ISLAM DAN Demokrasi ??

Gagasan demokrasi dibawa ke negara-negara berpenduduk Muslim oleh para pemikir Islam yang mempelajari budaya Barat.

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, gelombang demokrasi telah meluas ke berbagai negara, tak terkecuali negara-negara berpenduduk Muslim. Wacana demokrasi dan Islam yang kerap diwarnai pro dan kontra selalu menarik untuk diperbincangkan.

''Hubungan antara Islam dan demokrasi dalam dunia saat ini begitu kompleks,'' ungkap John L Esposito dan John O Voll dalam tulisannya berjudul Islam and Democracy. Lalu bisakah demokrasi dan Islam bisa cocok (compatible) dan berdampingan?

Konon, demokrasi berakar dari peradaban bangsa Yunani Kuno pada 500 SM. Dari negeri itulah, asal kata democratia, yang demos berarti rakyat dan cratia berarti pemerintahan. Chleisthenes - tokoh pada masa itu -- dianggap banyak memberi kontirbusi dalam pengembangan demokrasi.

Chleisthenes adalah tokoh pembaharu Athena yang menggagas sebuah sistem pemerintahan kota. Pada 508 SM, Chleisthenes membagi peran warga Athena ke dalam 10 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari beberapa demes yang mengirimkan wakilnya ke Majelis yang terdiri dari 500 orang wakil.

Sejatinya, jauh sebelum bangsa Yunani mengenal demokrasi. Para ilmuwan meyakini, bangsa Sumeria yang tinggal di Mesopotamia juga telah mempraktikkan bentuk-bentuk demokrasi. Konon, masyarakat India Kuno pun telah menerapkan prinsip-prinsip demokrasi dalam kehidupan mereka, jauh sebelum Yunani dan Romawi.

''Demokrasi muncul dari pemikiran manusia,'' ungkap Aristoteles seorang pemikir termasyhur dari Yunani. Gagasan demokrasi yang berkembang di Yunani sempat hilang di barat, saat Romawi Barat takluk ke tangan suku Jerman. Pada abad pertengahan, Eropa Barat menganut sistem feodal. Kehidupan sosial dan spiritual dikuasai Paus dan pejabat agama Lawuja. Magna Charta yang lahir pada 1215 dianggap sebagai jalan pembuka munculnya kembali demokrasi di Barat. Pada masa itu, muncullah pemikir-pemikir yang mendukung berkembangnya demokrasi seperti, John Locke dari Inggris (1632-1704) dan Montesquieu dari Prancis (1689-1755).

Demokrasi tumbuh begitu pesat ketika Eropa bangkit di abad pencerahan. Pada masa itulah lahir pemikiran-pemikiran besar tentang relasi antara penguasa dengan rakyat, atau negara dan masyarakat. Secara sederhana, Ulf Sundhaussen karya tulisannya Demokrasi dan Kelas Menengah menyebutkan beberapa kriteria demokrasi.

Pertama, adanya jaminan hak bagi setiap warga negara untuk memilih dan dipilih dalam pemilu yag diadakan secara berkala dan bebas. Kedua, setiap warga negara menikmati kebebasan berbicara, berorganisasi, mendapatkan informasi, serta beragama. Ketiga, dijaminnya kesamaan hak di depan umum.

Sementara itu, Joseph Schumpter dalam Capitalism, Socialism and Democracy menyatakan demokrasi sebagai mekanisme pasar. Para pemilih bertindak sebagai konsumen dan para politisi adalah wiraswastanya. Ide demokrasi terus mengalir hingga ke Timur Tengah pada pertengahan abad ke-19.

Gagasan demokrasi itu dibawa ke negara-negara berpenduduk Muslim oleh para pemikir Islam yang mempelajari budaya Barat. Para pemikir inilah yang kemudian menekankan pentingnya umat Islam untuk mengadopsi hukum-hukum Barat dengan cara selektif. Salah satu pemikir Islam yang menekankan hal itu adalah Muhammad Abduh (1848-1905) - pembaru pemikiran Islam di Mesir.

Melalui Al-Manar, Abduh menekankan pentingnya penguatan moral akar rumput masyarakat Islam, dengan kembali ke masa lalu, namun mengakui dan menerima kebutuhan untuk berubah, serta menghubungkan perubahan itu dengan ajaran Islam. Abduh meyakini Islam dapat mengadopsi untuk berubah sekaligus mengendalikan perubahan itu.

''Islam dapat menjadi basis moral sebuah masyarakat yang progresif dan modern,'' papar Abduh. Seabad kemudian, banyak negara Muslim di dunia yang memilih demokrasi untuk diterapkan dalam menjalankan roda pemerintahannya.

Oxford Encyclopedia of the Modern Islamic World membagi pandangan umat Islam terhadap demokrasi ke dalam dua kelompok, yakni liberal dan konservatif. Para pendukung Islam liberal dipengaruhi Muhammad Abduh. Kelompok ini menyatakan bahwa agama Islam tak bertentangan dengan perspektif sekuler.

Menurut kelompok ini, Islam mendorong umatnya untuk mendirikan pemerintahan yang berbasis pada pemikiran modern. Tiga konsep yang menjadi perhatian penganut kelompok Islam liberal adalah Syura (musyawarah), Al-Maslahah (kepentingan umum), dan 'Adl (keadilan).

Kelompok ini memandang tidak ada kesepakatan diantara ilmuwan Islam mengenai syura. Meski begitu, pada dasarnya mereka sepakat pada ayat Alquran yang memerintahkan Nabi untuk berkonsultasi dengan penasehatnya. Penganut paham liberal juga meyakini Muslim yang baik perlu bermusyawarah dengan orang lain untuk membangun hubungan. Bagi mereka, demokrasi tak bertentangan dengan Islam.

Sementara itu, kelompok konservatif menyatakan kedaulatan bukan berada di tangan manusia, tetapi di tangan Tuhan. Pandangan kelompok konservatif banyak dipengaruhi pemikiran ulama asal Mesir, Sayyid Qutb (1906-1966). Ia menyatakan, sistem negara-negara Arab yang tak Islami sebagai bagian dari jahiliyah modern.

Menurut Sayyid Qutb, banyak aspek yang berlaku dalam kehidupan modern, termsuk institusi dan kepercayaan barat sebagai kejahatan dan bertentangan dengan Islam. Dia meyakini, universalitas dan kesempurnaan Islam sangat cocok bagi setiap orang tanpa memandang tempat dan waktu. Syariah menjadi sumber aturan kehidupan.

Pemikir Islam lainnya, Hasan Al-Turabi, menyatakan sistem sosial dan politik perlu didasarkan pada tauhid. Menurut dia, syura dan tauhid bergandengan tangan.

''Syura dibutuhkan untuk menerjemahkan syariah dalam berhubungan dengan konstitusi, hukum, sosial dan masalah-masalah ekonomi,'' papar Al-Turabi. Bagi kelompok konservatif, syura sangat berbeda dengan gaya demokrasi Barat. Begitulah umat Islam memandang demokrasi.

Syura Model Demokrasi Islam

Selepas wafatnya Rasulullah SAW pada 12 Rabiulawal 11 H, para sahabat memutuskan untuk mencari tokoh yang dapat memimpin umat Islam. Sebelum Rasulullah wafat, beliau tidak menunjuk pengganti atau mewariskan kepemimpinannya kepada seseorang. Suksesi kepemimpinan pada waktu itu dilakukan para sahabat dengan musyawarah (syura) dan pemilihan.

Masyarakat Islam dengan sukarela dan tanpa paksaan mengakui dan menyetujui empat sahabat Rasulullah, secara berurutan, Abu Bakar as-Siddiq, Umat bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib, menjadi Khulafa' ar-Rasyidin (para pengganti yang memberi bimbingan). Pemilihan dan musyawarah dilakukan sesuai dengan kondisi saat itu.

Sejak saat itulah, kemudian muncul istilah syura dalam kehidupan politik, sosial, dan kemasyarakatan umat Islam. Syura berarti permusyawaratan, hal bermusyawarah atau konsultasi.

Dalam surat Ali Imran ayat 159 Allah SAWT berfirman, ''Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka dan bermusyawarlah (syawir) dengan mereka dalam urusan itu.Kemudian apabila telah berbulat tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang betawakal kepada-Nya.''

Dengan ayat itu, Islam menjadikan syura sebagai prinsip utama dalam menyelesaikan masala-masalah sosial, politik dan pemerintahan. Syura merupakan suatu sarana dan cara memberi kesempatan kepada anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan yang mengikat, baik dalam bentuk peraturan hukum maupun kebijaksanaan politik.

Setiap orang yang bermusyawarah tentu akan berusaha menyatakan pendapat yang baik, sehingga masalah atau persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan. Jika para pemimpin masyarakat, politik dan pemerintahan mengikutsertakan rakyat untuk memusyawarahkan suatu urusan, maka rakyat akan memahaminya dan ikut berpartisipasi dalam melaksanakannya.

Dengan begitu rakyat terhindar dari kesewenang-wenangan. Melalui ayat itu pula, Allah melarang para pemimpin umat memutuskan suatu urusan dengan sewenang-wenang tanpa memperhatikan aspirasi umat.

Al-Qurtubi, seorang mufasir mengungkapkan,''Musyawarah adalah salah satu kaidah syara dalam ketentuan hukum yang harus ditegakkan. Maka barang siapa yang menjabat sebagai kepala negara , tetapi ia tidak bermusyawarah dengan ahli ilmu dan agama (ulama) maka harus dipecat.''

Bentuk pelaksanaan syura memang tak ada yang menjelaskannya. Nabi Muhammad SAW yang gemar bermusyawarag dengan para sahabatnya tak mempunyai pola dan bentuk tertentu. Sehingga, bentuk pelaksanaan syura bisa disesuaikan dengan kondisi dan zaman umat Islam.

Apa Kata Mereka tentang Demokrasi

Setiap tokoh berbeda pendapat dalam menilai demokrasi yang saat ini banyak diterapkan negara-negara Muslim. Inilah pendapat mereka:

- Ayatollah Khomeini (pemimpin Spiritual Iran): Demokrasi adalah sebuah bentuk dari prostitusi, sebab dia yang memenangkan suara terbanyak akan meraih kekuasaan, yang sesungguhnya kekuasaan itu adalah milik Tuhan.

- Aristoteles (pemikir Yunani): Pemberlakuan demokrasi sebagai suatu kemerosotan. Alasannya ketidakmungkinan orang banyak untuk memerintah yang kecil jumlahnya.

- Plato (pemikir Yunani): Kebanyakan orang adalah bodoh atau jahat atau kedua-duanya dan cenderung berpihak kepada diri sendiri. Jika orang banyak ini dituruti, maka muncullah kekuasaan yang bertumpu pada ketiranian dan terror.


- Winston Churchil (Mantan PM Inggris): Demokrasi adalah kemungkinan terburuk dari bentuk pemerintahan.










Kesimpulan :

BAPAK DEMOKRASI DUNIA sendiri...PLATO DAN ARISTOTELES mengatakan: DEMOKRASI ADALAH SISTEM BURUK yang tidak cocok diterapkan dalam sistem pemerintahan. Lalu kenapa anak kemaren sore membelanya mati-matian????

0 comments:

Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan 
yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.
Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.

0 comments:

Rakyat Mesir: Stop intervensi Israel dan AS!

KAIRO (Arrahmah.com) - Sesaat setelah digulingkannya rezim Mubarak, ternyata aksi protes tak kunjung usai. Rakyat Mesir kembali melanjutkan aksi mereka untuk mendesak pemerintah mereka agar lepas dari intervensi negara asing dalam urusan dalam negeri Mesir.

Mereka menolak untuk meninggalkan jalan-jalan raya sejak hari Jumat, saat kekuasaa Presiden Hosni Mubarak yang telah berlangsung selama tiga dekade itu diserahkan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir. Rakyat Mesir mendesak para pemimpin militer baru untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah sipil sesegera mungkin.

"Kami tidak dengan Amerika atau pemerintah lainnya. Kami dapat menolong diri kami sendiri. Kami tidak perlu Amerika, Prancis, atau Israel. Kami telah membuktikan bahwa kami memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi," kata salah seorang pengunjuk rasa.

"Kami menentang AS mencampuri Mesir pendirian sebuah pemerintahan demokratis. Kami menentang setiap campur tangan asing. Kami menentang keterlibatan Amerika dan Perancis dalam urusan kami," kata demonstran lain.

Para demonstran juga meminta pemerintah untuk tidak merusak masa depan Mesir dengan melegitimasi negara Zionis Israel, seperti yang sudah dilakukan oleh rezim sebelumnya.

0 comments:

Kebebasan harus diutamakan dibanding Syariah Islam?

KAIRO (Arrahmah.com) - Mempertahankan kebebasan rakyat adalah sesuatu yang harus diprioritaskan di atas pelaksanaan Syariah (hukum Islam), kata Sheikh Yusuf al-Qaradawi pada Jumat malam (11/2/2011) dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Al Jazeera.

Al Qaradawi, yang merupakan pemikir Islam berpengaruh dan presiden Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional, adalah sosok yang terkait erat dengan Ikhwanul Muslimin, kelompok oposisi terbesar di Mesir.

Baru-baru ini, beberapa anggota Ikhwanul Muslimin telah mencoba untuk mengurangi kekhawatiran publik (baca: negara-negara Barat dan Israel, Red.) bahwa mereka ingin mendirikan negara Islam dengan menegaskan bahwa IM tidak mencari untuk celah untuk memerintah negara, atau menetapkan pemerintahan Islam di Mesir.

Al Qardhawi juga menekankan bahwa tentara harus melindungi bangsa dan hak-hak rakyat, bukan aturan negara. Dia menekankan bahwa hak untuk melakukan protes damai demi kehidupan yang lebih baik diberikan oleh Islam dan diakui oleh setiap konvensi hak asasi manusia. Dia mengucapkan selamat kepada orang-orang Mesir dan bangsa Arab atas hengkangnya Presiden Hosni Mubarak setelah 18 hari aksi yang disebut-sebut media sebagai perjuangan revolusioner Mesir.

Dia menggambarkan para pemuda revolusioner Mesir sebagai orang yang terhormat yang telah melaksanakan panggilan tugas untuk merraih keadilan nasional.

Al Qaradawi menyatakan keyakinannya bahwa Allah telah membantu mereka karena yang telah berkorban dalam rangka mewujudkan keadilan. Ia menambahkan, "Saya yakin bahwa Tuhan akan membantu tugas revolusioner. Aku telah yakinkan dalam khutbah Jumat bahwa Allah benar-benar akan segera membantu para pemuda ini."

Dia menambahkan bahwa Tahrir Square telah menjadi sebuah universitas untuk mendidik pelajaran mengenai pengorbanan diri, dan menyarankan bahwa tempat itu harus diganti namanya menjadi "25 January Revolution Square."

Al Qaradhawi memuji sajian sejumlah media independen yang telah mengungkapkan fakta-fakta dan kebohongan, serta mengkritik media pemerintah yang dinilai menyesatkan.

0 comments:

Ikhwanul Muslimin Mesir Menolak Gagasan Negara Islam

Syabab.Com - Gerakan Oposisi Paling Kuat di Mesir ini Ingin Pemilu Demokratis Yang Bebas dan Adil. Ikhwanul Muslimin Rabu berjanji untuk tidak merebut kekuasaan di Mesir, dalam upaya untuk menenangkan ketakutan Barat akan pengambilalihan kekuasan oleh kelompok Islam di tengah protes demonstrasi besar-besaran terhadap Presiden Hosni Mubarak.


Gerakan Islam ini tetap menjadi kekuatan oposisi paling kuat yang terorganisir di Mesir tetapi menjadi kekuatan yang tidak penting dalam demonstrasi besar menuntut penggulingan Mubarak, yang dilakukan oleh para pemuda Mesir yang sebagian besar kecewa terhadap politik yang djalankan.

“Ikhwanul Muslimin tidak mencari kekuasaan. Kami tidak ingin berpartisipasi dengan peristiwa saat ini,” kata pemimpin senior Ikhwan Mohammed Mursi kepada wartawan. “Kami tidak akan mengajukan calon presiden.”

Pihak Barat dan para pengamat Israel telah menyatakan rasa takut mereka atas partai yang resmi dilarang ini namun gerakan ini ditolerir bisa merebut kekuasaan, dengan merubah mesir yang merupakan sekutu utama Amerika menjadi Republik Islam dengan gaya Iran dan membatalkan perjanjian damai Mesir dengan Israel tahun 1979.

Tapi Essam al-Erian, seorang anggota senior yang berbicara pada konferensi pers yang sama, menegaskan bahwa kelompok itu hanya ingin pemilu demokratis yang bebas dan adil.

“Mengapa ada ketakutan atas Ikhwanul Muslimin? Tidak ada yang bisa membenarkan ketakutan ini kepada Islam Kami menolak gagasan sebuah negara agama..”

Adapun mengenai perjanjian damai dengan Israel, Mursi mengatakan bahwa masa depannya akan diputuskan pada jajak pendapat, menurut siapa yang dipilih oleh rakyat Mesir untuk mewakili mereka dalam parlemen pasca-Mubarak.

Dia menambahkan bahwa kelompok itu tetap terbuka untuk berdialog dengan rezim yang ada, tetapi Mubarak harus segera turun. “Presiden harus meninggalkan jabatannya. Sebuah era yang baru harus dimulai,” katanya.

Kelompok ini telah berpartisipasi dalam perundingan yang diprakarsai oleh Wakil Presiden Omar Suleiman tetapi menyatakan kekecewaannya dengan kemajuan yang dibuat.

“Rezim telah gagal, dan tampaknya sebagian orang berpikir bahwa ini adalah dialog yang monolog,” kata Mursi.

Pembicaraan antara Ikhanul Muslimin, sebagian kelompok-kelompok oposisi yang lebih kecil dengan rezim berkuasa telah terfokus pada pengaturan sebuah komite untuk melihat kemungkinan adanya perubahan pada banyak pasal-pasal paling kontroversial konstitusi Mesir.
Tetapi Ikhwanul Muslimin dan para demonstran diseluruh Mesir - banyak di antaran mereka yang mengatakan bahwa mereka belum terwakili dalam pembicaraan itu - dan telah turun ke jalan-jalan dengan jumlah puluhan ribu orang setiap harinya sejak Januari 25.

Mereka ingin janji yang konkret dari Mubarak untuk mundur segera, dan bukan turun pada bulan September ketika dijaadwalkan pemilihan presiden baru.

Ikhwanul Muslimin telah berpartisipasi dalam demonstrasi-demonstrasi di Mesir, tapi tidak memulai atau mengatur demonstrasi atau membuat gerakan yang telah menjadikan mereka kelompok yang maju.

Mereka hati-hati untuk bersikap low profile dan menekankan bahwa mereka hanyalah peserta dalam gerakan rakyat ini, bukan pemimpin pemberontakan.

“Kami bsersama dengan keinginan rakyat,” kata Mursi. “Kami bersama dengan mayoritas rakyat Mesir … Kami bukanlah mayoritas.”

Kelompok ini telah resmi dilarang sejak tahun 1950-an namun pengikutnya berjumlah ratusan ribu anggota dan beroperasi pada jaringan program social dan agama yang luas di seluruh negeri.

Ikhwan didirikan oleh seorang guru sekolah bernama Hassan al-Banna pada tahun 1928 sebagai gerakan akar rumput yang menentang kolonialisme dan Zionisme. Sebagian besar tujuan kelompok ini terlah berhasil yakni untuk mendorong rakyat Mesir untuk berperilaku Islami dalam kehidupan di muka umum.

Ikhwan telah meninggalkan kekerasan sejak dekade lalu, tetapi pasukan keamanan Mubarak telah menangkap ratusan anggotanya dan membatasi aktivitas politiknya. [www.middle-east-online.com/htipress/syabab.com]

0 comments:

Download Sofware & Aplikasi Dengan Visual Basic 6

0 comments:

KEJANGGALAN ANEH DALAM INSIDEN AHMADIYAH DI PANDEGLANG

kEJANGGALAN ANEH DALAM INSIDEN AHMADIYAH DI PANDEGLAN, KEMUNGKINAN BESAR ADA KEPENTINGAN PIHAK TERTENTU

berikut adalah beberapa diduga ada konspirasi dalam
insiden Ahmadiayah yg menewaskan 4 orang Ahmadiaya.
Perekam peristiwa penyerbuan rumah Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, masih belum jelas siapa orangnya. Namun, dalam rekaman yang beredar luas di media, si perekam leluasa mengambil gambar tanpa gangguan. Bahkan ternyata, seorang penyerbu memberikan salam tabik untuk si perekam video. Video penyerbuan Cikeusik pada Minggu (6/2) silam yang dikantongi YLBHI ini, berisikan 39 klip data video berformat MPG dengan ukuran file mencapai 175,3 GB. Video ini berisikan peristiwa penyerbuan Cikeusik dari awal sampai akhir. Video ini diduga diambil dengan handycam digital karena codec data video ini berkualitas Dolby Digital Stereo. Nah, entah siapa pun perekamnya, dia dengan leluasa mengambil gambar tanpa gangguan sama sekali. Dia sudah berada di rumah jemaat Ahmadiyah, saat sedang digelar semacam rapat internal. Saat polisi membujuk anggota Ahmadiyah, dia juga telah mengambil gambar. Bahkan ketika pecah kerusuhan, dia pun tetap dengan leluasa mengambil gambar. Massa yang tampak memakai pita hijau dan pita biru melihatnya, namun sama sekali tidak mengganggunya. Si perekam bisa berada sangat dekat dengan penyerbunya. Saat terjadi perang batu, si perekam cukup jongkok di pojok halaman rumah jemaat Ahmadiyah dan tetap mengambil gambar. Yang menarik adalah pada klip M2U02093.MPG menit ke 3:09. Tampak seorang penyerbu yang berjaket kulit hitam dengan pita biru di dadanya dan berpeci putih. Usai melempar batu, dia melintas dekat si perekam. Si penyerbu itu lantas berhenti dan memberikan salam dengan mengatupkan kedua tapak tangan di dadanya. Saat mengatupkan kedua tapak tangan di dadanya, si penyerbu itu mengucapkan sesuatu. Apa yang dia ucapkan tidak jelas terdengar, kalah dengan suara teriakan massa yang sedang menyerbu rumah jemaat Ahmadiyah itu. Sekilas, si penyerbu itu mengucapkan 'sobat'. Namun, benar tidaknya kata itu yang diucapkan, tidak bisa dipastikan. Si penyerbu pun tersenyum sebelum akhirnya pergi. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa si penyerbu itu memberi salam kepada si perekam ini? Karena banyak orang lain di lokasi yang merekam dengan ponsel, tapi tidak diberikan perhatian khusus seperti ini. Ada indikasi kalau perekam video masuk dalam rombongan Ahmadiyah, karena sudah membuat dokumentasi sejak rapat internal Ahmadiyah di rumah tersebut. Namun salam tabik dari penyerbu, membuat bingung apakah penyerbu itu kenal dengan perekam, atau hanya sekadar memberi salam. Di sisi lain, juga tidak pernah diketahui penampilan si perekam. Apakah dia memakai baju khusus, tanda pengenal khusus, atau dia orang asing, sehingga dia aman dari para penyerbu bahkan seorang di antara mereka memberikan salam. Namun, di tengah-tengah merekam, si perekam sempat ditelepon oleh seseorang. Dari ucapan mereka berdua, diduga bahwa si penelepon adalah atasannya. Si perekam melaporkan bahwa penyerbuan sedang berlangsung dan dia melaporkan bahwa satu rumah, satu mobil, dan satu sepeda motor telah jadi sasaran amuk massa. Lantas, siapakah sang perekam ini? Masih misterius. Yang jelas, salam dari si penyerbu itu, adalah salam tradisional kepada tamu atau orang asing.

Sumber : detik.com
Selain kejanggalan d atas, Ada juga beberapa kejanggalan, antara lain : 1. Polisi dan TNI telah mengetahui seminggu sebelumnya ada penyerangan. Namun yg jadi pertanyaan adalah kalau sudah tahu, kenapa tidak dicegah sebelumnya, seingga tidak menimbulkan korban jiwa ? 2. Pelaku penyerangan tidak dikenal warga setempat, mereka terorganisir rapi, rata rata jago silat, dengan memakai pita hijau dan biru http://www.detiknews.com/read/2011/02/10/125010/1568572/10/misteri-massa-beringas-berpita-biru-dan-hijau
. Sebelum kejadian seseorang yg mengaku ketua Kamnas Ahmadiyah, melakukan provokasi kepada polisi, untuk membiarkan terjadianya bentrokan berdarah. Belakangan pihak Ahmadiyah membantah orang tersebut memegang jabatan Ahmadiyah http://video.vivanews.com/read/12948-dialog-polisi-dan-jamaah-ahmadiyah-sebelum-tragedi-cikeusik 4. Adanya pembagian amplop usai amuk massa, masih perlu dicek kebenaranya. http://www.detiknews.com/read/2011/02/10/155842/1568753/159/rahasia-pembagian-amplop-usai-amuk-massa?n991103605 5. Warga Ahmadiayah yg jadi korban penyerangan, bukanlah warga Ahmadiyah setempat, tapi 20 orang luar (warga ahmadiyah dari bogor dan jakarta) yang sengaja didatangkan kedaerah tersebut pd hari penyerangan, dan mereka telah dibekali senjata tajam, dan mereka telah siap bentrok. Padahal warga Ahmadiyah pemilik rumah telah diungsikan ketempat aman 8. Dan sejumlah kejanggalan lainnya http://www.detiknews.com/read/2011/02/10/143309/1568685/10/penyerbu-ahmadiyah-jago-silat 3Yang pasti adalah fakta arah permainan setelah insiden Ahmadiyah dan Temanggung. 1. Media (khususnya televisi) terlalu banyak mengeksplor tentang tindakan kekerasan, bukan penyebab maupun fakta-fakta aneh diatas. 2. Beberapa kali media seperti M****TV, melakukan upaya propaganda untuk melegalkan militerisasi di masyrakat dengan opsus seperti zaman orba. 3. Lagi-lagi media tersebut dalam pemberitaan maupun dialog, menghadirkan narasumber tidak berimbang. 4. Sebentar lagi akan kita saksikan tindakan represif aparat terhadap ormas-ormas, termasuk ormas Islam 5. Ujung-ujung dari ini semua adalah bagaimana bisa mengembalikan kendali terhadap kaum mayoritas, seperti zaman orba. Dengan mempersulit gerak, sensor ceramah, intimidasi, pembubaran, opsus dll. Apapun itu, semoga Allah menjaga kaum muslimin dari makar tipu daya musuh musuh Islam. Dan Allah sebaik baik pembalas tipu daya. Dari Insiden Ahmadiyah adalah untuk kepentiangan pihak tertentu. Setelah ini, pemerintah akan berencana membubarkan semua ormas Islam, bahkan bisa saja semua ormas yg dianggap berbahaya bagi penguasa, kendati tidak sangkut pautnya dengan kekerasan. Dengan isu konflik ini, pihak pihak liberal, LSM LSM asing, telah berada diatas angin untuk membrantas ormas Islam, yang tidak sejalan dengan kepentingan mereka Allah sebaik baik pembalas tipu daya...., Kaum muslim mesti cermat dan teliti melihat keadaan, dan berfikir jauh kedepan, demi kepentingan Islam dan kaum muslimin Siapa sebenarnya pihak yang mendalangi, apa motifnya ? wallahu alam, yg jelas ummat Islam yg dirugikan

0 comments: