Pertaubatan Saksi Kunci

Khairul Ghazali mengaku diteror, diintimidasi, diancam, dan dijanjikan sesuatu dalam proses penyidikan.

Adanya rekayasa di balik kasus yang menimpa Abu Bakar Baasyir mulai terungkap. Saksi kunci yang menghubungkan keterlibatan Baasyir dalam kasus terorisme membuka fakta yang sebenarnya.

Dalam secarik kertas, Khairul Ghazali membeberkan apa yang terjadi sebenarnya. Khairul Ghazali alias Abu Yasin wajahnya pernah tayang di TV One semula menuding bahwa Baasyir menerima bagian 20 persen dari hasil perampokan di CIMB Medan. Selain itu, ia menyatakan Baasyir membolehkan membunuh polisi di jalan-jalan.

Khairul yang tinggal di Tanjung Balai, Medan ini, ditangkap oleh Densus 88 di rumahnya. Saat itu ia sedang shalat bersama tiga orang lainnya. Dua di antaranya ditembak oleh Densus 88 dan satu lagi melarikan diri.

Ia kemudian digelandang ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Di tempat inilah, menurut pengakuan Khairul, rekayasa itu terjadi. ”Setelah memasuki bulan ke-6 dalam tahanan thaghut, ana mulai menyadari bahwa apa yang ana lakukan selama ini, seperti wawancara di TV One awal oktober 2010, keterangan-keterangan sebelum dan pasca penyidikan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, yang penuh teror, intimidasi, ancaman, dan janji-janji thaghut, sampailah kepada kesaksian untuk Ustadz ABB, semua keterangan-keterangan dan kesaksian itu ana tarik balik (batalkan) dan menegaskan konsistensi (keistiqamahan) di jalan dakwah wal jihad dengan segala risiko dan akibat yang siap ana pikul,” tulis dalam surat tersebut.

Media Umat sudah mengonfirmasi kebenaran surat tersebut. Menurut sumber Media Umat, surat itu benar adanya. Surat itu sendiri sudah dimuat secara lengkap di sebuah situs beberapa waktu yang lalu. Munculnya surat ini ke media, kata sumber itu, akan mengakibatkan risiko tersendiri bagi Khairul di tahanan.

Khairul menegaskan dirinya bertaubat atas apa yang ia nyatakan sebelumnya. ”Dengan ini ana menyatakan "taubat" dari semua kesalahan dan kesilapan yang menggelincirkan ana dari jalan lurus setelah terperangkap di jalan thaghut dan anshar-anshar-nya,” katanya.

Ia menyebut surat itu sebagai wadah untuk mengishlah diri dan menyatakan sikap berbara' (melepaskan diri) dari thaghut dan pembantu-pembantunya. Surat ini juga sebagai penegasannya untuk loyal kepada jamaah kaum Muslimin dan pemimpinnya. ”Ana menyatakan dengan tegas bahwa semua pemberitaan, penulisan, dan apapun yang terkait dengan diri ana, maka ana cabut kembali dan ana menyatakan taubat serta kembali ke pangkuan dakwah wal jihad lillahi taala.”

Ia pun meminta maaf kepada siapa saja yang terzalimi akibat ucapan, tulisan, dan perbuatannya. ”Ana memohon maaf dan kepada Allah SWT ana bertaubat”.

Dalam surat tersebut ia memerinci kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya yakni: (1) Mengatakan kepada penyidik (Densus 88) bahwa Medan akan dijadikan seperti Irak ke-2; (2) Mengatakan kepada penyidik (Densus 88) bahwa ikhwan-ikhwan berencana melakukan aksi pembebasan Toni Togar (yang ada di penjara Tanjung Gusta, Medan—red); (3) Me-ngatakan kepada penyidik (Den-sus 88) bahwa Fadli Sadama adalah pemimpin aksi-aksi amali-yah di Medan; (4) Mengatakan kepada penyidik (Densus 88) bahwa Ustadz ABB men-dapat 20 persen dari hasil CIMB padahal itu tidak benar dan merupakan hasil tekanan (rekayasa) dari pihak thaghut; (5) Mengatakan kepada penyidik (Densus 88) bahwa Ustadz ABB pernah menyatakan bahwa bolehnya membunuh polisi di jalan-jalan, pada-hal itu tidak benar dan merupakan hasil tekanan (rekayasa) dari pihak thaghut; (6) Mengata-kan kepada penyidik (Densus 88) bahwa ana siap menjadi saksi Ustadz ABB di persidangan tetapi kemudian ana batalkan; (7) Me-nulis buku "Perampokan Bukan Fa'i" yang berisi dalil-dalil dan sejarah fa'i. Yang buku tersebut diserahkan kepada Densus 88. Di sini ana menyatakan menarik balik dan akan membatalkan keseluruhan buku tsb; (8) Men-janjikan kepada Densus bahwa ana akan menulis buku yg ber-judul "Embrio Teroris di Indo-nesia" namun janji itu hanya untuk menipu Densus agar mau memberi ana fasilitas dan harta duniawi, sementara isi tulisan buku itu tidak ada kecuali hanya judul dan daftar isi. Buku tsb sama sekali tidak akan pernah ana tulis sejak pernyataan maaf, ishlah,dan taubat ini ana tulis: (9) Ana berhubungan baik dengan Densus 88 dari sejak proses pe-nyidikan sampai ana di Polda Sumut. Sejak pernyataan ini ana tulis, ana memutuskan semua hubungan baik dan ana berbara' kepada Densus 88.

Ia mengaku dalam bagian akhir surat tersebut bahwa jalan yang ditempuhnya adalah jalan yang pernah dilalui oleh orang-orang yang hampir tergelincir dari agama Islam. Mereka men-dapatkan hidayah Allah sehing-ga mereka selamat dan justru itu meningkatkan derajat keimanan mereka.

Khairul yang kini ditahan di Medan berharap pemohonan maaf, ishlah, dan taubatnya dite-rima oleh Allah SWT. Ia pun ber-harap rekan-rekannya pun yang kini masih ditahan Densus 88 mengikuti langkahnya.

0 comments:

Kenapa Bunuh Bangsa Sendiri?

Dor..dor..dor… warga sipil yang dianggap sebagai teroris oleh polisi, tewas. Mereka yang semula didakwa sebagai perampok, belakangan dikait-kaitkan dengan jaringan teroris. Dalihnya macam-macam. Sampai-sampai muncul nama Abu Thalut yang dikatakan lebih berbahaya dibandingkan Noordin M Top dan Dr Azahari. Seperti apa sebenarnya yang terjadi. Untuk mengupasnya wartawan Media Umat Joko Prasetyo mewawancarai Umar Abduh, seorang pengamat intelijen.

Apakah Anda melihat ada keganjilan dalam perampokan Bank CIMB Niaga di Medan?
Perampokannya tidak ada yang ganjil. Justru spektakuler. Yang ganjil itu penanganan dan pengungkapannya. Mengapa yang memfotonya itu tidak lapor dan tidak diperiksa? Ini pasti ada permainan. Sampai kemarin (24/9) yang dijelaskan Kapolri itu kan tidak menyangkut perampokan tetapi jaringan teroris. Kalau bahasannya teroris, dari dulu hingga sekarang kan mau dihubungkan ke mana saja bisa. Tapi terkait perampokan itu siapa, kan belum ketemu.
Jadi itu baru asumsi oleh pihak Densus 88. Katanya ini merupakan jaringan lama. Nah, kalau sudah tahu bahwa ini jaringan lama, mengapa tidak ditangkap sebelum merampok? Itu persoalannya! Mengapa yang turun Gorries Merre? Bukannya Polda Sumatera Utara (Poldasu)? Jadi Poldasu itu fungsinya untuk apa? Kalau memang sudah tahu sejak dulu, ya harus diserahkan kepada Poldasu.
Keganjilan lainnya ya, kok bisa ada reality show penggerebekan orang-orang yang diduga sebagai teroris itu. Kok bisa tvOne mengabadikan dari awal sampai akhir? Menyiarkan darah segar berceceran. Yang seperti ini dalam UU ada tidak? Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kok diam.
Jadi yang ganjil itu penanganan dan pengungkapannya! Karena yang diungkap bukan perampokannya tetapi terorismenya. Lha, terorisme kan mainan mereka. Artinya, keberadaanya sudah diketahui tidak ditangkap-tangkap tetapi nunggu sampai berbuat dulu. Dijebak dulu baru ditangkap. Ini negara apa? Aparat apa? Bangsanya sendiri kok dijebak dan ditembak.

Harusnya dibagaimanakan?
Harusnya kan diantisipasi. Dilakukan pendekatan yang baik. Kalau memang mau merampok, “Hei jangan rampok! Rencanamu sudah kami ketahui.” Kan bisa seperti itu. Kalau ditembak, untuk apa diungkap? Ditembak tertelungkup lagi. Kalau sudah tiarap itu jangan ditembak lagi dong! Diikat kan bisa.
Jadi saya lihat, karena tidak mampu mengungkapkan perampokan yang sesungguhnya maka dikait-kaitkanlah dengan terorisme supaya seram. Katanya anggota teroris Abu Thalut cuma 39. Tapi mengapa konsinyir-nya sampai seluruh Indonesia? Berarti curiga sama TNI dong. Jadi yang melakoni ini bukan teroris tetapi TNI.

Mengapa Gorries Merre seringkali muncul di kasus-kasus seperti ini?
Selalu ada! Mengapa selalu ada Ecep S Yasa juga? Mengapa tvOne selalu ikut? Nah, itu setiap pengungkapan terorisme selalu ada reality show. Jadi kalau reality show, semuanya bohong! Ada sutradaranya.
Bayangkan, sejak delapan tahun lalu sampai sekarang tidak bisa menggulung yang namanya teroris. Kok tokoh terorisnya ganti-ganti? Selama ini ngapain intelijen itu? Densus 88 ngapain aja? Katanya ada orang dalam yang disusupkan, dipupuk, terus dipanen. Lha iya, kalau begitu jadi siapa yang tahu?

Densus 88?
Makanya polisi tidak tahu sama sekali. Yang tahu ya yang mengorganisir terorisme itu sendiri.

Siapa?
Lho yang manen itu siapa? Yang nanam siapa? Yang mupuk siapa? Wong, ponselnya sudah ketemu semua kok. Pakai GPS kan bisa, semuanya itu ketahuan. Berarti kan ada yang ditanam di sana, yang ditanam ditembak juga, biar tidak banyak ngomong lagi.

Kembali ke Gorries Merre, sebenarnya apa sih peran dia?
Ya 'sutradaranya' dong. Sutradara dalam tanda kutip ditulisnya. Karena dialah yang patut dituduh, patut diduga sebagai sutradara proyek terorisme. Bagaimana sebuah operasai kok bisa diliput oleh televisi. Aturan mana itu?

Apakah Gorries Merre makelar yang menghubungkan antara pemerintah dan asing dalam proyek terorisme ini?
Ya. Gorries Merre yang berhubungan langsung dengan intelijen dari Israel, Amerika dan negara-negara yang menandatangani proyek terorisme. Operator langsung kan dia pimpinannya.

Kalau Abu Thalut itu siapa?
Dulu ia pernah jadi Mantiki III JI. Setelah pecah, ia tidak jadi lagi. Ia ditangkap gara-gara punya senjata di rumahnya. Dihukum 8,5 tahun, setelah dipenjara 6,5 tahun ia dibebaskan karena dapat remisi. Berarti kan dia bukan teroris karena teroris kan tidak dapat remisi. Karena memang ia sebenarnya tidak terlibat pengeboman di mana-mana, seperti halnya grup lain yang dikaitkan dengan Bom Bali.
Tiba-tiba dikatakan bahwa dia anggota teroris, ya tidak bisa dong. Ini menunjukkan Polri, BNPT, BIN, tidak punya database. Terbukti berkali-kali pro yustisia Polri itu gombal. Dari 100 persen pro yustisia Polri, yang terbukti hanya 30 persen. Jadi yang 70 persen gombal.
Ingat lho, tidak semua orang yang dituduh JI atau teroris itu menghalalkan perampokan. Apalagi Abu Bakar Baasyir, jelas-jelas tidak mau dia itu.

Penyerangan ke Polsek Hamparan Perak merupakan balas dendam kawanan perampok/teroris?
Apa dasarnya mengatakan seperti itu? Kalau dugaan saja, ikut ludruk saja. Yang sampai dibawa ke pengadilan saja terbukti gombal kok, apalagi ini. Kalau memang itu pembalasan, mengapa yang konsinyir di seluruh polsek, polres, polda seluruh Indonesia, tidak hanya di Sumut saja? Katanya kelompok Abu Thalut tinggal 39. Masa jadi 33 Provinsi? Jadi gombal semua itu. Jadi bila konsinyirnya sampai menasional seperti itu berarti yang dihadapinya adalah temannya sendiri yang pegang senjata dong.

Siapa?
Ya, bisa Denbravo, Kostrad, Denjaka, dan lainnya. Bisa juga dari polisi sendiri yang tidak suka Densus 88. Kenapa bangsa ini jahat kepada bangsanya sendiri? Mengapa pemerintah ini jahat kepada bangsanya sendiri yang notabene keluarganya sendiri? Kok tidak dididik, dibina? Malah dijebak, dibinasakan.

Kenapa?
Karena jadi budaknya Yahudi. Hanya Yahudi yang tega sama keluarganya sendiri itu. Setan saja tidak mau makan setan.

Apakah pola penjebakan dan pembinasaan kali ini sama dengan pola Komando Jihad?
Cara menjebak dan membinasakannya masih bagus pada operasi Komando Jihad. Yang dikorbankannya hanya sedikit. Ditangkap semuanya, terus diam. Tiga tahun lagi baru nangkap lagi. Tidak tiap bulan seperti sekarang ini.

Untuk apa sih pemerintah melakukan operasi intelijen semacam ini?
Ada kemungkinan dijebak oleh tentara untuk membusukkan Polri di bawah demokrasi. Jadi demokrasi ini demokrasi gadungan. Yang memelintir-melintir ini ya militer gadungan, militer yang menciderai konstitusi dan mengkhianati sumpah prajurit dan sumpah sapta marganya sehingga perlu menggunakan tangan Polri. Nanti kalau jelek, yang jelek namanya kan Polri. Polri jadi pelanggar HAM yang lebih berat dibanding tentara di era Soeharto. TNI naik lagi. Hanya yang jadi Kapolri memang jelek semua.

Mengapa TNI gadungan melakukan itu?
Karena budak Yahudi. Mentalnya juga ya mental budak yang disuruh-suruh dong. Tidak punya kepribadian. Jadi tidak ada kemerdekaan dan kemandirian. Ikut saja apa kata pihak yang bayar. Sehingga sadisme, melanggar HAM, dibiarkan saja. Seharusnya media massa kritis dong, jadi ketika sadisme ini disuguhkan, kita menolak.

Bagaimana bila pemerintah dan media berdalih ini kan transparansi, biar masyarakat tahu penggerebegan?
Kenapa Century tidak dibuka? Teroris buka-bukaan, Century kok tidak boleh. Jadi gimana ini? VOC ini, jadi seperti tentara VOC Kompeni ini! Maling kambing disuruh rekonstruksi teriak-teriakan, tapi kalau kompeni ambil emas, serobot tanah diam saja kan? Terselubung, bersembunyi.

Kalau polisinya?
Ya seperti Opas! Opas Kompeni. Memalukan ini. Sepuluh tahun reformasi, isinya gombal semua![]

0 comments:

Mundur atau Perang!

Jerry Duane Gray,
Mantan Teknisi Pesawat Angkatan Udara Amerika

Rencana pembakaran Alquran 11 September mendatang tidak lepas dari upaya untuk mencegah kebangkitan Islam yang kini tumbuh subur di dunia Barat. Siapa sebenarnya di balik rencana jahat tersebut? Wartawan Media Umat Joko Prasetyo mewawancarai Jerry Duane Gray, mantan teknisi pesawat Angkatan Udara Amerika yang masuk Islam dan kini tinggal di Indonesia. Berikut petikannya.

Pendapat Anda tentang rencana salah satu Gereja di Florida untuk membakar Alquran pada peringatan 11 September nanti?
Ketika mendengar berita itu, otomatis kepala saya langsung panas. Bagi saya tidak ada dialog dengan penghina Alquran, mundur atau perang! Karena kita harus jaga Alquran. Bila ada orang yang mau membakarnya di depan saya, akan saya bunuh dia! Atau dia yang duluan membunuh saya. Saya tidak bisa diam melihat itu. Jadi pilihannya memang mundur atau perang, ini termasuk jihad!


Ingat ketika di Guantanamo mereka injak-injak Alquran, semua Muslim di berbagai penjuru dunia marah. Nah, bila pembakaran ini terjadi, kaum Muslim pasti lebih marah lagi. Jadi ini cobaan untuk iman kita. Kita akan diam atau membelanya.


Jadi bila orang Kristen mau jaga mukanya, haruslah lebih kencang lagi di banding orang Islam menentang hal itu. Karena para pelaku aksi ini sebenarnya bukan orang Kristen. Mereka musuh Kristen juga. Di dalam agama Kristen tidak boleh begitu, karena dalam Kristen ada tema harus love your neighboor, cintai tetanggamu.

Bukan orang Kristen? Maksud Anda Pastor Terry Jones dari Gereja World Dove Outreact Center, Florida itu bukan orang Kristen?
Freemason dia, bukan Kristen. Jadi begini, kalau ada Muslim di Indonesia kemudian masuk Freemason jelas sudah bukan Muslim lagi meskipun di KTP ditulis Islam. Lebih jauh lagi pimpinan-pimpinan agama Kristen sekarang, seperti Katholik, Protestan, Luthern, Baptis, adalah Freemason semua. Freemason ini musuh Islam dan juga Kristen. Bahkan Paus Benedictus XVI dia comfirm Freemason (menegaskan dirinya Freemason).

Paus Beneditctus bukan Kristen?
Ya. Mengapa Benedict diam saja ketika banyak pastor yang homoseks? Sekarang lesbian juga boleh masuk posisi high (tinggi) di dalam gereja. Padahal kalau mengacu ajaran gereja itu forbidden (tidak boleh).
Sejak zaman Nabi Luth as, cerita Kristen dan Islam kurang lebih sama, homoseksual tidak boleh. Tetapi Benedict seolah mengatakan boleh karena pelakunya tidak dihukum. Ini sudah sakit jiwa. Jadi sebenarnya, yang jadi musuh orang-orang Kristen adalah pimpinan orang Kristen sendiri yang telah menjadi Freemason.

Berapa banyak orang Freemason itu?
Musuh kita sebenarnya sedikit. Tetapi masalahnya mereka, Zionis, Illuminati dan Freemason ini memegang sekitar 96 persen media massa di seluruh dunia. Mereka tidak suka bila Islam yang memimpin dunia.

Diperkirakan, bila laju pertambahan migran Muslim di Barat seperti sekarang, maka pada tahun 2020 atau 2030, Prancis, Italia, Inggris, penduduk mayoritasnya adalah Islam. Bahkan di Amerika statistik menunjukkan setiap hari sekurang-kurangnya satu orang Amerika masuk Islam.
Mereka memang memegang opini dunia dengan mengatakan Islam sebagai teroris seperti itu. Jadi ini bikin publik bingung, di media dikatakan begitu tetapi lihat kenyataan Islam tidak seperti itu. Jadi banyak sekali orang Amerika yang masuk Islam, masuk Islam, masuk Islam.

Termasuk Anda...
Iya. Ketika saya dinas untuk memperbaiki pesawat terbang pribadi Raja Arab Saudi, saya melihat orang-orang Islam tidak seperti yang dicitrakan media massa Amerika. Saya pun tersadarkan dan masuk Islam.
Jadi inilah musuh kita yang ingin menyiapkan dunia ini untuk dajjal. Mereka tidak mau ada banyak Muslim. Meraka tidak mau Muslim punya pimpinan, Muslim bersatu. Mereka maunya membikin jalur yang lancar untuk datangnya dajjal.

Pembakaran ini dilakukan pada peringatan 911, seolah hendak mengatakan bahwa Muslimlah pelaku penghancuran Gedung WTC dan Pentagon. Benar begitu?
Iya, pemerintah Amerika mengopinikan bahwa pelakunya adalah orang Islam. Padahal sudah jelas-jelas pelakunya adalah pemerintah Amerika sendiri, bukan dari Islam, bukan dari 18 mujahidin Al-Qaida yang disebut sebagai teroris pembajak pesawat.

Jadi bohong bahwa ke-18 mujahidin itu membawa empat pesawat itu, yang katanya dua ke WTC, satu ke Pentagon dan satu lagi jatuh. Penghancuran WTC dan perusakan Pentagon memang terjadi, tetapi bukan oleh para mujahidin. Karena faktanya 17 dari 18 orang tersebut masih hidup.

Dan pesawat terbang kedua yang ditabrakkan ke WTC itu bukan maskapai United Airline, seperti yang dituduhkan pemerintah Amerika. Karena ciri-cirinya sangat berbeda dengan pesawat komersial itu. Pesawat yang ditabrakkan ini berwarna abu-abu, di samping pesawat tidak ada kaca. Bagian bawahnya terlihat hamil (cembung) dan ada radar. Itu jelas bukan ciri-ciri pesawat komersial! Tetapi pesawat angkatan udara Amerika Serikat sendiri. Saya sudah identifikasi pesawat itu, namanya E 10.

Meskipun kebohongannya sudah terungkap tetapi Amerika masih saja terus berusaha mendiskreditkan Islam, dengan terus mengampanyekan war on terorrism (WOT). Ini memang kerjaannya Presiden Amerika saat itu George W Bush yang bekerja sama dengan badan intelijen dan media massa. Dengan WOT Amerika bisa menjajah Afghanistan.

Mengapa begitu?
Karena Amerika tidak mau bendera putih hitam pasukan Islam maju dari sana sampai ke Israel. Insya Allah pasukan Islam tersebut sebentar lagi mau jadi. Nah, Amerika mengira dengan cara begitu bisa memblokir pasukan yang disabdakan Rasulullah SAW akan muncul kelak di Khurasan (Afghanistan).

Amerika sebut Afganistan sarang Al-Qaida. Tidak ada Al-Qaida. Tidak ada Al-Qaida, itu orang sedang menjaga rumah mereka sendiri. Pasukan Amerika datang ke rumah mereka, mengacak-acaknya, menembaki mereka. Lalu Amerika bilang itu Al-Qaida. Lha, mereka berhak dan wajib menjaga rumahnya! Amerikalah yang Al-Qaida yang datang membantai seenaknya. Amerika memang mau bikin nama Islam kotor.

Jangan-jangan presiden Amerika juga Freemason?
Memang. Geoerge Washington, presiden Amerika pertama, adalah Freemason. George W Bush Freemason, ayahnya juga Freemason. Kakeknya juga Freemason. Mereka mencita-citakan the new world order, satu dunia satu pimpinan dengan agama baru. Di atasnya itu adalah group Illuminati. Nah Freemason itu yang menyiapkan sistem dajjal.

Obama Freemason juga?
Di atas John F Kenedy sampai Obama Freemason semua. Semua Presiden Amerika harus punya identitas The Council on Foreign Relations (CFR, dewan hubungan luar negeri). Semua anggota CFR berideologi sama yakni the new word order. Sekarang mereka menguasai 98 persen kebijakan dunia termasuk dalam PBB, IMF, WHO, dan World Bank.

Obama mengapa bisa jadi presiden Amerika? Karena Obama mau ikut ideologi ini. Sebelum jadi presiden tepatnya 4 Juni 2008 ia bikin janji kepada Israel. Silakan lihat di Youtube dengan kata kunci Obama AIPAC. Di depan sekitar 1.200 turunan Israel, Obama berjanji sejak hari pertama menginjakkan kaki di Gedung Putih akan menambah bantuan untuk Israel untuk sepuluh tahun ke depan sebanyak Rp 30 milyar dolar pertahun.
Padahal pada saat yang bersamaan ribuan rakyat Amerika tidur di pinggir jalan, tidak punya rumah dan makanan akibat krisis ekonomi Amerika. Obama pun mengatakan musuh Israel dari Gaza sampai Teheran adalah musuh Amerika juga. Semua anggota Parlemen Inggris juga adalah Freemason.

Jadi apa yang harus dilakukan kaum Muslim?
Kita, harus cepat bersatu dan cepat memiliki pemimpin yang satu yang membela Islam. Kondisi sekarang memang sudah kritis, kita harus segera memiliki seorang pimpinan yang akan melawan Freemason penyembah iblis Lucifer itu.

0 comments:

Cara Konyol Kriminalisasi Khilafah

Harits Abu Ulya,
Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI


Seperti pepatah “sekali dayung dua tiga pulau terlampaui” bom buku pun meletup di saat Presiden SBY tersandung bocoran Wikileaks dan rekayasa peradilan Ustadz Abu Bakar Baasyir mulai terbongkar. Dan celakanya BNPT menuding target bom buku itu adalah para penghalang khilafah. Benarkah pelakunya pejuang khilafah? Ataukah pihak pemerintah sendiri?
Temukan jawabannya dalam wawancara wartawan Tabloid Media Umat Joko Prasetyo dengan Ketua Lajnah Siyasiyah DPP Hizbut Tahrir Indonesia Harits Abu Ulya. Berikut petikannya.


Bagaimana tanggapan Anda tentang pernyataan bahwa target bom buku adalah penghalang khilafah?
Polisi sendiri belum menyimpulkan siapa pelaku paket bom hingga saat ini, sebaliknya kita malah menyaksikan ngototnya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dengan opininya.
Artinya, BNPT berbicara bukan berdasarkan data dan bukti tapi lebih tepat disebut sebagai propaganda dan opini untuk mengkriminalisasi dan nafsu membungkam gerakan pengusung khilafah dengan cara-cara tidak fair dan konyol.

Konyol bagaimana?
Karena tidak satu jalan pun yang dapat digunakan mereka untuk melawan atau membuktikan baik secara intelektual, rasional, emosional, maupun secara legal yang dapat mengaitkan teror dengan perjuangan khilafah.
Ketua BNPT Ansyaad Mbai dalam berbagai kesempatan diskusi di radio, TV dan forum-forum diskusi menyatakan bahwa target dari bom buku ini adalah para penghalang khilafah.
Ini tidak lebih sebagai upaya licik untuk mendapatkan legitimasi baik dari sisi opini atau regulasi, yang nantinya dipakai untuk menindak secara represif kelompok-kelompok yang menyuarakan khilafah.
Maka kita bisa menangkap logika yang sedang dibangun; kenapa paket bom itu diarahkan ke person tertentu dan representasi dari entitas tertentu? Ini sebuah pola penyampaian pesan dengan obyek yang 'tepat' untuk mendapatkan justifikasi bahwa yang melakukan adalah kelompok yang radikal: kontra demokrasi, liberalisme atau juga dianggap membahayakan Pancasila. Disertai instrumen pendukung yang relevan dengan buku-buku yang judulnya 'menyerang' sebagai sampul bom.

Kalau begitu, siapa pelakunya?
Ada tiga kemungkinan. Pertama, kemungkinan murni person atau kelompok jihadis yang melakukan. Ini berdasarkan produk rakitan yang meledak di Utan Kayu, dan beberapa indikasi lainya, sekalipun terlihat kurang profesional karena beberapa faktor.
Tapi terkait motif sangat sumir. Apa hanya ingin menunjukkan bahwa diri mereka masih eksis dengan menciptakan terror atau memang memiliki target lebih dari itu? Di sini antara ranah aksi dan nilai yang lebih besar dalam kontek politik yang hendak mereka raih sama sekali tidak ada benang merahnya.
Kedua, kooptasi pihak intelijen terhadap kelompok pertama untuk melakukan aksi. Mengingat pihak aparat intelijen yang konsen urusan kontra-terorisme telah mengendalikan sebagian dari mereka dan menggunakan untuk beberapa proyek jebakan.

Contohnya?
Contoh, kasus aktifis di Solo yang berinisial BN dituntut hukuman 20 tahun penjara karena kepemilikan peluru. BN ditangkap atas laporan seseorang yang bernama Ipung, dan sementara si Ipung sendiri buron (DPO) dan sekaligus sebagai pihak yang menitipkan peluru kepada BN.
Bagaimana bisa orang yang menitipkan bebas berkeliaran dengan dibahasakan menjadi DPO, tapi dia bisa memberikan laporan kepada pihak Densus 88 untuk menangkap seorang BN?
Ini hanya satu contoh kasus adanya person tertentu yang faktanya mereka di bawah kendali pihak tertentu untuk kepentingan operasi tertentu.
Ketiga, murni dilakukan kelompok jihadis dan kemudian ditunggangi pihak intelijen hitam untuk membuat eskalasi dan target bom paket ini lebih besar. Saya melihat banyak bingkisan di berbagai tempat dibuat untuk membuat cerita bom paket bisa lebih bombastis efek sosial politiknya. Kemudian memudahkan menggiring opini dan propaganda melalui media masa dengan target politik tertentu.

Apa itu?
Menurut saya targetnya tidak akan keluar dari beberapa hal. Pertama, paket bom ini bisa menjadi 'obat tidur' sejenak bagi penguasa negeri ini setelah dihajar berbagai isu termasuk Wikileaks.
Kedua, ada kemungkinan kecemasan pihak penegak hukum atas tuduhan dan pasal yang berlapis untuk ABB terbuka kedok rekayasanya. Karena adanya pengakuan taubat Khairul Ghazali yang mencabut kembali semua kesaksiannya.

Jadi pengaitan bom buku dengan visi khilafah, sebagai upaya kriminalisasi terminologi khilafah?
Paket mercon yang dikatakan Mbai sebagai “target bom, penghalang Khilafah,” ini merupakan langkah sengaja membangun opini dan propaganda untuk mengkriminalisasi terminologi Khilafah. Ini cara pandang yang mendramatisir secara sengaja dua perkara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan relevansinya.

Tapi Mbai mengatakan bahwa itu berdasarkan pengakuan orang-orang yang ditangkap sebelumnya?
Apa iya itu pengakuan yang jujur tidak di bawah tekanan? Riset saya; orang-orang yang ditangkap dengan tuduhan teroris rata-rata di bawah intimidasi dan siksaan, dipaksa tanda tangan BAP yang kerap kali sudah disiapkan. Contoh kecil, lihatlah pengakuan Khairul Gazhali bagaimana rekayasa atas apa yang dia lakukan atas order dari pihak aparat Densus 88, kemudian Gazhali taubat menyesalinya.

Bila pengakuan mereka tidak di bawah tekanan?
Kita bisa menguji visi politik mereka yang dituduh teroris tentang khilafah. Sejauh riset saya, kelompok jihadis justru kurang mampu merumuskan visi politiknya tentang khilafah.
Dari gerakan Islam yang terbuka dengan visi politik khilafahnya, Hizbut Tahrir-lah yang terdepan dan sekaligus mampu menjaga metode penegakan khilafahnya tidak dengan jalan teror atau fisik.
Saya lihat orang-orang yang dengan ideologi jihadnya terjebak dalam pragmatisme, kabur visi politiknya. Jadi susah rasanya kalau paket mercon kemudian ditarik jauh ke visi politiknya. Maka ini sebuah rencana tendensius dan penuh dengan motif dan target jangka panjang dari WOT.

Target akhirnya?
Saya melihat pendekatan BNPT dengan “hard power”nya ditujukan kepada kelompok yang melakukan langkah-langkah fisik yang kemudian dicap sebagai aktifitas terorisme adalah bukan target akhir.
Karena BNPT memandang, yang menjadi akar persoalan ini adalah ideologi radikal. Karena itu target akhir yang sesungguhnya adalah kelompok yang dianggap masih satu “link mind” yakni kelompok yang dianggap mengusung ideologi radikal.
Karenanya di lapangan agar bisa sampai di target ini, cenderung tampak adanya upaya mengkriminalisasi ide-ide Daulah Islam, Khilafah Islam melalui jebakan dan provokasi orang-orang tertentu yang sudah di bawah monitoring mereka.
Pengaitan antara aksi perampokan atau paket mercon atau dengan modus baru lainya dengan visi politik khilafah adalah konyol dan memaksakan diri. Ini fitnah keji untuk sudutkan perjuangan menegakkan khilafah!
Karena menegakkan Khilafah adalah kewajiban yang mulia dan wajib diraih dengan cara yang mulia mengikuti manhaj Nabi Mumahammad SAW. Manhaj mulia yang dicontohkan Rasul SAW sehingga berdirinya Daulah Islam (Khilafah) yang pertama di Madinah itu fikriyah (edukasi kepada umat) dan siyasiyah (politik), tanpa teror atau kekerasan fisik. Begitu juga yang dilakukan pejuang khilafah saat ini.
Maka umat harus waspada terhadap cara pandang yang tendensius mencurigai setiap perjuangan Islam, sekalipun dengan cara yang damai

0 comments:

Orang-orang CIA Di Sekeliling SBY

AC Manullang
Mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN)

Amir Jamaah Ansharut Tauhid Ustadz Abu Bakar Baasyir kembali harus berurusan dengan polisi. Ia dicokok dalam perjalanan di Jawa Barat. Sederet pasal dengan hukuman maksimal menunggunya. Ia didakwa polisi sebagai dalang terorisme di Indonesia. Benarkah seperti itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Untuk mengupasnya wartawan Media Umat Joko Prasetyo mewawancarai mantan Direktur Badan Koordinasi Intelijen Negara AC Manullang. Berikut petikannya.

Menurut data intelijen yang Anda miliki benarkah Abu Bakar Baasyir terkait tindak terorisme?
Sejak kapan Abu Bakar Baasyir terkait teroris? Dari pengamatan intelijen, saya mengatakan, siapa pun di negeri ini, termasuk Polri, dan Kejaksaan Agung, tidak mempunyai data-data apapun juga bahwa Abu Bakar Baasyir itu teroris.

Masa sih, tidak adakah satu bukti pun yang menunjukkan keterkaitan Abu Bakar Baasyir dengan salah satu pengeboman di Indonesia?
Sampai sekarang tidak ada yang mampu memberikan bukti itu. Yang ada adalah rahasia negara. Siapa itu? Ada di tangan presiden. Mengapa presiden tidak membuka? Dia ada hak untuk membuka itu. Sehingga dapat diketahui ada atau tidak bukti yang menunjukkan Abu Bakar Baasyir terlibat.

Bukankah Polri mengatakan penangkapan karena ada bukti?
Polisi mengatakan penangkapan itu sah karena sudah terbukti bahwa dia terlibat menerima dana dari luar negeri untuk mendanai latihan-latihan terorisme di Aceh demikian juga di tempat-tempat lain. Wah luar biasa itu!

Jadi kemungkinannya Polri mendapat data dari intelijen luar negeri atau asing yang selama ini sudah mengategorikan Abu Bakar Baasyir itu the most wanted sebagai teroris. Sebaliknya, SBY mengategorikan dirinya sebagai the most target serangan teroris, ha... ha... ha...
Jika betul bukti yang dimaksud Polri itu ada, maka penangkapan Abu Bakar Baasyir itu tidak perlu dihebohkan, cukup panggil saja dia. Sebenarnya penangkapan tersangka terorisme boleh-boleh saja.

Tetapi mengapa heboh, dengan menangkapnya dipinggir jalan dan publikasi yang luar biasa?
Timbul pertanyaan, mengapa penangkapan teroris ini dipublikasikan luar biasa besarnya terutama yang diberitakan media televisi. Yang diuntungkan dalam publikasi-publikasi ini adalah luar negeri. Pencitraan untuk umum khususnya masyarakat bawah mirip seperti sinetron-sinetron di televisi, cukup menarik perhatian bahkan iba kepada pimpinan nasional.

Padahal itu merupakan upaya penggiringan publik agar melupakan kasus skandal rekening gendut pejabat tinggi Polri, kenaikan TDL dan sembako, pilkada yang rusuh di mana-mana, biaya kunjungan luar negeri yang semakin membengkak, skandal Gayus, dan masalah-masalah lainnya yang menunjukkan buruknya kinerja pemerintah.

Maka intelijen menilai bahwa ini merupakan suatu strategi yang sangat penting buat SBY untuk tetap mendapat perhatian dan pencitraan positif dari publik dan Amerika Serikat bahwa Indonesia anti teroris. Ini semua memang bagian dari grand strategy Amerika Serikat yang mengusung neoliberalisme dan neokapitalisme sekaligus mencitrakan Islam sebagai lawannya.

Wah...
Memang aksi-aksi intelijen saat ini cenderung di dalam kerangka deceptions operation inteligent artinya penyesatan-penyesatan intelijen. Nah, grand strategy global ini menunjukkan dan memunculkan penyesatan yang paling terkenal yakni terorisme dan Abu Bakar Baasyir sebagai the most dangerous terrorist.

Pertanyaan saya, pertanyaan para intelijen, apa memang betul bahwa penangkapan Abu Bakar Baasyir itu sebagai penangkapan teroris? Dari segi intelijen mengatakan sama sekali tidak bisa.

Tapi kan Polri menangkap Abu Bakar Baasyir mestilah ada dasarnya. Sudah dua kali dibawa kepengadilan, namun aparat gagal membuktikan bahwa Abu Bakar Baasyir teroris. Apa hal yang sama akan terulang untuk ketiga kalinya?

Bukan tidak mungkin terjadi untuk yang ketiga kalinya. Karena saya berkata yang menjadi otak atau pelaksana adalah agen-agen intelijen asing itu yang ada di Indonesia. Tentu mereka bekerja untuk kepentingan CIA Amerika, Mossad Israel dan ONA Australia. Coba kita lihat, sampai ada polisi yang menjadi agen mereka yang melatih di Aceh. Jadi jangan dibilang Abu Bakar Baasyir dong tetapi ya orang itu.

Tapi bisa saja pengadilan mengambil data-data dari mereka sebagai data yang sah atau tidak sah. Tetapi menurut pengamatan intelijen saya absolutly tidak sah. Mengapa? Karena bila berdasarkan data intelijen, seharusnya penangkapan Abu Bakar Baasyir dilakukan secara tertutup bukan malah dihebohkan.

Penangkapan Abu Bakar Baasyir itu sangat besar artinya di luar negeri. Jadi sebenarnya dengan penangkapan Abu Bakar Baasyir sedemikian rupa sangat merugikan Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini, karena Indonesia akan benar-benar dimaknai oleh asing sebagai sarang teroris.

Mengapa bisa terjadi penyesatan intelijen, lantas apa peran BIN Indonesia?

Ya, karena intelijen Indonesia sekarang hanya sebagai pengamat, bukan operator sehingga tidak bisa melakukan operasi kontra intelijen.

Jadi maksud Anda selama ini BIN tidak difungsikan?

Betul. Sejak reformasi, sistem intelijen Indonesia diubah sedemikian rupa sehingga tidak bisa lagi melakukan kontra intelijen.

Bila BIN berfungsi seperti apa kontra intelijen yang seharusnya dilakukan?

Sedari awal dilakukan pencegahan dan tidak ada lagi pencomotan aktivis Islam. Jadi sebelum terjadi sesuatu itu BIN harus sudah tahu sehingga pemerintah dapat mencegah. BIN melaporkan kepada presiden. Jadi sebelum ditangkap dan dibawa ke pengadilan sudah di-counter terlebih dahulu, diikuti orang itu dan bukan tidak mungkin juga di lapangan bertemu dengan agen-agen asing yang sedang melakukan penyesatan intelijen. Kontra intelijen perlu!

Tapi ingat BIN itu seharusnya bukan bekerja untuk presiden, bukan pula bekerja untuk legislatif, maupun yudikatif tetapi untuk rakyat dan negara Indonesia. Malah saya bilang intelijen berhak menjatuhkan presiden, karena BIN bekerja untuk rakyat dan negara Indonesia.

Mengapa sih asing terus bermain di Indonesia?

Menurut saya negara-negara terutama Amerika, Israel dan Australia sangat berkepentingan dengan masa depan Indonesia. Karena menurut ketiga negara ini, Indonesia bisa menjadi ancaman, gangguan, tantangan bila umat Islam di Indonesia ini bersatu. Kalau itu terjadi apa bisa Israel tetap berdiri? Jelas tidak bisa. Apakah Indonesia tetap bisa jadi jembatan Asia-Pasifik? Tidak bisa karena Indonesia jadi berdaulat, yang lewat harus bayar dong.

Jadi sekarang ini Indonesia selalu diobrak-abrik, dipecah-pecah. Dari segi intelijen, tidak mungkin pecah Indonesia ini kalau bukan oleh orang Islam sendiri yang dipakai oleh intelijen. Sasaran utamanya memang negara-negara Arab.

Tuhan memang telah memberikan anugerah yang sangat luar biasa kepada Islam. Di seluruh negara-negara Islam ada minyaknya. Amerika mengincar itu. Jadi target utama Amerika itu adalah Turkmenistan, Uzbekistan, Tazikistan, Kargikistan, karena keempatnya merupakan negeri yang tidak akan habis minyaknya sampai berakhir bumi ini. Sekarang keempat tempat tersebut sudah aman dikuasai oleh pengusaha-pengusaha Yahudi. Nah yang dianggap paling mengancam eksistensi Yahudi kelak adalah Indonesia, ketika umat Islam terbesar ini bersatu.

Untuk mencegah persatuan itu, maka salah satu caranya adalah dengan membawa neoliberalisme dan neokapitalisme. Paham inilah yang mengatakan Islam sebagai teroris.

Siapa “orang Islam sendiri” yang Anda maksud dimanfaatkan intelijen Amerika, Israel dan Australia itu?

Intelijen tidak pernah menyebutkan keterangan apapun karena memang tidak boleh. Yang bisa menyebutkan keterangan hanyalah presiden. Cuma, saya hanya boleh mengatakan orang-orang yang ada di sekeliling SBY ini adalah orang-orangnya CIA. SBY itu dibodoh-bodohi oleh orang-orang yang dipakai CIA itu. Mereka menjadi pembisik-pembisik SBY!

0 comments:

HIP Sumut: Tidak ada Terorisme di Medan !

Medan, mediaumat.com- "Tak ada teroris di Sumut!" Demikian statemen tegas dari Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno dalam acara Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) Edisi ke- 6 yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia Sumut. Acara yang bertema "Menguak Kepentingan Di Balik Proyek Deradikalisasi dan Kontraterorisme" ahad (26/12) di hadiri lebih dari 400 oran dari kalangan ulama, tokoh umat Islam, akademisi, intelektual, aktifis

"Pada kasus penyerangan Polsek Hamparan Perak misalnya. Ketika saya tanyakan kepada tersangka mereka mengaku hanya mengincar tiga orang polisi sebagai aksi balas dendam atas teman mereka yang ditembak beberapa waktu sebelumnya. Ini murni kriminal," ungkap Kapolda.

Kapolda juga mengkritisi defenisi "teroris" yang sering disematkan pada ummat Islam. Di sisi lain, ia sendiri tidak menemukan adanya upaya teror seperti defenisi yang dimaksud pada rentetan peristiwa Hamparan Perak, Tanjungbalai dan perampokan CIMB Niaga, Medan.

Selain itu, langkah penggerebekan yang dilakukan oleh Densus 88 juga disayangkan karena tidak ada koordinasi dengan aparat setempat. "Lahir 3 orang janda yang suami mereka ditembak mati ditempat dengan tuduhan melakukan aksi teror. Padahal bukti itu tidak ada, sampai detik ini," sebut Kapolda lagi yang disambut teriakan takbir oleh peserta halqoh.

Sementara itu Abdul Hakim Siagian, menyebut, ada upaya terorganisir bagaimana menunggangi segala isu untuk kepentingan asing. Densus 88 sudah melakukan pelanggaran HAM berat padahal, belum ada keputusan tetap yang mengatakan mereka ini adalah teroris.

"Lalu dari mana isu itu muncul? Ini kasus yang penuh intrik dan konspirasi dari Barat, mengingat Amerika sangat takut dengan kekuatan Ummat Islam yang dapat menggeser hegemoni mereka atas penjajahan di Indonesia," sebut Abdul Hakim.

Abdul Hakim juga mengatakan, rekomendasi terkait yang dilakukan Densus 88 juga sudah ditolak oleh Mahkamah Agung. "Proyek kontra terorisme yang dikomandoi oleh BNPT sebenarnya adalah satu proyek yang ingin melegalkan terorisme defenisi mereka jika itu benar-benar ada. Sementara terorisme itu belum ada defenisi yang jelas. Itu hanya opini media yang terlalu digemborkan atas konspirasi yang sengaja disetting oleh Amerika, lagi-lagi untuk kepentingan modal," ujar Abdul Hakim Siagian .

Sementara pembicara lain Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia, Muhammad Ismail Yusanto menyebut, ada upaya untuk menunggangi semangat perlawanan terhadap penjajahan Amerika dengan mengaburkan makna jihad. "Kata teroris gencar berdengung pasca tragedi menara kembar WTC yang juga sarat dengan muatan konspirasi. Banyak keanehan yang sudah diungkap para pakar. Menyusul statemen dari Amerika yang memisahkan orang-orang bersama Amerika atau bersama teroris. Itu artinya, yang tidak mendukung Amerika atas segala tindakan kriminal dan penjajahannya adalah teroris," sebut Ismail Yusanto lagi.

Ia juga berharap, para ulama yang diundang BNPT nanti hendaknya bersikap kritis terhadap program deradikalisasi yang hendak dirumuskan. Jangan sampai, program deradikalisasi justru menggiring ulama untuk menjadi corong dan jurubicara Densus 88.

0 comments:

Kapolda Babel: HTI Layak Dicontoh

mediaumat.com- Brigadir Jenderal (Pol) M Rum Murkal, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, memberikan apresiasinya kepada Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dalam melakukan demo meskipun mengerahkan massa puluhan ribu tetap tertib dan tidak anarkis. Hal ini layak dicontoh oleh elemen masyarakat lainnya dalam melakukan demo.

"Ini layak dicontoh. Saya sangat mengapresiasi HTI dalam melakukan demo. Saya lama bertugas di jajaran Polda Metro Jaya, jadi tahu betul. Kalau aksi kepalanya sudah nyampai Kedubes AS ekor barisan masih di Monas, panjang barisan bisa kiloan meter," katanya dalam dialog dengan LSM dan Ormas Bangka Belitung di Ruang Rapat Utama Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kamis, 27 Januari 2011.

HTI meskipun mengerahkan puluhan ribu massa namun selama aksi jalannan yang dilalui berish benar. Tak tampak sampah berserakan.

"Saya perhatikan mereka menyiapkan petugas khusus yang membawa kantong asoi. Petugas itu menampung sampah peserta seperti bekas botol air mineral dan lainnya. Lalu jika sudah penuh petugas itu langsung membuangnya ke kotak sampah. Bersih betul," katanya.

Tak hanya itu mereka juga tidak menganggu pengguna jalan lainnya. Tak ada, katanya, sampai memacetkan lalu lintas. "Jadi tak ada jalan yang diblokir, mereka (HTI-red) hanya menggunakan sebagain badan jalan, jadi aktivitas lalu lintas lancar," paparnya.

Hanya saja, kata M Rum Murkal, yang kita ‘sesalkan' mengapa kok demonya dilakukan hari Sabtu atau Minggu. "Kita jadi tidak bisa libur," katanya tertawa. "Kita senang kalau aksi berjalan tertib. Saya yakin pilihan waktu itu mereka (HTI-red) sudah menghitung secara matang agar tidak ada yang terzalimi," katanya.

Bahkan lanjut M Rum Murkal, HTI pernah mendapatkan piagam penghargaaan sebagai demontasi paling tertib dari Kapolda Metro Jaya kala itu. Untuk itu M Rum urkal meminta LSM dan Ormas yang hadir dalam dialog tersebut mencontoh HTI dan memberikan apresiasi.

"Ini harus kita apresiasi, hayo kita beri tepuk tangan kepada HTI," katanya disambut tepukan tangan puluhan peserta yang hadir.

Dalam melakukan demo, lanjutnya, yang penting pesan tersampaikan dengan baik. Dan jangan sampai melanggar hukum yang ada dan menganggu ketertiban masyarakat.

Dialog tersebut berjalan santai namun hangat. Sejumlah masukan dan kritikan dilontarkan para peserta terutama terkait soal ketertiban dan keaman masyarakat.

Sofyan Ruidanto, Ketua DPD I HTI Bangka Belitung, menyambut positif dialog tersebut. Hal ini sangat penting agar adanya kesamaan persepsi tentang berbagai persoalan di masyarakat.

Ia juga meminta kepada Polda selain melakukan penindakakn secara tegas terhadap pelaku kejahatan. Harus ada upaya pembinaan atau penyadaran terhadap masyarakat. Untuk itu HTI siap bekerja sama dengan Polda dalam melakukan pembinaan.

"Upaya pembinaan sangat penting sebagai tindakan pencegahan seperti di sekolah, kampus, komunitas masjid dan komunitas lainnya. HTI siap bekerja sama dengan Polda dalam melakukan pembinaan ini," paparnya.

Dalam dialgog tersebut hadir Kombes Rusli Nasution Wakapolda, Kombes Syaherdam Irwasda, Kombes Mohan Dansat Brimob, Kombes Agus Saripul Dir Intel, Kombes Heb Dehem Dir Binmas dan AKBP Margiyanta Kapolres Pangkalpinang.

Sejumlah LSM dan Ormas yang hadir HTI Bangka Belitung, HMI, WALHI, Pemuda Panca Marga, LSM KAMPAK, LCKI, HMI, KBCL, PDKP dan lainnya. (Harian Metro Babel)

0 comments:

Low Explosive, High Opinion

Bom buku meski kecil berdampak besar secara opini karena bisa menenggelamkan isu yang ada, sekaligus digunakan untuk mendiskreditkan gerakan khilafah.

Di tengah persidangan Abu Bakar Baasyir, masyarakat Jakarta khususnya, dikejutkan dengan adanya temuan bom buku. Awalnya bom buku ini hanya ditujukan ke empat sasaran yakni bekas tempat nongkrong Ulil Abshar Abdalla di Jl Utan Kayu Raya, kantor Gorries Merre di BNN, rumah Yapto (Tokoh Pemuda Pancasila), dan rumah penyanyi Ahmad Dhani.

Salah satu bom buku itu meledak gara-gara dibuka sendiri oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan tanpa mengikuti prosedur. Polisi ini tangan kirinya luka parah terkena ledakan.

Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman, bom itu berdaya ledak rendah (low explo-sive). "Jenis ledakan low explosive. Dari manual kita tercium bau petasan," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman di lokasi kejadian. Bom buku di tiga lokasi lainnya tidak meledak.

Teror bom itu tidak berhenti sampai di situ. Setelah itu muncul pula teror sejenis di berbagai tempat. Namun paket-paket itu bukan bom. Ada yang berisi boneka, susu, pakaian bekas, koran, dan sebagainya.

Motif
Hingga berita ini diturun-kan, polisi belum menemukan motif pengiriman paket bom buku ini. Polisi pun belum bisa mengungkap pelakunya. Polisi hanya menyebar sketsa orang yang mengirimkan paket ke kan-tor lama Ulil di Utan Kayu.

Ada kalangan yang mendu-ga bom buku ini sengaja dibuat untuk mengalihkan isu bocoran Wikileaks yang menghantam Presiden Susilo Bambang Yudho-yono. Serangan Wikileaks itu sangat telak.

Bom buku ini juga bisa dikaitkan dengan persidangan Baasyir. Pengamat dari Indonesian Crime Analyse Forum Mustofa B Nahrawardaya, seperti dikutip detikcom (15/3) mengatakan, tujuan aksi ini agar masyarakat mewaspadai gerakan aksi bom oleh kelompok yang diidentifikasikan sebagai kelompok pengikut Abu Bakar Baasyir.

Pengamat intelijen AC Manullang menyebut ini adalah pekerjaan intelijen untuk meng-obok-obok umat Islam. ”Maka apa yang terjadi luar biasa menyakitkan, mengerikan dan mendiskreditkan nama Islam. Maksudnya agar yang dituduh seba-gai pelakunya adalah Islam,” katanya kepada Media Umat.

Dan, anehnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Ansyaad Mbai lang-sung menuding bahwa pelaku-nya adalah orang yang ingin menegakkan khilafah meski tanpa bukti apapun. ”Pikiran dan ucapan mereka dipersepsikan pelaku sebagai penghalang dari apa yang menjadi tujuan pelaku. Ideologi pelaku ingin mendirikan khilafah (negara Islam). Orang berpikiran seperti inilah yang kami hadapi," kata Mbai dalam diskusi "Setelah Bom Buku, Ter-bitlah Isu" di Jakarta (19/3).

Malam setelah ledakan di Utan Kayu, sebuah televisi swas-ta pun langsung membuat pro-paganda dalam sebuah diskusi dengan menghadirkan Hendro-priyono. Mantan Kepala BIN ini pun sama dengan Mbai lang-sung menuduh bahwa pihak yang berada di balik bom buku ini adalah mereka yang ingin me-nerapkan syariah dan khilafah.

Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI Harits Abu Ulya menilai ada upaya BNPT untuk mencari legi-timasi dari sisi opini atau regulasi, yang nantinya dipakai untuk me-nindak secara represif kelompok-kelompok yang menyuarakan khilafah. “Ini merupakan langkah sengaja membangun opini dan propaganda untuk mengkri-minalisasi terminologi Khilafah,” katanya.

Selain itu, Harits menduga bom buku ini digunakan untuk pengondisian pembahasan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Intelijen. Tak lama berse-lang setelah ledakan di Utan Kayu, pemerintah melalui Badan Intelijen Negara (BIN) menyodor-kan draft RUU tersebut ke DPR. Dalam RUU itu, pihak intelijen meminta wewenang lebih untuk bisa menangkap orang yang di-duga melawan negara.

Konyol dan Dipaksakan
Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto menilai, mengaitkan bom buku dengan upaya penegakan khila-fah merupakan cara konyol un-tuk mendiskreditkan gerakan khilafah.

Menurutnya, cara konyol itu dilakukan lantaran tidak satu jalan pun yang dapat digunakan oleh mereka untuk melawan se-cara intelektual, rasional, emosi-onal, maupun secara legal arus dukungan terhadap penegakan khilafah.

“Secara legal, berdakwah untuk menyadarkan kaum Muslim agar kembali menegakkan khilafah merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi atau UU yang ada,” ujarnya.

Secara emosional, justru khilafah dekat dengan emosi umat Islam yang saat ini merasa tertindas, merasa lemah, tidak mampu menghadapi berbagai tantangan yang menghadang datang dari musuh musuh Islam, kecuali bersatu dalam satu ko-mando seorang khalifah.

Secara rasional, tidak ada lagi yang bisa ditempuh umat Islam untuk menghadapi begitu banyak problem kecuali kembali kepada syariah dan khilafah. Secara intelektual, ini adalah gagas-an yang mempunyai basis teori yang sangat kokoh baik secara teologi, maupun secara historis. “Ditambah lagi bahwa pengusungnya, HTI, itu tidak pernah menggunakan jalan kekerasan di dalam menyampaikan penya-daran ini,” ungkapnya.

Ismail menjelaskan, mereka sangat kesulitan untuk memben-dung berkembangnya gagasan yang semakin hari semakin di-terima oleh masyarakat ini. Ber-bagai survei membuktikan ma-syarakat kian banyak yang men-dukung gagasan khilafah.[] humaidi
Perjuangan Khilafah Tanpa Kekerasan

Hizbut Tahrir menegaskan garis perjuangannya dalam menegakkan syariah dan khilafah tanpa kekerasan/angkat senjata (non violence). Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT, seperti kitab Ta'rif (Mengenal HT) atau Manhaj Hizbut Tahrir fi Taghyir (Strategi Hizbut Tahrir Untuk Melakukan Perubahan).

Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa perubahan yang dicita-citakan harus dimulai dari pemikiran, serta meyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga hari Kiamat bersifat tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyasiyah (politik) dan la madiyah wa la unfiyyah (non fisik dan kekerasan).

Terbukti, dalam aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak didirikan, HT tidak pernah sekalipun menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap represif dan kejam terhadap HT. Dalam wawancara dengan Al Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.” (http://www.English.aljzeera.net).

Bill Rammell mengatakan, “Kami belum menemukan bukti yang kuat bahwa Hizbut Tahrir adalah organisasi yang menyerukan kekerasan atau terorisme. Kita juga belum pernah melihat adanya hubungan kerja sama antara Hizbut Tahrir dan Alqaidah (UK FCO Minister Bill Rammell, Hansard, 19/4/04). ICG juga menyatakan hal yang sama tentang perbedaan HT yang melarang penggunaan aktivitas kekerasan dengan kelompok jihad (International Crisis Group, 2/3/05).

Dengan demikian, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan terorisme adalah upaya pelacuran intelektual, yang penuh dengan kepentingan, khususnya kepentingan negara-negara besar, seperti AS dan Inggris. Penyebabnya tidak lain, karena HT dianggap merupakan ancaman potensial terhadap hegemoni kapitalisme global yang telah menyengsarakan umat manusia.[]

0 comments:

“Konferensi Rajab Kokohkan Tekad Perjuangan Menegakkan Syariah dan Khilafah”


Sukseskan konfrensi rajab 1432 H/Juni 2011 di kota anda

0 comments:

Polri: Motif Rencana Siaran Ledakan Bom Murni Bisnis

Kelompok Pepi Fernando, mantan wartawan infotainment dari rumah produksi Otista, merencanakan akan meledakkan bom dengan berat total sebesar 150 kilogram di dalam saluran gas di depan Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang. Ia berniat merekam peristiwa ini dan menyiarkannya ke media internasional. Menurut Polri, motif dari peledakan bom tersebut murni urusan bisnis.

“Ya, itu murni urusan bisnis. Tapi kita belum mendapatkan keterlibatan media asing,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Boy Rafli Amar yang ditemui Republika di kantornya, Senin (25/4).

Boy menambahkan urusan bisnis tersebut dapat dilihat dari rencana peliputan khusus yang akan direkam Imam Firdaus (IF) atas permintaan Pepi, yang selanjutnya akan dijadikan film dokumenter. Kemudian mereka akan menjualnya ke media internasional untuk disiarkan. Pepi dan Imam sendiri telah lama akrab sejak sama-sama bekerja di rumah produksi Otista.

Boy juga menduga kelompok Pepi telah merencanakan akan melakukan serangkaian ledakan bom setelah bom di Gereja Christ Cathedral itu. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya bom yang ditemukan di rumah mertua Pepi yang berada di komplek perumahan elite di Bekasi, Perumahan Harapan Indah. “Buat apa ada bom sebanyak itu? Pasti mereka telah merencanakan bom lainnya,” tegasnya. (republika.co.id, 25/4/2011)

0 comments:

Antv: Berani Tidak HTI Menjadi Parpol?

Jakarta, mediaumat.com- "Saya salut sama HTI, kalau melakukan aksi itu rapi, cinta damai!" ujar Wakil Pemimpin Redaksi Stasiun Televisi Antv Amanullah Hasan, Kamis (21/4) siang saat menerima delegasi Hizbut Tahrir Indonesia di Kantor Redaksi Antv, Jakarta.

Selain Amanullah, hadir pula Koordinator Liputan Antv Muchlis Ainurrafick dan Manajer Current Affairs Antv Kenmada. Ketiganya begitu akrab menerima kedatangan dua Ketua DPP HTI Rokhmat S Labib dan Farid Wadjdi, Sekretaris Jubir HTI Roni Ruslan, serta anggota Faaliyah DPP HTI Budi Dharmawan.

Amanullah pun menyatakan kesetujuannya dengan penegakkan syariah Islam di Indonesia. "Cuma kapan HTI menjadi parpol? Berani enggak menjadi parpol? Agar gerakannya menjadi politis," ujarnya.

Farid pun menjawab bahwa HTI sudah melakukan aktivitas politis yakni melakukan pembinaan dan penyadaran masyarakat akan wajibnya terikat pada syariah Islam; melakukan amar makruf nahi munkar di tengah masyarakat terutama kepada penguasa; dan melakukan artikulasi atau menangkap aspirasi dari masyarakat untuk dipecahkan dengan solusi Islam.

"Cuma satu memang yang tidak kita lakukan, yakni legislasi," aku Farid.

"Nah itu!" ujar Amanullah mempertanyakan apakah bisa tegak syariah Islam bila pejuangnya tidak masuk parlemen.

Farid pun menjelaskan pemilu bukanlah satu-satunya jalan perubahan. Menurutnya perubahan justru seringkali terjadi di luar parlemen. "Kita percaya perubahan itu bisa tumbuh bila masyarakat menginginkan dan pemegang kekuatan (ahlul quwwah/militer) mendukung," paparnya.

Ia pun mencontohkan perubahan di Mesir. Ketika masyarakat mengingkinkan diktator Husni Mubarok turun dan militer pun mendukung masyarakat, maka Mubarok pun lengser. Tetapi ketika dukungan militer terpecah, seperti halnya di Libya, maka rezim Muammar Qaddafi hingga sekarang belum juga dapat diturunkan.

Farid pun mengungkapkan, perubahan di Mesir itu tidak mendasar, karena sekedar mengganti rezim saja. Hal itu terjadi karena pemahaman masyarakat akan sistem yang menerapkan syariah Islam secara kaffah masih kabur.

"Itulah pentingnya melakukan pembinaan dan penyadaraan ditengah masyarakat tentang wajibnya menerapkan syariah Islam dalam bingkai khilafah," ujarnya.

HTI pun menjelaskan maksud kedatangannya ke Antv merupakan bagian dari program silaturahim kepada insan pers dan memberitahukan agenda terdekatnya yakni secara estafet HTI di berbagaia kota besar menggelar Konferensi Rajab: Hidup Sejahtera di Bawah Naungan Khilafah dengan acara puncak dilaksanakan pada 29 Juni di Jakarta.[] joko prasetyo/mediaumat.com

0 comments:

ILMUAN MUSLIM BIDANG MATEMATIKA


Sebuah pertanyaan sekali lagi muncul dari teman-teman dekat mengenai keilmuan dalam Islam. Apakah orang Islam pernah menemukan sesuatu??? Apakah ilmu dasar MATEMATIKA berasal dari para penemu barat?? Bukankah dalam al Qur'an ( kitab suci umat Islam ) ada ayat mengenai ilmu pengetahuan?? Apa Implementasinya??

Pada postingan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan tentang hal tersebut. Dari bacaan yang saya posting ulang di Blog ini, silahkan dibaca mengenai peletakan ilmu dasar MATEMATIKA oleh Matematikus Muslim asal Persia pada abad ke 9 Masehi yaitu Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi sang penulis kitab matematika tersebut.

Sejatinya kitab ini berjudul al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-gabr wa'l-muqabala. Dalam bahasa Inggris kitab ini dikenal sebagai "The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing". Kitab peletak dasar matematika modern itu biasa pula disebut Hisab al-jabr wal-muqabala.

Aljabar berasal dari bahasa Arab Al-Gabr yang berarti ''pertemuan'' atau ''hubungan.'' Aljabar merupakan cabang matematika yang dapat dicirikan sebagai generalisasi dan perpanjangan aritmatika. Aljabar juga merupakan nama sebuah struktur aljabar abstrak, yaitu aljabar dalam sebuah bidang. Carl B. Boyer dalam karyanya bertajuk "The Arabic Hegemony": A History of Mathematics, mengungkapkan, Kitab Aljabar karya Khawarizmi menguraikan perhitungan yang lengkap dalam memecahkan akar positif polynomial persamaan sampai dengan derajat kedua.

Boyer menambahkan, kitab karya Khawarizmi itu juga memperkenalkan metode dasar "mengurangi" dan "keseimbangan/balancing", yang mengacu pada perubahan syarat-syarat mengurangi sisi lain sebuah persamaan yaitu pembatalan syarat-syarat seperti sisi berlawanan dari persamaan.

Kitab Aljabar juga telah menjadi rujukan ilmuwan sepanjang masa, baik itu bagi matematikus Islam maupun Barat. Beberapa saintis terkemuka juga telah menerbitkan buku dengan nama Kitab al-Gabr wa-l-muqabala, diantaranya; Abu Hanifa al-Dinawari serta Abu Kamil Shuja ibnu Aslam.

Selain itu, Abu Muhammad al-'Adli, Abu Yusuf al-Missisi, 'Abd Al-Hamid ibnu Turk, Sind ibnu 'Ali, Sahl ibnu Bišr, dan Sarafaddin al-Tusi juga termasuk ilmuwan Muslim yang banyak terpengaruh pemikiran Khawarizmi.

R Rashed dan Angela Armstrong dalam karyanya bertajuk The Development of Arabic Mathematics, menegasakan bahwa Aljabar karya Al-Khwarizmi memiliki perbedaan yang signifikan dibanding karya Diophantus, yang kerap disebut-sebut sebagai penemu Aljabar. Dalam pandangan kedua ilmuwan itu, karya Khawarizmi jauh lebih baik di banding karya Diophantus.

"Teks karya Khwarizmi begitu berbeda, tidak hanya dari buku karya orang Babilonia, tetapi juga dari karya Arithmatika-nya Diophantus. Ini tidak lagi menyangkut sejumlah masalah untuk diselesaikan, namun sebuah pertunjukan yang dimulai dengan istilah sederhana yang kombinasinya memberikan semua kemungkinan untuk persamaan dasar, yang mulai saat ini secara eksplisit merupakan objek studi yang benar,'' papar Rasheed dan Armstrong.

Hal senada diungkapkan sejarawan sains JJ O'Connor dan EF Robertson pada karyanya berjudul History of Mathematics. Menurutnya, karya matematikus Persia itu merupakan karya yang revolusioner. "Mungkin salah satu kemajuan yang paling signifikan yang dibuat ahli matematika Arab hingga saat ini adalah karya Khawarizmi, yakni Kitab Aljabar,'' ujar O'Connor dan Robertson.

Menurut keduanya, Kitab Aljabar sungguh sangat revolusioner, karena mampu beralih dari ari konsep matematika Yunani yang didasarkan pada geometri. 'Dalam pandangan O'Connor dan Robertson, Kitab Aljabar yang ditulis Khwarizmi berisikan teori pemersatu yang menyediakan angka-angka/bilangan rasional, angka-angka irasional, besar/jarak geometri, dan lain-lain.

O'Connor dan Robertson menambahkan semua bilangan tersebut diperlakukan sebagai "objek aljabar". Hal itu dinilai sebagai sebuah perkembangan bagi matematika. Pasalnya, Kitab Aljabar telah membuka jalan baru bagi konsep yang telah ada sebelumnya.

"Dan ini merupakan sarana yang dapat menjadi kendaraan bagi pembangunan masa depan s. Aspek lain yang penting adalah aspek pengenalan gagasan Aljabar yang telah disediakan matematika yang akan diterapkan untuk dirinya sendiri dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya," papar O'Connor dan Robertson.

Kitab karya Khawarizmi itu merupakan sebuah kompilasi dan perluasan aturan yang diketahui untuk memecahkan persamaan kuadrat dan untuk beberapa masalah lain, dan dianggap sebagai dasar aljabar moderen. Buku yang sangat populer ini mulai diperkenalkan ke dunia dunia Barat lewat terjemahan bahasa Latin oleh Robert of Chester berjudul Liber algebrae et almucabala.

Karena buku ini tidak memberikan sejumlah kutipan untuk penulis sebelumnya, sehingga tak diketahui pendapat siapa saja yang digunakan Khwarizmi sebagai referensi dalam karyanya itu. Sejarawan matematika modern mengomentari kitab itu berdasarkan analisis tekstual dari buku dan seluruh tubuh pengetahuan tentang dunia Muslim kontemporer.

Pastinya yang paling berhubungan dalam karya Khawarizmi adalah ilmu matematika India. Pasalnya, ia telah menulis buku berjudul Kitab al-Jam wa-l-tafriq-bi-hisab al-Hind atau The Book of Addition and Subtraction According to the Hindu Calculation yang membahas sistem bilangan Hindu-Arab.

Buku persamaan pengurangan kuadrat acak ke salah satu dari enam jenis dasar dan menyediakan metode aljabar dan geometri untuk memecahkan dasar utama. "Pengurangan angka-angka abstrak modern dalam aljabarnya Khawarizmi adalah retorik menyeluruh, dengan tidak ada yang sinkopasi ditemukan pada Aritmatika Yunani atau karya Brahmagupta. Bahkan angka-angka yang ditulis lebih banyak dalam kata-kata daripada simbol," tutur Carl B Boyer, dalam karyanya bertajuk A History of Mathematics.

Dengan demikian persamaan akan dijelaskan secara lisan dalam bentuk istilah "kuadrat" (sekarang menjadi "x2"), "akar" (sekarang menjadi "x") dan "angka"(biasa dibilang angka, seperti '40-2'). Enam jenis persamaan dengan angka-angka modern, adalah :

* kuadarat sama dengan akar ( ax2 = bx )
* kuadrat sama dengan angka/bilangan ( ax2 = c )
* akar sama dengan angka ( bx = c )
* kuadrat dan akar sama dengan angka ( ax2 + bx = c )
* kuadrat dan angka sama dengan akar ( ax2 + c = bx )
* akar dan angka sama dengan kuadrat ( bx + c = ax2 )

Bagian berikutnya dari buku ini membahas contoh-contoh praktis dari penerapan peraturan yang telah dijelaskan. Bagian berikut, berkaitan dengan penerapan masalah pengukuran luas dan volume atau isi. Bagian terakhir berkaitan dengan perhitungan yang melibatkan aturan yang sulit dari warisan Islam.

0 comments:

Penemuan Dahsyat Ilmuwan Islam

Tulisan saya kali ini akan membahas tentang penemuan-penemuan spektakuler dari para ilmuwan Islam di abad pertengahan. Meski saat ini masih ada yang beranggapan keliru dengan mengatakan bahwa “Rentang waktu kala itu adalah masa yang sia-sia”, ternyata pada dasarnya di dunia Islam telah muncul mutiara peradaban yang tidak terkira gemilangnya.

Kejayaan peradaban Islam pernah di wakili oleh Baghdad, Mesir, Andalusia, India dan lainnya. Di tempat itu lahirlah karya-karya yang luar biasa sehingga dapat menggetarkan dunia. Para ilmuwan, cendikiawan, sarjana, ahli fiqih bahkan para penguasanya pernah dengan sungguh-sungguh terobsesi pada ilmu pengetahuan. Akibatnya, muncullah sebuah tatanan kehidupan yang baik dan maju dalam sejarah dunia.

Banyak yang telah dilahirkan oleh peradaban Islam bagi dunia. Hingga saat ini, manfaatnya masih bisa dirasakan dan terus dilakukan pengembangan lebih lanjut demi kemudahan. Dan untuk lebih jelasnya mari kita telusuri beberapa penemuan dari para ilmuwan Muslim tersebut. Di antaranya:

1. Teori Relativitas Al-Kindi
Teori relativitas ternyata telah lama dicetuskan oleh ilmuwan Muslim di abad ke 8 Masehi. Dialah Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi. Ia adalah seorang ilmuwan dan filsuf Muslim keturunan Yaman dan lahir di Kufah tahun 185 H/796 M. Ilmuwan yang di kenal sebagai Alkindus di Barat ini menyatakan bahwa manusia adalah makhluk relatif dan terbatas. Walaupun semua makhluk individu tidak terbatas banyaknya, namun waktu, gerak, badan dan ruang adalah terbatas. Intinya, Al-Kindi hendak menyatakan bahwa “Waktu itu ada (eksis) karena ada gerak. Gerak itu adak karena badan/tubuh yang bergerak…. Jika tidak gerak, ada tubuh yang diperlukan untuk bergerak; jika ada badan, ada gerakan yang dilakukan”. Dengan kata lain, ruang, waktu, gerakan dan benda itu bersifat relatif satu sama lain dan tidak dapat berlaku sendiri (independent) atau absolut. Seluruhnya bersifat relatif terhadap objek-objek lain dan terhadap si pengamat.

Teori yang di gagas Einstein juga hampir sama. Ia menyatakan bahwa “Eksistensi-eksistensi dalam dunia ini terbatas, walaupun eksistensi itu sendiri tidak terbatas”. Tentu saja karena kedua ilmuwan ini hidup dan berkarya di zaman yang berbeda, maka temuan dari Einstein akan lebih mendetail dan dijelaskan dengan dukungan penelitian dan pengujian ilmiah. Bahkan telah terbukti dengan adanya ledakan bom atom di Nagasaki dan Hiroshima. Namun yang jelas, ternyata teori relativitas yang di gagas oleh Albert Einstein pada abad ke 20 telah lebih dulu di temukan oleh ilmuwan Muslim yaitu Abu Yusuf bin Ashaq al-Kindi sekitar seribu seratus tahun sebelumnya.

Gambar: Al-Kindi

Sesungguhnya, konsep tentang relativitas ruang dan waktu ini sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan Islam terdahulu. Karena di dalam Al-Qur`an telah disebutkan berbagai ayat yang mengisyaratkan relatifnya ruang dan waktu, seperti:

“Sesungguhnya sehari disisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. Al-Hajj [22] : 47).

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (Urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah [32] : 5)

Jadi, sekarang apakah kita tidak bangga dan termotivasi untuk mengembalikan kejayaan Islam itu.

2. Observatorium buatan Nasir ad-Din at-Tusi (Malagha) dan Ulugh Beg
Menurut catatan sejarah, observatorium pertama yang di buat manusia adalah yang di bangun pada zaman Yunani kuno oleh seorang asronom yang bernama Hipparchus pada tahun 150 SM. Sejak saat itu di seluruh dunia membangun observatorium hanya mencontoh mentah-mentah bangunan ini hingga belakangan ilmuwan Islam lah yang mengoreksinya. Tahun 1259 M, Nasir ad-Din at-Tusi lah yang melakukan hal itu. Ia memimpin beberapa astronom Muslim untuk membangun sebuah observatorium di Malagha. Observatorium itu pun dilengkapi dengan perpustakaan yang koleksi bukunya mencapai 400 ribu judul lebih.


Gambar diri Nasir ad-Din at-Tusi dan ilustrasi observatorium Malagha

Selain itu, sebuah obsernatorium yang lebih canggih dibangun di Samarkand dengan nama Ulugh Beg. Seorang ahli astronomi Barat, Kevin Krisciunas dalam tulisannya berjudul The Legacy of Ulugh Beg mengungkapkan, obserbatorium termegah yang dibangun sarjana Muslim adalah Ulugh Beg. Observatorium itu di bangun seorang penguasa keturunan Mongol yang bertahta di Samarkand bernama Muhammad Taragai Ulugh Beg (1393-1449). Dia adalah pejabat yang menaruh perhatian terhadap astronomi. Ketertarikannya itu bermula ketika dia mengunjungi observatorium di Malagha yang di bangun oleh astronom terkemuka, Nasir ad-Din at-Tusi.

Foto: Observatorium Ulugh Beg di Samarkand

Geliat pengkajian astronomi di Samarkand mulai berlangsung pada tahun 1201 M. Namun aktivitas astronomi yang sesungguhnya di wilayah kekuasaan Ulugh Beg mulai berlangsung sejak tahun 1408 M. Sejak saat itu semangat pengkajian astronomi di Samarkand mencapai puncaknya ketika pejabat dan ahli astronomi itu memerintahkan membangun sebuah observatorium Ulugh Beg (sesuai dengan namanya) untuk kepentingan penelitian. Namun sayang, setelah Ulugh Beg meninggal maka observatorium itu mulai di abaikan hingga akhirnya rusak dan terbengkalai.

3. Sistem air mancur temuan Banu Musa bersaudara
Dalam berbagai catatan sejarah, terungkap bahwa umat Islam menjadi umat pertama yang menggunakan media air dalam rancangan sebuah taman. Di samping itu, masjid, istana, rumah juga ikut menggunakan media air ini dalam mempercantik arsitekturnya. Namun sayang hanya sedikit atau bahkan tidak ada lagi yang pernah mengangkat hal ini, bahwa ilmuwan Muslim lah yang pertama-tama mengenalkan sistem air mancur.



Gambar: Banu Musa bersaudara

Banu Musa bersaudara telah meninggalkan warisan yang berharga bagi umat Islam, yaitu karya-karya yang terangkum di dalam kitab Al-Hiyal (kitab perangkat mekanik) yang bermanfaat dalam perkembangan teknik dan arsitektur Islam. Dalam kitab ini Banu Musa bersaudara membuat rancangan air mancur dalam berbagai teknik. Prinsip-prinsip geometri dan fisika telah mereka terapkan dalam pembuatan air mancur dan mereka juga telah mampu membuat tujuh model rancangan air mancur. Sungguh menakjubkan.

4. Resep pembuatan sabun ala Ar-Razi
Sabun telah di kenal oleh umat Islam sejak abad ke 9 Masehi. Dikenalkan pertama kali oleh ilmuwan Muslim yang bernama Ar-Razi atau di Barat sebagai Razes. Menurut Razi untuk membuat sabun di butuhkan campuran beragam minyak tumbuhan (diantaranya minyak zaitun) dan mencampurnya dengan sodium hidroksida serta bahan-bahan aromatik seperti thyme.

Gambar: Ar-Razi

Betapa hebatnya para ilmuwan Muslim terdahulu. Mereka telah benar-benar menerapkan salah satu sabda Rasulullah SAW bahwa “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Selain Ar-Razi, para ahli kimia Muslim abad pertengahan juga telah menemukan sabun wangi yang berwarna serta sabun cair. Bahkan baru-baru ini telah ditemukan sebuah manuskrip dari abas ke 13 yang berisi tata cara pembuatan sabun secara lebih mendetail. Berikut penjelasannya:

“Sediakan sejumlah minyak wijen, sedikit potash, alkali dan beberapa jeruk lemon. Kemudian, campur dan rebus bahan-bahan tersebut. Setelah masak, tuangkan campuran penas tersebut dalam cetakan lalu biarkan sampai menjadi dingin. Maka jadilah sabun batangan”

Sungguh mengherankan bila di Eropa pada abad pertengahan para raja dan kalangan bangsawan masih menggunakan air seni manusia untuk mencuci baju dan mandi, peradaban Islam telah menikmati sabun dalam bentuk batangan. Tapi ironisnya, sumbangsih peradaban Islam ini tidak disebutkan dalam banyak buku sejarah penemuan dunia. Kurun waktu dari abad ke 1 hingga 15 diloncati begitu saja seolah-olah lima belas abad itu tidak ada artinya.

6. Sampo buatan Sake Dean Mahomet
Tahukah Anda siapa yang memperkenalkan pertama kali sampo ke dunia Barat? Dialah seorang Muslim dari Benggali (India) bernama Sake Dean Mahomet yang membawa sampo ke daratan Eropa pada tahun 1759. Dia kemudian memperkenalkan sampo di Inggris dengan membuka “Mahomed`s Indian Vapor Baths” atau “Pemandian wangi gaya India milik Mahomet” di kawasan pelabuhan Brighton. Pemandian ini lebih mirip dengan pemandian gaya Turki atau Turkish Baths dimana ia juga menawarkan pijat terapi kulit kepala atau champi (mengeramas). Mahomet bahkan kemudian di tunjuk sebagai seorang ahli bedah khusus menyampo bagi raja George IV dan William IV.

Gambar: Sake Dean Mahomet

Sejak saat itu para penata rabut di Inggris kemudian mulai membuat sampo dengan cara merebuh sabun batangan dengan air matang yang di bubuhi dengan rempah-rempah untuk membuat rembut berkilau dan wangi.

***

Tulisan di atas hanya mengulas sedikit dari banyaknya temuan lain dari para ilmuwan Muslim terdahulu. Sungguh merupakan kebanggaan bagi penulis saat bisa membagikan informasi ini kepada para pembaca – khususnya umat Islam – dengan tujuan untuk membuka wacana baru dan memotivasi diri untuk lebih maju berkarya.

Namun sayang, banyak yang menduga pada era itu (abad pertengahan) adalah abad yang sia-sia. Kalau pun menyadarinya itu tidak benar, tidak sedikit yang menyembunyikan untaian mutiara ilmu pengetahuan itu dari sejarah dunia. Bahkan yang lebih menyedihkan lagi adalah dari kita sendiri sebagai umat Islam, kita tidak lagi bangga dengan fitrah diri kita dengan mengabaikan fakta sejarah ini. Selain itu, kita tidak lagi menjadikan apa yang dilakukan oleh pendahulu kita sebagai contoh motivasi untuk lebih maju dan terus berkarya demi mengikuti persaingan dunia. Padahal kita memiliki modal untuk menjadi kaum yang paling berjaya di seantero dunia.

Mari dari sekarang kita berniat dan meneguhkan semangat usaha demi membangkitkan kejayaan umat Islam. Karena hakekatnya itu adalah wujud nyata dari menegakkan ajaran yang termaktub di dalam agama kita (Al-Qur`an dan As-Sunnah).

[Referensi: buku "Sumbangan-sumbangan karya sains super dahsyat Islam abad pertengahan", karya; Diyan Yulianto & M.S Rohman]

0 comments: