penduduk Khandaq akan datang kepada kita dengan hanya disuguhi satu sha gandum dan satu kambing kecil?" Aku pun menemui istriku dan berkata, "Celakalah engkau, ketahuan keadaanku yang sebenarnya.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam akan datang bersama semua pembuat parit ke rumah kita." Ia pun berkata, "Apakah beliau berkata, 'Berapa banyak makananmu?'" Aku jawab, "Ya." Ia berkata, hilangkanlah kegundahanmu dari dirimu, Allah dan Rasul-Nyalah lebih tahu. Hilanglah kesedihanku dengan perkataannya itu. Makanan itu hanya sedikit hingga Rasulullah tiba. Bersama beliau, ada orang-orang Anshar dan Muhajirin. Beliau berkata, "Masuklah dan jangan berdesak-desakan."

Kemudian beliau berkata kepada istriku, "Datangkan seorang pembuat roti untuk membuat roti bersamamu. Duduklah menunggui kualimu dan jangan menurunkannya dari tempat apinya." Kemudian ia pun mulai memperbanyak roti, mengisinya dengan daging, dan mendekatkannya kepada para sahabat beliau, sedangkan mereka menyantap makanan hingga semuanya kenyang. Kemudian Jabir menyusul sambil berkata,

"Aku bersumpah kepada Allah, bahwa mereka ramai-ramai memakan makanan itu, sedangkan periuk kami mendidih dengan penuh seperti sediakala dan adonan kami bisa dibuat kue seperti sediakala. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada istriku, "Makanlah dan bagikanlah."

Ia pun makan dan mulai menghadiahkannya sepanjang hari itu. Karena itulah, Jabir ibnu Abdillah al-Anshari telah menjadi sumber penyiaran dan petunjuk bagi umat muslim dalam tempo yang lama. Allah telah memanjangkan umurnya hingga hampir satu abad. Di suatu tahun, ia keluar menuju Kerajaan Romawi untuk jihad fi sabilillah. Pasukan itu dipimpin oleh Malik ibnu Abdillah al-Khatsami. Malik berkeliling-keliling dengan tentaranya.

Mereka berangkat untuk mengetahui situasi mereka dan memperkuat kekuatan mereka, serta berbuat baik kepada para pembesarnya dengan kekuatan yang mereka miliki. Malik kemudian bertemu dengan Jabir ibnu Abdillah yang sedang berjalan kaki, padahal ia sedang membawa keledainya yang diikat dengan tali kekangnya dan dituntun olehnya. Maka Malik berkata, "Ada apa denganmu, wahai Abu Abdullah? Kenapa kau tidak menungganginya? Padahal Allah memberikan kemudahan kepadamu dengan punggungnya yang dapat membawamu." Maka ia pun berkata, "Aku dengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu dalam mengerjakan perintah Allah, maka Allah akan mengharamkannya masuk neraka.'"

Kemudian Malik meninggalkannya dan pergi hingga esok pagi ia muncul mendahului para tentara. Kemudian Malik menoleh kepadanya dan memanggilnya dengan suara keras, "Wahai Abu Abdullah, kenapa engkau tidak menunggangi keledaimu, padahal itu milikmu." Jabir pun mengetahui maksudnya dan menjawabnya dengan suara yang keras, "Aku mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa yang kedua kakinya berdebu dalam melaksanakan perintah Allah, maka Allah mengharamkannya masuk neraka.’”
Orang-orang pun melompat dari binatang tunggangannya.

Mereka semua mendapatkan ganjaran ini. Tidak ada pasukan yang pejalan kakinya lebih banyak dari pasukan itu. Beruntunglah Jabir ibnu Abdillah al-Anshari. Ia telah membaiat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam yang mulia, sedangkan ia masih kecil, belum balig, berguru kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wasallam sejak kuku-kukunya masih halus, meriwayatkan hadits-hadits yang dinukil oleh para perawi hadits, berjihad bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam padahal ia seorang pemuda dan menebarkan debu ke kakinya di jalan Allah padahal ia sudah tua. (ksh) www.suaramedia.com

0 comments:

Siapa sebenarnya Wahabi?

Siapa sebenarnya Wahabi?

Jawab:

Wahabi adalah gerakan Islam yang dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab (1115-1206 H/1701-1793 M). Muhammad bin Abdul Wahhab sebenarnya merupakan pengikut mazhab Hanbali, kemudian berijtihad dalam beberapa masalah, sebagaimana yang diakuinya sendiri dalam kitab, Shiyânah al-Insân, karya Muhammad Basyir as-Sahsawani.1 Meski demikian, hasil ijtihadnya dinilai bermasalah oleh ulama Sunni yang lainnya.

Nama Wahabi sendiri telah dikubur oleh para pengikut dan penganutnya. Boleh jadi karena sejarah kelam pada masa lalu. Namun, mereka mempunyai alasan lain. Menurut mereka, ajaran Muhammad bin Abdul Wahbab adalah ajaran Nabi Muhammad, bukan ajarannya sendiri. Karenanya, mereka lebih memilih untuk menyebut diri mereka sebagaiSalafi atau Muwahhidûn, yang berarti “orang-orang yang mentauhidkan Allah”, bukanWahhâbi.

Secara historis, gerakan Wahabi telah mengalami beberapa kali metamorfosis. Mula-mula adalah gerakan keagamaan murni yang bertujuan untuk memurnikan tauhid dari syirik, tahayul, bid’ah dan khurafat, yang dimulai dari Uyainah, kampung halaman pendirinya tahun 1740 M. Di kampungnya, gerakan ini mendapatkan penentangan.Muhammad bin Abdul Wahhab pun terusir dari kampung halamannya dan berpindah ke Dar’iyyah. Di sini, pendiri Wahabi itu mendapat perlindungan dari Muhammad bin Saud, yang notabene bermusuhan dengan Amir Uyainah. Dalam kurun tujun tahun, sejak tinggal di Dar’iyyah, dakwah Wahabi berkembang pesat.

Tahun 1747 M, Muhammad bin Saud, yang notabene adalah agen Inggris, menyatakan secara terbuka penerimaannya terhadap berbagai pemikiran dan pandangan keagamaan Muhammad bin Abdul Wahhab. Keduanya pun sama-sama diuntungkan. Dalam kurun 10 tahun, wilayah kekuasaan Muhammad bin Saud berkembang seluas 30 mil persegi. Muhammad bin Abdul Wahhab pun diuntungkan, karena dakwahnya berkembang dan pengaruhnya semakin menguat atas dukungan politik dari Ibn Saud. Namun, pengaruhnya berhenti sampai di wilayah Ihsa’ 1757 M.

Ketika Ibn Saud meninggal dunia tahun 1765 M, kepemimpinannya diteruskan oleh anaknya, Abdul Aziz. Namun, tidak ada perkembangan yang berarti dari gerakan ini, kecuali setelah tahun 1787 M. Dengan kata lain, selama 31 tahun (1957-1788 M), gerakan ini stagnan.

Namun, setelah Abdul Aziz, yang juga agen Inggris itu, mendirikan Dewan Imarah pada tahun 1787 M, sekaligus menandai lahirnya sistem monarki, Wahabi pun terlibat dalam ekspansi kekuasaan yang didukungnya, sekaligus menyebarkan paham yang dianutnya. Tahun 1788 M, mereka menyerang dan menduduki Kuwait. Melalui metode baru ini, gerakan ini menimbulkan instabilitas di wilayah Khilafah Utsmani; di semenanjung Arabia, Irak dan Syam yang bertujuan melepaskan wilayah tersebut dari Khilafah. Gerakan mereka akhirnya berhasil dipukul mundur dari Madinah tahun 1812 M. Benteng terakhir mereka di Dar’iyyah pun berhasil diratakan dengan tanah oleh Khilafah tahun 1818 M. Sejak itu, nama Wahabi seolah terkubur dan lenyap ditelan bumi.2

Namun, pandangan dan pemikiran Wahabi memang tidak mati. Demikian juga hubungan penganut dan pendukung Wahabi dengan keluarga Ibn Saud.

Metamorfosis berikutnya terjadi ketika mereka mengubah nama. Nama Wahabi tidak pernah lagi digunakan, mungkin karena rentan. Akhirnya, mereka lebih suka menyebut diri mereka Salafi. Namun, pandangan dan cara mereka berdakwah tetap sama. Inilah fakta sejarah tentang Wahabi. Dari fakta ini jelas sekali, bahwa Wahabi (Salafi) ikut membidani lahirnya Kerajaan Arab Saudi. Karena itu, tidak aneh jika kemudian Wahabi (Salafi) senantiasa menjadi pendukung kekuasaan Ibn Saud sekalipun Wahabi (Salafi) bukan merupakan gerakan politik.

0 comments:

Prof. Hassan Ko Nakata (Cendekiawan Jepang): Dunia Butuh Khilafah

Image

Prof Hassan Ko Nakata
(Cendekiawan Jepang)
Namanya mencuat di Indonesia ketika ada Konferensi Khilafah Internasional (KKI) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Agustus 2007. Ia adalah salah satu pembicara kegiatan akbar yang menghentak dunia pada saat itu. Sebelumnya kaum Muslim di Indonesia tak banyak tahu ada seorang cendekiawan Jepang yang begitu besar perhatiannya terhadap dakwah Islam.

Prof. Hassan Ko Nakata (49) adalah satu dari sedikit kaum intelektual di negeri matahari terbit yang tertarik pada Islam. Ia mengaku masuk Islam pada tahun 1983. Itu pun dilakukannya setelah 15 tahun mempelajari Islam. Cukup lama untuk sebuah keputusan yang buat kebanyakan orang di Indonesia adalah hal biasa, tapi tidak untuk orang Jepang karena agama bagi orang Jepang sudah out of mind (berada di luar semesta pemikiran). Kebanyakan orang Jepang tak lagi memerhatikan agama.

Presiden Asosiasi Muslim Jepang ini masuk Islam ketika menjadi mahasiswa di tahun ketiga di Fakultas Studi Islam di Tokyo University. Sebelumnya ia sangat familiar dengan agama Kristen. Tak heran ketika awal kuliah di Tokyo University, ia mengikuti kelompok kajian Bibel. Di situlah ada kajian tentang perbandingan agama.

Di sana ada perbandingan agama Kristen, Yahudi, Shinto, Budha, dan Islam. Ketika menimbang dan membanding selama sekitar setahun ia merasa ajaran Islamlah yang paling menyeluruh. “Saya menemukan bahwa Islamlah sistem hidup yang paling komprehensif, paling rasional dan konsisten, dan akhirnya atas rahmat Allah SWT saya memutuskan untuk masuk Islam,” tuturnya. Ia pun menambahkan Hassan di depan nama aslinya. Ia pernah mendalami tarekat Naqshabandiyah dan Syaziliah. “Namun saya bukan murid yang baik,” ujarnya.

Usai bergelar sarjana, Hassan ingin lebih memperdalam Islam. Namun belum ada program master Kajian Islam di universitas Jepang. Buku-buku Islam berhuruf kanji pun masih sulit didapat. Untunglah tak lama kemudian Universitas Tokyo membuka program master Kajian Islam. ''Saya menjadi mahasiswa Muslim pertama dan terakhir di jurusan Islamic Studies Universitas Tokyo selama 25 tahun ini,'' ujar Profesor ini.

Setelah menyelesaikan masternya di Tokyo University, ia melanjutkan studi doktornya di Universitas Kairo. Disertasianya tentang Pemikiran Politik Ibn Taymiyah (al-Fikratu al-Siyasatu 'inda Ibni Taymiya). Dalam disertasi itu ia menjelaskan keunikan pemikiran politik Ibnu Taymiyah dalam sejarah pemikiran politik dan pengaruhnya terhadap gerakan politik kontemporer, termasuk terhadap Hizbut Tahrir. Setelah lulus doktor, Hassan sempat menjadi peneliti Kedutaan Jepang di Saudi Arabia (1992-1995). Tak heran ia sangat fasih berbahasa Arab.

Kiprahnya dalam dakwah di Negeri Sakura ini tergolong menonjol. Karakteristik orang Jepang sekarang cuek terhadap agama memacunya mencari jalan untuk bisa mendakwahkan Islam. Terlebih lagi sangat sedikit dai yang berkualitas.
Satu-satunya jalan terbaik untuk menyebarkan Islam di Jepang, menurutnya, adalah melalui pengaruh personal dari pelaku dakwah yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam tentang Islam dengan kepribadian yang baik serta memahami budaya Jepang.

Ia bersama minoritas Muslim Jepang melakukan berbagai upaya, di antaranya menerjemahkan sejumlah kitab klasik seperti Tafsir al-Jalalain, al-Siyasah al-Syar'iyyah of Ibn Taimiyyah, dan Zad al-Mustaqni' al-Hujawi al-Hanbali, juga menerbitkan majalah bulanan yang disebarkan secara cuma-cuma kepada seluruh Muslim Jepang di seluruh dunia sebagai media informasi dan komunikasi.

Hassan Ko Nakata kini menjadi Presiden Asosiasi Muslim Jepang sembari mengajar Kajian Islam di Universitas Doshisha, Kyoto. Mayoritas mahasiswanya justru beragama Kristen. Selama empat tahun menjadi Guru Besar di Doshisha, Hassan berhasil memikat empat mahasiswanya yang semula atheis untuk masuk Islam.

Kontak dengan Hizbut Tahrir
Banyak orang mengira bahwa profesor ini adalah anggota Hizbut Tahrir (HT) sebab pandangan-pandangannya tentang Islam mempunyai kesamaan dengan pemikiran HT. Ternyata ia memang memiliki kontak dengan anggota HT.

Kontak itu terjadi ketika ia mengunjungi Arab Saudi. Ia bertemu dengan syabab HT di negeri itu. Syabab ini seorang dokter dan kini tinggal di Kanada. Dari dokter inilah ia mengetahui banyak soal pemikiran-pemikiran HT tentang keharusan menegakkan Khilafah.

Ia mengaku sangat terkesan dengan pertemuan itu. Menurutnya, Hizbut Tahrir adalah satu-satunya gerakan politik Islam yang memiliki teori politik yang konsisten dan terintegrasi yang disusun berdasarkan pemahaman yang mendalam terhadap syariah dan realitas Dunia Islam kontemporer.

“Saya tidak yakin bahwa kita, umat Islam, dapat menegakkan kembali Khilafah hanya dengan usaha kita semata. Tapi saya percaya bahwa satu-satunya jalan untuk menegakkan kembali Khilafah, di luar adanya keajaiban dari Allah, adalah melalui usaha dengan metodologi yang berdasar pada pemikiran politik Hizbut Tahrir. Hanya, pemikiran itu memerlukan pengembangan dan penyesuaian sesuai dengan perubahan-perubahan kontemporer yang terjadi di dunia,” kata Profesor Hassan.

Ketika berbicara di hadapan 100 ribu orang yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno Agustus 2007, ia mengatakan, “Dalam konteks dunia Islam kontemporer, hanya Hizbut Tahrirlah yang bisa dikatakan sebagai “gerakan politik Islam” yang memperjuangkan terealisasinya Khilafah yang merupakan panggilan universal; tidak hanya untuk umat Islam, tetapi lebih dari itu.”

Ia mengatakan bahwa Khilafah tidak hanya dapat diterima oleh komunitas non Muslim, namun juga sangat diinginkan oleh mereka yang percaya kepada kesetaraan, keadilan, kebebasan dan kemanusiaan. Alasannya, sistem Khilafah memiliki pemerintahan “membumi” atau “bersifat keduniaan” yang menjamin otonomi komunitas beragama dalam konteks sosial yang sangat beragam. Sistem Khilafah ini juga berfungsi sebagai sarana pembebasan untuk mengentaskan sistem negara bangsa yang eksplotitatif yang memenjarakan dalam penjara “negara bangsa”.
Ia menyebutkan dua peran ganda Hizbut Tahrir, yakni mencerahkan umat Islam akan kewajiban mereka dalam mendirikan kembali Khilafah sesuai dengan hukum syariah dan menjelaskan misi Islam universal dari sistem Khilafah kepada dunia Barat dengan sudut pandang ilmu sosial negara Barat.

Dalam konteks itu, ia menyimpulkan bahwa Indonesia merupakan tempat terbaik untuk menjalankan misi Islam ini karena kondisinya yang tidak ditemukan di negeri Muslim lainnya.[] mujiyanto

Biodata Prof Hassan Ko Nakata

Lahir : Okayama, Jepang, 22 Juli 1960

Karir Akademis:

1984 : Sarjana Islamic Studies Universitas Tokyo

1986 : Master Islamic Studies Universitas Tokyo

1992 : Ph.D Islamic Philosophy Universitas Kairo

1992-1995 : Peneliti Kedutaan Jepang di Saudi Arabia

1995-2003 : Guru Besar di Universitas Yamaguchi

1997-1998 : Direktur Pusat Studi Kairo di Japanese Society for Promotion of Sciences

2003-sekarang : Guru Besar Fakultas Teologi dan Wakil Direktur Pusat Studi Agama-agama Monoteis di Universitas Doshisha. Saat ini mengawasi proses penerjemahan Tafsir Jalalain ke bahasa Jepang yang dikerjakan oleh Habibah Kaori Nakata.


0 comments:

Hilarry Clinton Tak Mampu Jawab Kritik Pelajar SMU di Jeddah

Pelajar itu juga mengkritik Clinton karena berusaha mengalihkan perhatian dan menghindar menjawab pertanyaan tersebut

Hidayatullah.com--Seorang pelajar Arab Saudi hari Ahad (21/2) bertanya kepada Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton. Pelajar itu juga mengkritik Clinton karena berusaha mengalihkan perhatian dan menghindar menjawab pertanyaan tersebut.

Maryam Alawi, seorang pelajar Jeddah, menyatakan bahwa ia tidak mendapatkan yang benar dari Clinton. Dalam surat yang dilayangkannya kepada Arabnews, Maryam menulis, "Pertanyaan saya sangat sederhana dan jelas, namun Clinton sama sekali tidak memberikan jawaban yang memuaskan," ujarnya.

Alawi, adalah pelajar SMU Internasional India di kota Jeddah, Arab Saudi. Bersama enam teman kelasnya, ikut dalam acara di Fakultas Daar al-Hikmah yang juga dihadiri Clinton.

Ia bertanya soal sikap Washington terhadap keberadaan senjata destruksi massal di Timur Tengah.

Pertanyaannya adalah, "jika Amerika Serikat sedemikian menentang program nuklir Iran, mengapa Amerika tidak memaksa Israel memusnahkan senjata nuklirnya?"

Dalam menjawab pertanyaan ini, Clinton memberikan penjelasan panjang lebar dan bahkan sangat detail soal kebijakan Amerika terhadap Iran, namun sama sekali tidak menyebut nama Israel.

"Kita bukan hanya menginginkan dunia yang bebas dari senjata nuklir, melainkan juga Timur Tengah yang bebas dari senjata destruksi massal," kata Clinton.

AFP dari Jeddah melaporkan, dalam surat kepada Arabnews itu, Maryam mengkritik kemunafikan Amerika Serikat (AS) tentang masalah nuklir

"Clinton mengklaim bahwa Amerika di bawah pimpinan Presiden Barack Obama berupaya memulihkan hubungannya dengan dunia Islam dan memperkokohnya. Namun rencana ini tidak akan terwujud tanpa menjawab berbagai pertanyaan yang sudah lama bergejolak di benak opini umum Timur Tengah," jelas Maryam.

Maryam dalam wawancaranya dengan AFP mengaku gugup saat melontarkan pertanyaan politik tajam ini. Namun setelah mengemukakannya, Maryam mendapat aplaus dari para hadirin.

Pekan lalu, Clinton memulai safarinya ke Timur Tengah untuk mengkampanyekan program-program anti-Iran di kawasan. [arbn/irb/www.hidayatullah.com]

0 comments: