Tingkah Laku Umat Akhir Zaman



Sesungguhnya keajaibanmanusia di akhir zaman ini sangat banyak dan nyata sekali. Terkadang kita kurang jeli memperhatikannya sehingga terlihat dunia ini berjalan baik-baik saja. Namun, bila kita cermati dengan baik, kita akan menemukan segudang keajaiban dan keanehan dalam kehidupan manusia akhir zaman dan hampir dalam semua lini kehidupan. Keajaiban yang kita maksudkan di sini bukan terkait dengan persitiwa alam seperti gempa bumi, tsunami dan sebagainya, atau kejadian yang aneh-aneh lainnya, melainkan pola fikir manusia yang paradoks yang berkembang biak di akhir zaman ini.

Berikut ini adalah sebagian kecil dari berfikir paradoks yang berkembang akhir-akhir ini dalam masyarakat luas. Lebih ajaib lagi, berfikir paradoks tersebut malah dimiliki pula oleh sebagian umat Islam dan para tokoh mereka. Di antaranya :

Bila seorang pengusaha atau pejabat tinggi melakukan korupsi milyaran dan bahkan triliunan rupiah, maka aparat penegak hukum dengan mudah mengatakan tidak ada bukti untuk menahan dan mengadilinya.


Namun, bila yang mencuri itu seorang nenek atau masyarakat bawah (lemah), dengan mudah dapat ditangkap, disidangkan dan diputuskan hukuman penjara, kendati mereka mengambil hanya satu buah semangka atau tiga buah kakau, mungkin saja karena lapar.

Bila ada orang atau kelompok dengan nyata-nyata merusak dan melecehkan ajaran Islam yang sangat fundamental, seperti Tuhan, Kitab Suci dan Rasulnya, di negeri-negeri Islam, maka orang dengan gampang mengatakan yang demikian itu adalah kebebasan berpendapat, berekspresi dan menafsirkan agama.

Namun, bila ada khatib, ustazd atau masyarakat Muslim mengajak jamaah dan umat Islam untuk konsiten dengan ajaran agamanya, maka orang dengan mudah menuduhnya sebabai khatib, penceramah atau ustazd yang keras dan tidak bisa berdakwah dengan hikmah, bahkan perlu dicurigai sebagai calon teroris.

Apa saja yang dituliskan dalam koran, dengan mudah orang mempercayainya, kendati itu hanya tulisan manusia dan belum teruji kebenarannya. Membaca dan mempelajarinya dianggap lambang kemajuan.


Akan tetapi, apa yang tercantum dalam Al-Qur’an belum tentu dipercayai dan diyakini kebenarannya, kendati mengaku sebagai Muslim. Padahal Al-Qur’an itu Kalamullah (Ucapan Allah) yang mustahil berbohong. Kebenarannya sudah teruji sepnajang masa dari berbagai sisi ilmu pengetahuan. Akhir-akhir ini muncul anggapan mengajarkan Al-Qur’an bisa mengajarkan paham terorisme.

Tidak sedikit manusia, termasuk yang mengaku Muslim yakin dan bangga dengan sistem hidup ciptaan manusia (jahiliyah), kendati sistem yang mereka yakini dan banggakan itu menyebabkan hidup mereka kacau dan mereka selalu menghadapai berbagai kezaliman dan ketidak adilan dari para penguasa negeri mereka. Mereka masih saja mengklaim : inilah jalan hidup yang sesuai dengan akhir zaman.

Namun, bila ada yang mengajak dan menyeru untuk kembali kepada hukum Islam, maka orang akan menuduh ajakan dan seruan itu akan membawa kepada keterbelakangan, kekerasan dan terorisme, padahal mereka tahu bahwa Islam itu diciptakan oleh Tuhan Pencipta mereka (Allah) untuk keselamatan dunia dan akhirat dan Allah itu mustahil keliru dan menzalimi hamba-Nya.

Ketika seorang Yahudi atau agama lain memanjangkan jenggotnya, orang akan mengatakan dia sedang menjalankan ajaran agamanya.

Namun, saat seorang Muslim memelihara jenggotnya, dengan mudah orang menuduhnya fundamentalis atau teroris yang selalu harus dicurigai, khususnya saat masuk ke tempat-tempat umum seperti hotel dan sebagainya.

Ketika seorang Biarawati memakai pakaian yang menutup kepala dan tubuhnya dengan rapih, orang akan mengatakan bahwa sang Biarawati telah menghadiahkan dirinya untuk Tuhan-nya.

Namun, bila wanita Muslimah menutup auratnya dengan jilbab atau hijab, maka orang akan menuduh mereka terbelakang dan tidak sesuai dengan zaman, padahal mereka yang menuduh itu, para penganut paham demokrasi, yang katanya setiap orang bebas menjalankan keyakinan masing-masing.

Bila wanita Barat tinggal di rumah dan tidak bekerja di luar karena menjaga, merawat rumah dan mendidik anaknya, maka orang akan memujinya karena ia rela berkorban dan tidak bekerja di luar rumah demi kepentingan rumah tangga dan keluarganya.

Namun, bila wanita Muslimah tinggal di rumah menjaga harta suami, merawat dan mendidik anaknya, maka orang akan menuduhnya terjajah dan harus dimerdekakan dari dominasi kaum pria atau apa yang sering mereka katakan dengan kesetaraan gender.

Setiap mahasiswi Barat bebas ke kampus dengan berbagai atribut hiasan dan pakaian yang disukainya, dengan alasan itu adalah hak asasi mereka dan kemerdekaan mengekpresikan diri.

Namun, bila wanita Muslimah ke kampus atau ke tempat kerja dengan memakai pakaian Islaminya, maka orang akan menuduhnya eksklusif dan berfikiran sempit tidak sesuai dengan peraturan dan paradigma kampus atau tempat kerja mereka.

Bila anak-anak mereka sibuk dengan berbagai macam mainan yang mereka ciptakan, mereka akan mengatakan ini adalah pembinaan bakat, kecerdasan dan kreativitas sang anak.

Namun, bila anak Muslim dibiasakan mengikuti pendidikan praktis agamanya, maka orang akan mengatakan bahwa pola pendidikan seperti itu tidak punya harapan dan masa depan.

Ketika Yahudi atau Nasrani membunuh seseorang, atau melakukan agresi ke negeri Islam khususnya di Paestina, Afghanistan, Irak dan sebagainya, tidak ada yang mengaitkannya dengan agama mereka. Bahkan mereka mengakatakan itu adalah hak mereka dan demi menyelamatkan masyarakat Muslim di sana.

Bila seseorang (tentara amerika,yahudi dan antek anteknya) mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan orang lain, maka semua orang akan memujinya dan berhak mendapatkan penghormatan.

Akan tetapi, bila kaum Muslim melawan agresi Yahudi atas Palestina, atau Amerika Kristen di Irak dan Afghanistan, mereka pasti mengaitkannya dengan Islam dan menuduh kaum Muslim tersebut sebagai pemberontak dan teroris .

Namun, bila orang Palestina melakukan hal yang sama untuk menyelamatkan anaknya, saudaranya atau orang tuanya dari penculikan dan pembantaian tentara Israel, atau menyelamatkan rumahnya dari kehancuran serangan roket-roket Israel, atau memperjuangkan masjid dan kitab sucinya dari penodaan pasukan Yahudi, orang akan menuduhnya TERORIS. Kenapa? Karena dia adalah seorang Muslim.

Bila anak-anak Yahudi diajarkan perang dan senjata otomatis untuk membunuh kaum Muslimin Palestina, maka orang akan menegatakan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah upaya membela diri kendati mereka adalah agresor.


Namun, bila anak Palestina belajar melemparkan batu menghadapi prajurit Yahudi yang dilengakapi dengan tank dan senjata canggih lainhya saat menghancurkan rumah, masjid dan kampung mereka, maka orang akan menuduh mereka sebagai pelaku kejahatan yang pantas ditangkap, dipatahkan tangannya dan dipenjarakan belasan tahun.


Nah, inilah sekelumit keajaiaban manusia di akhir zaman ini. Bisakah kita mendapatkan pelajaran yang baik sehingga dapat menentukan sikap yang benar, atau kita akan jatuh menjadi korban keajaiban akhir zaman http://swaramuslim.com/




0 comments:

Peranan dan Tanggung Jawab Muballighah dalam Menegakkan Khilafah


ISTORA SENAYAN JAKARTA, 21 April 2010, pukul 14:00

Perhelatan Muktamar Muballighah Indonesia (MMI) di Istora Senayan Jakarta, sejak pukul 08:00 pagi tadi (21/4), berlangsung penuh khidmat. Meski suasana semakin panas, namun tak mengurangi keseriusan peserta dalam menyimak orasi dari para pembicara.

Peserta yang berjumlah sekitar 6.000 muslimah tersebut, tak beranjak sedikitpun dari kursinya untuk mengikuti acara sampai tuntas. Ini karena di setiap sesi, selalu disipsipkan tayangan-tayangan multimedia yang menaggugah semangat peserta.

Demikian pula ketika orator ketujuh Ustadzah dedeh Wahidah Ahmad naik panggung, peserta dengan serius menyimaknya. Dengan tema “Peranan dan Tanggung Jawab Mublighoh dalam Menegakkan Khilafah”, Dedeh mengingatkan, betapa peran mubalighah sangat strategis di masyarakat.

“Muballighah adalah simpul umat, yang menjadi tempat bergantung dan menjadi rujukan atas persoalan-persoalan keumatan, sekaligus menjadi penjaga soliditas mereka. Dengan melihat potensi strategis ini, maka muballighah selayaknya menjadi sosok pionir perubahan, mengajak dan memimpin umat untuk berjuang bersama meraih kemuliaan,” katanya.


Menurutnya, ada beberapa karakter mubalighah sebagai pewaris Nabi, yakni

sebagai lambang iman dan harapan umat. Mubalighah tak kenal lelah memberikan petunjuk dengan hanya berpegang pada Islam. ‘’Merekalah yang siang hari membina umat dan membentenginya dari kekufuran, kezhaliman, dan kefasikan. Sementara, pada malam harinya, mereka duduk, sujud bersimpuh, lalu tepekur dalam doa bagi kemuliaan umat Muhammad ini. Tak ayal, mereka adalah pewaris para nabi, ‘’ ujarnya.

Untuk itu, lanjut Dedeh, mubalighah harus mengambil peran politik, yakni membina umat dan menjaga kejernihan pemikirannya, membangun kesadaran politik umat (wa’yu siyasi). Yaitu kesadaran umat tentang bagaimana mereka memelihara urusannya dengan syariat Islam. Sehingga akan muncul para muslimah yang pandai mengurus diri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya. Ia juga pandai mendidik anak, melahirkan generasi Islami, dan berjuang di tengah masyarakat, m

emberikan solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan dengan solusi Islam, melakukan kontrol dan koreksi terhadap penguasa (Muhasabah lil-Hukkaam). Membela, menjaga, dan mendukung upaya penegakkan syariah dan khilafah serta para pejuangnya. Menjadikan diri dan keluarga Menjadikan diri dan keluarga sebagai tauladan umat baik dalam masalah aqidah, ibadah, muamalah, maupun perjuangan Islam.

Sementara itu, Jurubicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Febrianti Abassuni berorasi dengan judul “Satukan langkah, Songsong Khilafah Islamiyah.” Ia meyakini bahwa hanya dengan cahaya Islamlah, bukan dengan yang lain, seluruh manusia di muka bumi ini bisa menjalani kehidupan menuju keselamatan di dunia dan akhirat. Namun saat ini cahaya Islam yang ada pada 1,57 milyar muslim di seluruh dunia, atau sekitar 23 % penduduk dunia ternyata belum bisa menerangi dunia untuk keluar dari kegelapan.” Cahaya Islam pada kaum muslimin, tanpa adanya Daulah Khilafah, ibarat pudarnya cahaya lilin yang tak mampu menghilangkan kepekatan gelapnya kapitalisme dan liberalism,” katanya.

Karena itu ia mengajak semua yang hadir untuk mendukung perjuangan politik Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia, untuk menyerukan dan membentuk kesadaran dunia akan hal-hal berikut ini :

1. Seluruh kaum muslimin termasuk muslimah di dunia harus bersatu agar memiliki kekuatan untuk menghapus segala bentuk penjajahan yang ada di seluruh dunia, baik penjajahan fisik maupun penjajahan non fisik.

2. Pemimpin negeri-negeri Islam harus bertanggung jawab untuk segera mengusir para penjajah dari negeri Palestina,Irak dan Afghanistan tanpa terkecuali. Mereka harus mengerahkan segenap kekuatan militernya untuk mengusir para penjajah dari negeri-negeri tersebut dalam rangka memberikan perlindungan kepada para perempuan, anak-anak dan seluruh penduduk. Seharusnya mereka selalu ingat, kalau saja Khalifah Mu’tashim mengerahkan tentaranya hanya untuk membela kehormatan seorang muslimah yang tersingkap auratnya oleh seorang panglima tentara Romawi saat itu, harusnya mereka melakukan hal yang lebih besar dari itu untuk melindungi nyawa, harta, dan kehormatan berjuta muslim dan muslimah yang terjajah secara fisik di negeri-negeri muslim.

3. Pemimpin-pemimpin negeri-negeri muslim yang terjajah secara non fisik, harus segera menghentikan ketundukan dan ketergantungannya pada negara-negara penjajah. Mereka harus mengambil alih pengelolaan seluruh aset kepemilikan umum agar mampu menyediakan lapangan kerja bagi semua laki-laki yang memiliki kewajiban nafkah, dan mampu memenuhi kebutuhan seluruh rakyatnya akan layanan umum seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Saatnya mereka berani maju untuk menyelamatkan rakyatnya termasuk kaum muslimah dari segala bentuk eksploitasi dan liberalisasi. Mereka harus berdiri di garis terdepan untuk melindungi kaum perempuan dari ide kebebasan yang menyesatkan, menghilangkan beban nafkah keluarga dari pundak seluruh perempuan, mewujudkan kondisi yang kondusif bagi mereka untuk menjalankan tanggung jawabnya yang utama sebagai ibu dan manajer rumah tangga, dengan tidak menutup peluang perempuan menjalankan kewajiban-kewajiban dan kebolehan peran perempuan di kehidupan publik.

4. Pemimpin-pemimpin negara kufur harus menghentikan perlakuan yang zholim dan tidak adil bagi muslimah yang tinggal di negara mereka. Para muslimah adalah manusia yang memiliki hak untuk hidup dan menjalankan kewajiban agamanya di mana saja ia berada. Sebagaimana Daulah Khilafah menghormati dan memperlakukan anak-anak perempuan Inggris saat mereka menuntuk imu di Daulah Khilafah. Juga sebagaimana Khilafah Islam menghormati perempuan-perempuan kufur yang menjadi tahanan Daulah Islam dan memperlakukan mereka dengan adil. (*)

0 comments:

2000 Mahasiswa Sultra Dukung Syariah dan Khilafah


HTI Press. Lebih dari 2000 mahasiswa Sulawesi Tenggara dukung syariah dan khilafah. Dukungan tersebut tampak dalam partisipasi mereka pada Kongres Mahasiswa Islam Sulawesi tenggara hari Sabtu (24/4) kemarin.

Kongres tersebut mengangkat tema “Reposisi Visi Intelektual Mahasiswa Menuju Indonesia yang Lebih Baik“. Kegiatan yang diadakan oleh Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) unit LDK BKLDM Universitas Haluoleo (Unhalu) tersebut dihadiri oleh perwakilan dari seluruh penjuru kampus di Sulawesi tenggara. dari perwakilan luar daerah diwakili oleh perwakilan mahasiswa dari Raha, Buton Raya, Unaha, dan Kolaka sementara dari dalam kota kendari di hadiri oleh mahasiswa dari perwakilan kampus STAIN Kendari, UMK, STIK Avicenna, Unsultra, Indotech School, STIE 66 dan kampus-kampus lainnya.

Acara dimulai dari jam 08.00 yang dibuka langsung oleh Pembantu Rektor (PR) III Universitas Haluoleo Bapak Prof. DR. La Iru, S.H, M.Si. di sela sambutannya, beliau cukup mengakui bahwa baru kali ini mengahadiri kegiatan sebesar ini di Unhalu selama dalam periode kepemimpinan beliau bahkan semenjak Uhalu ini didirikan sekalipun tandas beliau. Kalo sekarang BKLDM mampu menghimpun mahasiswa sebanyak ini (2000 masa lebih) maka saya yakin bahwa mahasa siswa islam akan memenangkan ke-islamannya ungkap beliau. Setelah beliau membuka acara yang diiringi dengan pekikan takbir dan baksound yang sangat menggugah semangat peserta maka acara selanjutnya adalah Intelektual speech yang dibawakan oleh empat nara sumber yaitu Prof. DR. Larianda Baka , M.Si (Direktur Pasca Sarjana Unhalau), Fitriaman, SE, MSA (Staf Ahli Rektor Bidang Keuangan dan Ekonomi), dan Muhammad Syaful, SH, MH ( Dosen Fakultas Hukum Unhalu dan Pakar Hukum Sultra).

Dalam orasinya ketiga pembicara pada umumnya mengupas tentang fakta keterpurukan Sosial masyarakat khusunya Indonesia baik dari segi Pendidikan, Hukum, Peradilan, Ekonomi yang ditandai dengan semakin mewabahnya praktek-praktek mafia hukum, mafia peradilan dan mafia pajak. Para pembicara tersebut juga mengungkap fakta tentang keterpurukan masyarakat Indonesia seperti kemiskinan, kelaparan, kebodohan dan criminal yang masih menjadi tayangan empuk sehari-hari baik itu di media cetak maupun di elektronik. Ini semua tidak lain disebebkan oleh tidak dijadikannya islam untuk mempin umat manusia pada dewasa ini sehingga umat manusia dipimpin dengan sebuah ideologi yang hanya mengikuti hawa nafsu belaka maka jangan heran kalao sampai terjadi kerusakan diseluruh sector kehidupan tandas direktur pasca sarjana tersebut dengan penuh penghayatan. Kehancuran kapitalis juga semaikin nampak dengan ditandainya keguncangan sector keuangan dunia pasca runtuhnya keuangan amerika baru-baru ini. Hampir seluruh Negara mendapatkan efek secara langsung, ribuan kariawan di PHK utuk menekan biaya perusahaan sehingga menambah jutaan deretan pengangguran yang dapat menimbulakan gejolak kehidupan masyarakat tandas staf ahli rector tersebut. Di bidang hokum dan peradilan, kapitalisme dengan paying neoliberalisme telah mampu memberikan wewenang kepada perusahaan asing untuk mengeksploitasi dan eksplorasi seluruh sumber daya alam baik di sector hulu maupun hilir. Sebut saja PT. Freepot, exon mobile, dan perusahaan asing lainnya yang semakin mendapatkan hak penuh pengelolaan sumber daya alam secara masiv. Alih-alih menciptakan kesejahteraan masyarakat yang timbul justru semakin meningkatnya jumlah kemiskinan, pendidikan mahal, kesehatan mahal, kriminalitas, dan maraknya praktek korupsi serta penyakit-penyakit kehidupan masyarakat seperti pemerkosaan, pembunuhan, HIV AIDS, narkoba dan aborsi ungkap pakar hokum sultra tersebut. Oleh karena itu, melihat fakta yang terjadi di Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya maka sudah saatnya umat islam khusunya mahasiswa islam di seluruh dunia menyadari tentang rusak dan bobroknya sistem sekuler baik berbentuk kapitalis maupun demokrasi dan menyadari tentang satu solusi tuntas yang berasal dari aqidah islam yaitu ideology islam yang mampu menjawab dan memberikan jaminan kehidupan yang adil, aman, kemakmuran, dan ketertiban di tengah-tengah umat manusia baik muslim amupun nonmuslim.

Setelah penyampiyan intelaktual speech, maka acara dilanjutkan dengan Beyond Inspirasion yang diiringi dengan Triattikan yang dibawakan oleh delapan pemuda gahgah berani dan lantang menyuarakan syariah dan khilafah. Kibaran bendera aliwa dan aroya mengiring setiap gerakan mereka ditambah dengan yel-yel KHilafah—khilafah..khilafah yang diserukan oleh peserta menambah haru dan dhasyatnya acara seolah kemenagan islam benar-benar telah Nampak. Seruan takbir juga datang dari sudut-sudut ruangan secara serentak juga menambah hanyutnya acara. Kalo Muhammad al faith yakin dan mampu membuktikan hadis Rasulullah yaitu ditaklukkannya kota Konstantinopel dalam usia 24 tahun maka kita yang hadir disini-mahasiswa islam-tidak jauh beda dengan Muhammad al faith yaitu kitapun akan mampu menaklukan kota-kota dan negeri-negeri islam hari ini dengan Islam seru selaku Inspirator.

Yang membuat acara tersebut semakin luar biasa dan menambah gelora takbir dan seruan penegakan khilafah adalah penjelasan yang disampaikan oleh Mas Erwin Permana yang diundang khusus oleh panitia untuk membawakan closing Speech diacara tersebut. Bahwa kemengan islam itu dalah suatu hal yang pasti, namun kemenagan itu harus disambut dengan gerak dakwah yang serius dan bersungguh-sungguh dengan tiga tahapan yaitu Kaderisasi, Opini dan Jaringan. Selain itu mahasiswa islam juga harus memimpin politik kampus sebagai basis pergerakan dakwah islam ideologis untuk mewujudkan sebuah tatanan sosial dan kenegaraan yang penuh dengan berkah tandas mahasiswa program pasca sarjana UI tersebut. Maka dengan melihat potensi hari ini dimana adanya penyatuan visi intelektual mahasiswa yaitu berjuang untuk menegakkan ideology islam maka perubahan bukanlah sesuatu hal yang utopis tambah beliau. Oleh karena itu sudah saatnya mahasiswa khusunya mahasiswa islam bersatu merapatkan barisan menyatukan visi intelaktual untuk berjuang bersama-sama menegakakan ideology islam allahu akabar…

Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah seluruh peserta mengungkapkan sumpah mahasiawa yang dipandu oleh Eko Irwanto. Setelah melihat dan mencermati fakta yang ada maka peserta dengan sungguh-sungguh bersumpah untuk menggulingkan segala bentuk pemikiran kapitalis sekuler dan hanya akan memperjuangan ideology islam sebagai solusi tuntas atas seluruh permaslahan masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya. Dengan mengangkat tangan dan suara yang sangat menggelora yang memenuhi ruang-ruang gedung maka sumpah maha siswa menjadi saksi perjuangan kita hari ini tandas koordinator BKLDk Sultra itu.

Setelah itu acara diakhiri dengan pembacaan refleksi oleh saudara Usman dan doa yang dibawakan oleh Zulfitrah. Dengan penuh penghayatan refleksi dibacakan yang membuat hening acara seluruh peserta taktahan menahan linangan air mata terlebih dengan panitia yang sangat terharu dengan suksesnya acara kongres ini. Acara ini suskses tidak lain karena tas izin dan pertolongan Allah SWT bukan yang lain oleh karena itu kta harus senantiasa menyandarkan seluruh aktivitas kita hanya kepad Allah semata tandas usman dengan lantang.

0 comments:

Afghanistan, Pejuang Tak Terkalahkan


Suku Pastun, adalah suku terbesar dan terkuat di Afghanistan dari dulu sampai sekarang. Suku Pastun dan banyak suku2 kecil lainnya di Afghanistan. Kebanyakan anggota Taliban , bahkan pemimpin mereka saat ini( Mullah Muhammad Omar) adalah seorang Pastun. Mereka hidup dengan kehormatan. Mereka sangat memuliakan tamu namun juga seorang petarung yang sangat tangguh dan musuh yang berbahaya bila kehormatannya dihina. Suku Pastun adalah suku yang yang merdeka selama 20.000 tahun!!!! tidak ada satupun kekuatan yang sanggup untuk menjajahnya, alias semuanya KEOK! julukan mereka adalah :
" Best Friend or worst enemy"

ini dia , antara lain daftar2 kekalahan Pasukan2 asing di Afghanistan yang tercatat sejarah :

1.Alexander Agung ( The Great) :


pada tahun 4 SM, Alexander terkena panah dan hampir mati di Afghanistan ketika mencoba menginvasinya.
Komentar Alexander : ""I am involved in the land of a 'Leonine' (lion-like) and brave people, where every foot of the ground is like a wall of steel, confronting my soldier. You have brought only one son into the world, but everyone in this land can be called an Alexander.”

Pasukan Yunani cuma punya satu Alexander , sedangkan semua orang disini bisa disebut Alexander!!!

2. Britain/ Inggris

Inggris di jaman imperial dulu adalah pasukan yang sangat kuat. jajahan nya meliputi india, Pakistan, Malaysia, Sebagian juga di Afrika. Tapi keok nya di Afghanistan. Inggris 3 kali mencoba menginvasi Afghanistan, tapi ketiga2 nya gagal semua. yang paling Epic adalah certia pengusiran Inggris dari Afghanistan, simak nih gan :

Pada 6 januari 1842, inggris yang sempat menduduki Kabul diusir paksa. 4500 pasukan dan 12.000 sipil melarikan diri dan berniat kembali ke Jalalabad, Pakistan yang sudah diduduki Inggris. Perjalanan ini menjadi sebuah tragedi dan catatan sejarah yang memalukan buat Inggris!!

satu persatu mereka mati karena cuaca yang tidak bersahabat. Kemudian ketika melalui celah sempit digunung2 mereka diserang oleh suku2 gunung dan para perompak. dilempari panah dan batu dari atas. akhirnya 7 hari kemudian tampak seseorang dengan berdarah- darah dan luka parah terlihat sedang dikejar2 pasukan berkuda, yang dengan susah payah berhasil juga selamat sampai di Jalalabad. dia adalah Dr. Brydon, satu2nya orang yang selamat untuk menceritakan kisah ini.

dari 16.000 orang hanya satu yang selamat!!! akhirnya Inggris memutuskan menarik semua pasukannya di Afganistan yang masih tersisa di kota2 lain.

3. USSR/ Uni Soviet












Soviet mulai menginvasi Afghanistan pada saat natal , 1979. Setelah 9 tahun akhirnya gagal juga. Saat itu Soviet adalah Punya Pasukan tempur dan senjata terhebat di jamannya. Perang tersebut menyedot banyak dana bagi Soviet dan mengalami krisis, akhirnya selain kalah Soviet juga hancur dan terpecah belah.

Pasukan yang mengalahkan Soviet adalah Mujahidin. Mujahidin ini tidak hanya suku lokal Afghan, namun banyak berdatangan dari Arab dan negara2 lain seperti Indonesia.

4. USA/ amerika Serikat + NATO ( No Action Talk Only)












Pasukan Amerika sejatinya adalah pengecut. Mereka tidak dikenal sebagai pasukan yang gagah berani , seperti pasukan2 yang berniat menginvasi Afghanistan sebelumnya. kekuatan tempur mereka hanyalah unggul di Teknologi dan persenjataan.

Statistik menyebutkan puluhan Pasukan Amerika tewas setiap bulannya, baik yang mati dalam pertempuran ataupun karena tertembak temannya yang stress atau juga karena bunuh diri.

Apakah Amerika tidak pernah belajar dari sejarah? kita lihat dan buktikan saja .

0 comments:

Apa Kata Dunia: Most Stupid Slogan Ever!















“Ada urusan apa aku dengan dunia? Aku di dunia ini tidak lain kecuali seperti seorang pengendara yang mencari teteduhan di bawah pohon, lalu beristirahat, kemudian meninggalkannya.” (Muhammad saw.)

Sudah lama saya ingin membuat tulisan ini, semenjak awal saya melihat iklan dengan slogan “apa kata dunia” yang menghiasi media, saya terus terang merasa terganggu dan sedikit eneg setiap kali mendengar iklan ini. Sepertinya inilah wakilnya wajah negara yang memakai baju kapitalisme-sekuler, maunya menang sendiri, kalo menyangkut urusan pemerintahan maka semuanya harus cepat, bagus, diurus, dan penuh toleransi, alasanya sih “Demi rakyat”, pergi keluar negeri argumennya “demi rakyat”, beli mobil baru katanya “demi rakyat”. Tapi kalo rakyat minta diurus agak cepetan dia bilang “sabar dulu, semua ada masanya, ada prosedurnya”, atau kalo rakyat ngeluh maka dia bilang “rakyat mandiri dong, jangan manja!”. Capek deh!

Dan wajah buruk itu akhirnya kebuka sendiri, seorang pegawai biasa Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak diduga memiliki rekening mencurigakan hingga Rp 25 miliar, tinggal di rumah mentereng, punya apartemen di singapura, gonta-ganti mobil mewah, dan bahkan ”kabur” ke luar negeri. Kalo bang Ben masi idup die bakal ngomong: “Bujubune!, aye kerje sampe ko’it juga kagak dapet nyang gituan! gile bener dah!”. Dan ini baru puncak gunung es, bawahnya jelas mengakar gede, sehingga sangat sulit untuk membongkar sampai kebawah. Cerminan jelas “CAPITALISM EFFECT” yang ngalah-ngalahin “A** EFFECT” heheheh..

Dalam kapitalisme-sekuler ada cacat bawaan yang akan selalu ada pada sistem dan badan apapun didalam pemerintahan, termasuk pajak. Survei ICW (2001), Partnership (2001), PERC (2005) dan TI (2005) menyatakan bahwa masyarakat dan kalangan bisnis secara konsisten mempersepsikan Ditjen Pajak sebagai salah satu lembaga terkorup. Pada tahun 2005, Kwik Kian Gie yang waktu itu kepala Bappenas menyatakan bahwa sektor pajak bocor Rp. 180 trilliun pertahun dan diperkuat dengan Faisal Basri yang mengatakan bocornya 40 trilliun. Bahkan jauh sebelum itu, pada masa orba, Prof. Sumitro telah mengatakan waste and loss di sektor pajak mencapai 30%.

Menarik pula bila kita membaca artikel Jakarta Post Tanggal 10 Desember 2004 ”Graft spirals out of control at tax office”. Yang menceritakan seorang pegawai biasa di Dirjen Pajak yang mampu membeli BMW seri 5 dengan gaji bulanan hanya Rp. 3 juta. Dan pegawai ini menjelaskan bahwa uang hasil suap dan pemerasan dibagi 25% untuk kolektor, 15% untuk asistennya, kepala seksi 25% dan kepala kantor pajak 30%, yang nantinya kepala kantor pajak akan mendistribusikannya untuk pejabat-pejabat atasannya di dirjen pajak.

Sudahlah bermasalah dari segi penerimaannya yang penuh dengan kecurangan, ternyata pengeluaran pajak ini pun bukan untuk kepentingan rakyat seperti yang di-klaim, Ichsanudi Noorsy mengatakan bahwa hanya 80-90 trilliun yang kembali ke masyarakat (jika penerimaan pajak 2009 577 trilliun, maka cuma 13-14%), sedangkan untuk bayar utang bisa sampe 115-170 trilliun. TI (2009) melaporkan bahwa suap di Kantor Pajak Negara potensial 14% dengan rata-rata nilai korupsi Rp. 8.502.000. Sedangkan di Kantor Pajak Daerah sebesar 17% dengan rata-rata suap sebesar Rp. 4.709.000.

Kalau dikatakan kehancuran di bidang pajak ini adalah masalah individual, sepertinya nggak juga deh, karena kalo individu yang bermasalah maka jumlahnya sedikit, tapi faktanya justru yang salah ini mendominasi, maka jelas sekali ini adalah kerusakan sistemik dari sistem yang salah.
Maka wajarlah rasulullah mengancam dalam hadits-haditsnya:

لا يدخل الجنة صاحب مكس
tidak akan masuk surga para penarik pajak (HR. Hakim)

Dalam kitab al-Kabair, adz-Dzahabi mengatakan:

والمكاس من أكبر أعوان الظلمة بل هو من الظلمة أنفسهم فإنه يأخذ ما لا يستحق ، والمكاس فيه شبه من قاطع الطريق وهو من اللصوص ، وجابي المكس وكاتبه وشاهده وآخذه من جندي وشيخ وصاحب راية شركاء في الوزر آكلون للسحت والحرام
Pemungut pajak adalah termasuk pembantu bagi penguasa zalim yang paling penting. Bahkan pemungut pajak itu termasuk pelaku kezaliman karena mereka mengambil harta yang tidak berhak untuk diambil. Pemungut pajak itu memiliki kesamaan dengan pembegal bahkan dia termasuk pencuri. Pemungut pajak, jurus tulisnya, saksi dan semua pemungutnya baik seorang tentara, kepala suku atau kepala daerah adalah orang-orang yang bersekutu dalam dosa. Semua mereka adalah orang-orang yang memakan harta yang haram”

Juga sabda rasulullah saw.

يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلا عَرِيفًا وَلا شُرْطِيًّا
Akan ada pada akhir zaman para pemimpin yang zalim, para menteri yang fasik, para hakim yang khianat, dan para fukaha yang pendusta. Siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, janganlah sekali-kali dia menjadi pemungut harta mereka, menjadi pejabat mereka, atau menjadi polisi mereka (HR ath-Thabrani).

Teranglah dari hadits diatas bahwa rasulullah telah mengingatkan bahwa dalam kondisi tidak diterapkannya Islam, maka sistem pastilah akan menjadikan para penguasa dan pejabat-pejabatnya serta para fuqaha menjadi korup, maka kita dipesankan agar tidak menjabat apapun termasuk menjadi pemungut pajak, karena pasti akan membuat kita melakukan dosa.

Berbeda dengan itu semua, Islam mempunyai cara sendiri dalam mengatur keuangan negara. Yang jelas Islam tidak akan menarik harta dari ummat kecuali dengan perintah Allah dan keridhaan ummat padanya. Islam memiliki beberapa jenis pendapatan yang memastikan bahwa negara tidak lagi perlu untuk secara permanen dan rutin membebankan ummat. Pendapatan negara ini mencakup ghanimah, jizyah, fai, jharaj, zakat mal, infaq, hibah, wakaf, penegelolaan SDA dan dlaribah. Keampuhan pengelolaan dalam masa Khilafah yang menerapkan Islam total Ini terbukti pada masa Umar bin Abdul Aziz yang mempunyai kelebihan uang zakat yang tidak dibagikan bahkan setelah beliau melunasi seluruh hutang, menikahkan jejaka dan memberi harta kepada ahlu dzimmah.

Dan yang jelas pula, tidak akan ada rasa sombong dan jumawa sebagaimana yang kita lihat pada petugas pajak dan pemerintahan saat ini. Insya Allah seluruh aparat negara Khilafah akan bermental sebagaimana Umar bin Khattab, sebijaksana Abu Bakar, sangat penyayang seperti Utsman bin Affan dan secerdas Ali bin Abu Thalib. Mudah-mudahan dengan kasus ini semakin jelas pada diri ummat bahwa tidak ada jalan lain bagi mereka selain kembali kepada aturan Allah Azza wa Jalla.

sumber:Felix Siauw

0 comments:

Catatan Kritis Adnan untuk Durham














Uji Materiil UU Penistaan Agama
mediaumat.com- Ada yang lain dari biasanya dalam Sidang Uji Materi UU No. 1/PNPS/Tahun 1965 tentang Penistaan Agama pada Rabu (24/3) karena pihak pemohon sampai-sampai mengerahkan saksi ahli hukum dan HAM lansung dari Amerika Prof W. Cole Durham, Jr.

Namun sayang, ternyata apa yang dikatakan Durham tidak berbeda dengan argumen saksi ahli dari pihak pemohon lainnya. Sehingga mendapatkan kritik tajam dari para pihak terkait yang menolak judicial review UU tersebut di antaranya adalah Ahmad Wirawan Adnan.

Durham dari BYU Law School Amerika melalui layar konferensi jauh itu menyatakan bahwa Indonesia harus mejamin kebebasan beragama, UU tersebut bermasalah karena membatasi jumlah agama, dan ia pun menyatakan harus memberikan kebebasan untuk menafsirkan agama karena itu merupakan hak asasi setiap manusia, dan banyak timbul kekerasan akibat diberlakukannya UU tersebut.

Dalam kesempatan memberikan tanggapan Adnan memberikan catatan kritisnya. Bahkan ia menyatakan di banding Amerika justru Indonesia lebih memberikan kebebasan terhadap minoritas.

"Buktinya orang Islam di Amerika tidak boleh poligami. Sedangkan minoritas di Indonesia, mau merayakan Nyepi bisa!" tandasnya.

Adnan pun mengoreksi pendapat Durham yang tidak bisa membedakan antara penafsiran dan penyimpangan. UU ini, ujar Adnan, memberikan kebebasan beragama dan tidak boleh mengganggu kebebasan beragama dari penganut agama lain.

Yang tumbuh berkembang saat ini memang hanya 6 agama. Itu diakui negara. UU ini tidak mengatakan tidak boleh ada agama lagi. UU ini hanya mengatakan bahwa tidak boleh ada agama lain yang menggunakan simbol-simbol dan nama yang sama dengan agama yang sudah ada.

Contohnya, untuk simbol-simbol negara saja, warga negera Indonesia, ya harus mengakui Merah Putih itu bendera Indonesia. Kalau di tengah bendera itu dikasih gambar wanita atau kodok misalkan, itukan sudah penafsiran yang salah. Itu bukan lagi perbedaan pendapat.

Kesimpulan Durham yang menyatakan banyak terjadinya kekerasan lantaran diberlakukannnya UU ini pun keliru. Karena publik juga tahu kekerasan merupakan ekses dari lambatnya aparat dalam menindak pelaku penistaan.[] joko prasetyo

0 comments:

Kartini Bukan “Pejuang Emansipasi”






Tangal 21 April bagi wanita Indonesia, adalah hari yang khusus untuk memperingati perjuangan RA Kartini. Tapi sayangnya, peringatan tersebut sarat dengan simbol-simbol yang berlawanan dengan nilai yang diperjuangkan Kartini (misalnya, penampilan perempuan berkebaya atau bersanggul, lomba masak dan sebagainya yang merupakan simbol domestikisasi perempuan). Suara emansipasi pun terasa lebih kuat pada bulan April karena Kartini dianggap sebagai pahlawan emansipasi wanita.

Terlepas dari keterlibatan RA. Kartini sebagai pejuang dalam pemberdayaan perempuan di Indonesia, emansipasi sebenarnya diilhami dari gerakan feminisme di barat. Pada abad ke-19, muncul benih-benih yang dikenal dengan feminisme yang kemudian terhimpun dalam wadah Women’s Liberation (Gerakan Pembebasan Wanita).

Gerakan yang berpusat di Amerika Serikat ini berupaya memperoleh kesamaan hak serta menghendaki adanya kemandirian dan kebebasan bagi perempuan. Pada tahun 1960, isu feminisme berkembang di AS. Tujuannya adalah menyadarkan kaum wanita bahwa pekerjaan yang dilakukan di sektor domestik (rumah tangga) merupakan hal yang tidak produktif. Kemunculan isu ini karena diilhami oleh buku karya Betty Freidan berjudul The Feminine Mystiquue (1963). Freidan mengatakan bahwa peran tradisional wanita sebagai ibu rumah tangga adalah faktor utama penyebab wanita tidak berkembang kepribadiannya. Ide virus peradaban ini kemudian terus menginfeksi tubuh masyarakat dan ‘getol’ diperjuangkan oleh orang-orang feminis.

Gencarnya kampanye feminisme tidak hanya berpengaruh bagi masyarakat AS pada saat itu, tetapi juga di seluruh dunia. Munculnya tokoh-tokoh feminisme di negeri-negeri Islam seperti Fatima Mernissi (Maroko), Nafis Sadik (Pakistan), Taslima Nasreen (Bangladesh), Amina Wadud (Malaysia), Mazharul Haq Khan serta beberapa tokoh dari Indonesia seperti Wardah Hafidz dan Myra Diarsi kemudian beberapa gerakan perempuan penganjur feminisme, seperti Yayasan Kalyanamitra, Forum Indonesia untuk Perempuan dan Islam (FIPI), Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK), Yayasan Solidaritas Perempuan dan sebagainya, setidaknya menjadi bukti bahwa gerakan inipun cukup laku di dunia Islam. Bahkan tak hanya dari kalangan wanita, dari kalangan pria juga mendukung gerakan ini seperti Asghar Ali Engineer, Didin Syafruddin, dan lain-lain.

Dalam perjuangannya, orang-orang feminis seringkali menuduh Islam sebagai penghambat tercapainya kesetaraan dan kemajuan kaum perempuan. Hal ini dilakukan baik secara terang-terangan maupun ‘malu-malu’. Tuduhan-tuduhan ‘miring’ yang sering dilontarkan antara lain bahwa hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan rumah tangga, seperti ketaatan istri terhadap suami, poligami juga dianggap sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan dan menimbulkan potensi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Sementara itu peran domestik perempuan yang menempatkan perempuan sebagai ibu dan pengatur rumah tangga dianggap sebagai peran rendahan. Busana muslimah yang seharusnya digunakan untuk menutup aurat dengan memakai jilbab (Q.S Al-Ahzab:59) dan kerudung (Q.S An-Nur:31) dianggap mengungkung kebebasan berekspresi kaum perempuan. Lalu benarkah R.A Kartini dalam sejarahnya merupakan pahlawan emansipasi, sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis?

Andai Kartini Masih Hidup

Dalam buku Kartini yang fenomenal berjudul Door Duisternis Tot Licht atau Habis Gelap Terbitlah Terang, R.A Kartini saat itu menuliskan kegelisahan hatinya menyaksikan wanita Jawa yang terkungkung adat sedemikian rupa. Tujuan utama beliau menginginkan hak pendidikan untuk kaum wanita sama dengan laki-laki, tidak lebih. Ia begitu prihatin dengan budaya adat yang mengungkung kebebasan wanita untuk menuntut ilmu.

Kartini memiliki cita-cita yang luhur pada saat itu, yaitu mengubah masyarakat, khususnya kaum perempuan yang tidak memperoleh hak pendidikan, juga untuk melepaskan diri dari hukum yang tidak adil dan paham-paham materialisme, untuk kemudian beralih ke keadaan ketika kaum perempuan mendapatkan akses untuk mendapatkan hak dan dalam menjalankan kewajibannya. Ini sebagaimana terlihat dalam tulisan Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya pada 4 oktober 1902, yang isinya, “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, bukan sekali-kali, karena kami menginginkan anak-anak perempuan itu menjadi saingan laki-laki dalam perjuangan hidupnya, tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya; menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Menurut Kartini, ilmu yang diperoleh para wanita melalui pendidikan ini sebagai bekal mendidik anak-anak kelak agar menjadi generasi berkualitas. Bukankah anak yang dibesarkan dari ibu yang berpendidikan akan sangat berbeda kualitasnya dengan mereka yang dibesarkan secara asal?. Inilah yang berusaha diperjuangkan Kartini saat itu.

Dalam buku tersebut Kartini adalah sosok yang berani menentang adat-istiadat yang kuat di lingkungannya. Dia menganggap setiap manusia sederajat sehingga tidak seharusnya adat-istiadat membedakan berdasarkan asal-usul keturunannya. Memang, pada awalnya Kartini begitu mengagungkan kehidupan liberal di Eropa yang tidak dibatasi tradisi sebagaimana di Jawa. Namun, setelah sedikit mengenal Islam. Pemikiran Kartini pun berubah, yakni ingin menjadikan Islam sebagai landasan dalam pemikirannya. Kita dapat menyimak pada komentar kartini ketika bertanya pada gurunya, Kyai Sholeh bin Umar, seorang ulama besar dari Darat Semarang, sebagai berikut:

Kyai, selama kehidupanku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama dan induk al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan bualan rasa syukur hatiku kepada Allah. Namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa para ulama saat ini melarang keras penerjemahan dan penafsiran al-Quran dalam bahasa Jawa? bukankah al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia?”.

Demikian juga dalam surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902 yang isinya memuat, “Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai.”

Selain itu Kartini mengkritik peradaban masyarakat Eropa dan menyebutnya sebagai kehidupan yang tidak layak disebut sebagai peradaban, bahkan ia sangat membenci Barat. Hal ini diindikasikan dari surat Kartini kepada Abendanon, 27 Oktober 1902 yang isinya berbunyi, “Sudah lewat masamu, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, apakah Ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah Ibu menyangkal bahwa di balik sesuatu yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut peradaban?”

Selanjutnya di tahun-tahun terakhir sebelum wafat ia menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang bergolak di dalam pemikirannya. Ia mencoba mendalami ajaran yang dianutnya, yaitu Islam. Pada saat Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya dan mengkaji isi Al-Qur’an melalui terjemahan bahasa Jawa, Kartini terinspirasi dengan firman Allah SWT (yang artinya), “…mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) (QS al-Baqarah [2]: 257),” yang diistilahkan Armyn Pane dalam tulisannya dengan, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Demikianlah, Kartini adalah sosok yang mengajak setiap perempuan memegang teguh ajaran agamanya dan meninggalkan ide kebebasan yang menjauhkan perempuan dari fitrahnya. Beberapa surat Kartini di atas setidaknya menunjukan bahwa Kartini berjuang dalam kerangka mengubah keadaan perempuan pada saat itu agar dapat mendapatkan haknya, di antaranya menuntut pendidikan dan pengajaran untuk kaum perempuan yang juga merupakan kewajibannya dalam Islam, bukan berjuang menuntut kesetaraan (emansipasi) antara perempuan dan pria sebagaimana yang diklaim oleh para pengusung ide feminis. Kini jelas apa yang diperjuangkan aktivis jender dengan mendorong perempuan meraih kebebasan dan meninggalkan rumah tangganya bukanlah perjuangan Kartini. Sejarah Kartini telah disalahgunakan sesuai dengan kepentingan mereka. Kaum Muslim telah dijauhkan dari Islam dengan dalih kebebasan, keadilan dan kesetaraan jender.

Refleksi perjuangan Kartini saat ini sangat disayangkan karena banyak disalah artikan oleh wanita-wanita Indonesia dan telah dimanfaatkan oleh pejuang-pejuang feminisme untuk menipu para wanita, agar mereka beranggapan bahwa perjuangan feminisme memiliki akar di negerinya sendiri, yaitu perjuangan Kartini. Mereka berusaha menyaingi laki-laki dalam berbagai hal, yang kadangkala sampai di luar batas kodrat sebagai wanita. Tanpa disadari, wanita-wanita Indonesia telah diarahkan kepada perjuangan feminisme dengan membawa ide-ide sistem kapitalisme yang pada akhirnya merendahkan, menghinakan derajat wanita itu sendiri.


Perempuan Tolak Kapitalisme, Dukung Khilafah





Sistem kapitalisme sejatinya telah menghancurkan kehidupan manusia, termasuk kaum hawa (perempuan). Akibat diterapkan sistem kapitalisme terjadi himpitan ekonomi sehingga tidak sedikit perempuan lebih rela meninggalkan suami dan anaknya untuk menjadi TKW, misalnya, meskipun nyawa taruhannya. Ribuan kasus kekerasan terhadap mereka terjadi. Mereka disiksa oleh majikan hingga pulang dalam keadaan cacat badan, bahkan di antaranya ada yang akhirnya menemui ajal di negeri orang. Sebagaimana yang dialami derita seorang TKW asal Palu, Susanti (24 tahun), yang kini tak bisa lagi berjalan karena disiksa majikannya (Liputan6.com, 9/3/2010).

Maraknya perdagangan perempuan dan anak-anak (trafficking) pun terjadi. Pada Desember 2009 ditemukan 1.300 kasus perdagangan manusia dan pengiriman tenaga kerja ilegal dari Nusa Tenggara Timur (Vivanews.com, 15/12/2009). Sekitar 10.484 wanita yang berada di Kota Tasikmalaya Jawa Barat rawan dijadikan korban trafficking. Pasalnya, mayoritas di antara mereka berstatus janda serta berasal dari kalangan yang rawan sosial dengan taraf ekonomi rendah (Seputar-indonesia.com, 1/4/2010). Di Kabupaten Cianjur Jawa Barat kasus trafficking dan KDRT tercatat 548 kasus. Tidak sedikit dari mereka menjadi korban dan dipekerjakan sebagai pekerja seks komersil (PSK) (Pikiranrakyat.com, 23/3/2010). Fakta-fakta tersebut setidaknya memberikan gambaran kepada kita bahwa sistem kapitalisme telah gagal dalam memuliakan wanita.

Habis Gelap Terbitlah Islam

Upaya meneladani perjuangkan Kartini seharusnya bukanlah kembali pada ide-ide feminis dengan membawa ide kapitalisme yang absurd melainkan kembali pada sistem syariah Islam (ideologi Islam), yang dalam rentang masa kepemimpinannya selama 13 Abad mampu memposisikan wanita pada kedudukannya yang teramat mulia, maka wajar bila desas desus diskriminasi perempuan ketika diterapkan ideologi Islam tidak pernah terdengar.

Di muka bumi ini, baik laki-laki maupun perempuan diposisikan setara. Derajat mereka ditentukan bukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh iman dan amal shaleh masing-masing. Sebagai pasangan hidup, laki-laki diibaratkan seperti pakaian bagi perempuan, dan begitu pula sebaliknya. Namun dalam kehidupan rumah-tangga, masing-masing mempunyai peran tersendiri dan tanggung-jawab berbeda, seperti lazimnya hubungan antar manusia.

Dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, laki-laki dan perempuan dituntut untuk berperan dan berpartisipasi secara aktif, melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar serta berlomba-lomba dalam kebaikan.

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah. laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” Demikian firman Allah dalam al-Qur’an (Q.S al-Ahzab: 35).

Nabi Muhammad SAW juga mengingatkan, bahwa sesungguhnya perempuan itu saudara laki-laki (an-nisâ’ syaqâ’iqu r-rijâl) (HR Abu Dâwud dan an-Nasâ’i).
Meskipun di kalangan Muslim pada kenyataannya masih selalu dijumpai diskriminasi terhadap perempuan, namun yang mesti dikoreksi adalah sistemnya, bukan agamanya. Di tanah kelahirannya sendiri, gerakan feminis dan kesetaraan gender masih belum bisa menghapuskan sama sekali berbagai bentuk pelecehan, penindasan dan kekerasan terhadap perempuan. Maka sekarang sudah saatnya baik laki-laki dan perempuan berjuang untuk mengganti sistem kapitalisme sekuler dengan sistem Islam yakni dengan menerapkan sistem syariah Islam secara kaffah dalam wadah khilafah Islamiyah sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Karena hanya dengan sistem syariah Islam saja wanita dimuliakan. Karena itu saatnya habis gelap, terbitlah Islam dengan syariah dan khilafah. [opini/syabab.com]

*) Ketua umum Majelis Ta’lim Al-Marjan FPIK IPB 2007-2008, Tim laboratorium dakwah Syiar Kampus LDK BKIM IPB 2010)

1 comments:

Welcome the New Real Avatar


Air, Api, Tanah, dan Udara, dahulu keempat negara hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat negara api menyerang. Hanya Avatar yang mampu mengendalikan keempat elemen yang dapat menghentikannya. Namun saat dunia membutuhkannya dia menghilang. Beratus tahun kemudian aku dan kakakku menemukan seorang avatar muda yang baru. Seorang pengendali udara bernama Aang. Walaupun ilmu pengedalian udaranya sangat bagus, namun dia masih butuh banyak waktu untuk bisa menguasai semuanya, Tapi aku yakin, Aang dapat menyelamatkan dunia".
Syabab.Com - Hmmm,... Sobat muda, kamu tentu udah nggak asing dengan cerita di awal tadi. Masih ingat gak? Hayoo.., cerita apa coba? Dapet 100 deh kalo kamu bisa jawab? Yang pasti bukan cerita si Kabayan cari Nyi Iteung atawa cerita Si Kardun dan si Aang. Tapi, “Itu mah cerita Avatar the Last Air Bender legend atawa Avatar si Pengendali Udara!” Yup, bagi kamu yang menjawab seperti itu 100 deh, hadiah cepeannya minta aja ama temen kamu...kalo kita lagi nggak punya recehan neh... (ups.. emangnya tukang ngamen) he..he...

Oke deh kalo begitu! Kamu udah kenal kan cerita film kartun Avatar? Yang doyan kartun pastilah tahu. Soalnya film kartun yang satu ini berulang kali ditayangin di salah satu stasiun televisi di negeri ini. Di sini kita nggak bakalan ngomongin tentang gimana hebatnya si AvataR. Pokoke bagi kamu yang udah nonton, pasti sudah tahu. Hebat lah si Aang tuh, masih kecil tapi jagoan, nguasai semua ilmu beladiri. Apalagi disebut di awal, dia sebagai penyelamat dunia.

Cuma cerita singkatnya aja neh, Dalam episode "The Boy in the Iceberg," dua remaja dari Suku Air Selatan yang bernama Katara – seorang pengendali air – dan kakaknya yang bernama Sokka, menemukan Aang dalam sebuah bongkahan es, kemudian mereka membebaskannya. Aang adalah seorang bocah pengendali udara yang merupakan seorang Avatar. Seratus tahunan remaja Aang terkurung di dalam bongkahan es, setelah ia bertemu dengan badai saat dirinya kabur dari Kuil Udara selatan karena ia merasa kebingungan dan tertekan setelah dia diberitahu akan terjadi perang antar bangsa, sehingga seorang Avatar dibutuhkan.

Dari penjelasan, kedua kakak beradik itu Aang tahu bahwa selama ia menghilang, ketakutan para pendahulunya akan terjadinya perang telah menjadi kenyataan. Bertahun-tahun selama ia kabur, Negara Api yang menjadi rumah para pengendali api, mengadakan perang menggempur tiga bangsa lainnya, yaitu Kerajaan Bumi, Suku Air, dan Pengembara Udara. Seluruh kuil udara dihancurkan, termasuk Pengembara Udara, semuanya dibantai supaya Avatar tidak bisa datang lagi. Hal itu menyebabkan Aang menjadi pengendali udara terakhir di muka bumi. Karena dia seorang Avatar, sudah merupakan kewajibannya untuk mempelajari pengendalian empat unsur, agar bisa mengalahkan Raja Api dan membawa kembali kedamaian dan keharmonisan di muka bumi. Untuk memikul tugas tersebut, Aang ditemani oleh Katara dan Sokka, bersama dengan dua hewan peliharaannya – Momo dan Appa – untuk mencari ahli pengendalian unsur-unsur dan belajar untuk menjadi seorang Avatar, dan pada saat yang sama mereka harus menghindari upaya penangkapan oleh pihak Negara Api (Lihat wikipedia, Avatar: The Legend of Aang).

Avatar v.s Caliphate = Mirip!

Sobat muda, tahu gak? “Nggak...!!!” Ya, iyalah wong kita belum ngasih tahu...Ckk...ckckkk. Begini, Secara garis besar, terlepas dari adanya pengaruh unsur-unsur budaya tertentu, cerita Avatar ini hampir mirip lho dengan sejarah dan realitas umat Islam. Maksud lho? Bisa jadi, pengarang cerita ini tahu banget atau juga terinspirasi dari sejarah perjalanan umat Islam hingga saat ini. Melihat cerita Avatar tersebut, kita sebagai seorang pemuda Muslim jadi teringat dengan pemimpin umat yang mustinya ada sebagai pelindung umatnya.

Coba aja kamu simak paparan Katara pada setiap awal episode di cerita Avatar tersebut. “Air, Api, Tanah, dan Udara, dahulu keempat negara hidup dengan damai, namun semuanya berubah saat negara api menyerang. Hanya Avatar yang mampu mengendalikan keempat elemen yang dapat menghentikannya.” Kenapa sih dulunya bangsa-bangsa tersebut damai? Tentu saja hal itu terjadi karena memang mereka hidup di bawah kepemimpinan seorang Avatar dan tidak ada satu pun negara yang serakah. Tetapi dengan kesombongan dan kecongkakkannya, negara api menyerang negara-negara lainnya. Akhirnya, kedamaian pun hilang. Yang ada hanyalah pembunuhan, penyiksaan, ketamakan kesewenang-wenangan, penahanan, dan kerusakkan lainnya.

Di cerita Avatar itu pun disebutkan bahwa semua kerusakkan tersebut hanya dapat dihentikan oleh seseorang yang disebut dengan Avatar. Memang sih sejak dahulu, Avatar senantiasa ada. Setiap kali Avatar yang satu mangkat, selalu digantikan oleh Avatar berikutnya. Avatar adalah seorang penyelamat dunia. Dialah yang mampu menyatukan kembali bangsa Air, Api, Tanah dan Udara. Tetapi, ketika kedamaian itu tidak ada, seorang Avatar yang dibutuhkan tersebut ternyata menghilang. Yang akhirnya, derita yang menimpa bangsa Air dan bangsa Tanah terus berlangsung. “Namun saat dunia membutuhkannya dia menghilang.

Sobat, mirip gak sih cerita Avatar itu dengan cerita realitas atau kenyataan kita? Ini sangat mirip lho dengan apa yang menimpa dunia Islam hari ini. Sumpeh lho, biar dikasih duit pun.... Hah... !! Kalo boleh neh kita mengubah cerita awal tersebut dengan versi nyata dunia Islam, bunyinya jadi begini, “Dahulu kala, negeri-negeri bersatu dari Spanyol hingga Melayu hidup dengan kedamaian dan kebahagiaan. Namun, semuanya berubah setelah kaum kafir menyerang.”

Bener kan, dulu kita umat Islam, dari mulai Spanyol hingga nusantara ini bersatu padu di bawah satu kepemimpinan yang menyatukan mereka, yakni Khilafah. Seorang Khalifah, pempimpin negara Khilafah, telah menjadi payung dan perisai pelindung umat. Umat ini berwibawa dan disegani saat kita hidup di bawah naungan Khilafah. Islam pernah menguasai hampir 2/3 dunia. Demikian pula, awal mula peradaban mulia itu diawali oleh Islam. Termasuk di dalamnya dalam penguasa sains dan teknologi yang meningspirasi dunia Barat. Dunia mengakui hal ini. Sumpeh lho...! Kamu nggak percaya? Simak aja pengakuan seorang pentolan di sebuah perusahan komputer ternama di dunia. Carly Fiorina, CEO Hewlett-Packard (HP), menulis:

“Dulu pernah ada sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara super yang membentang dari samudera ke samudera, dari daerah sub-tropik hingga ke daerah tropik dan gurun. Dalam wilayah kekuasaannya, tinggal ratusan juta warganya, yang tediri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Salah satu dari sekian banyak bahasanya menjadi bahasa universal dan menjadi jembatan penghubung antar warganya yang tinggal di berbagai negeri. Tentaranya tersusun dari orang-orang yang berlainan kebangsaanya. Kekuatan militernya mampu memberikan kedamaian dan kesejahteraan yang belum pernah ada sebelumnya. Jangkauan armada perdaganganya membentang dari Amerika Latin sampai ke Cina, serta daerah-daerah yang berada di antara keduanya.

Kemajuan peradaban ini sangat ditentukan oleh berbagai penemuan yang diraih oleh para pakarnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya menciptakan aljabar; juga algoritma yang menjadi pengembangan teknologi komputer dan penyusunan bahasa komputer, para dokternya mempelajari tubuh manusia hingga mampu menemukan berbagai obat untuk menyembuhkan beraneka ragam penyakit. Para pakar astronomiya mengamati langit, memberikan nama bintang-bintang, serta merintis teori seputar perjalanan dan penelitian ruang angkasa. Ketika bangsa-bangsa lain khawatir terhadap munculnya berbagai pemikiran, peradaban ini justru memacu kemunculan beraneka ragam ide dan gagasan. Ketika pemberangusan seringkali mengancam keberadaan ilmu pengetahuan, peradaban ini justru melindungi, mempertahankan, serta menyampaikannya kepada umat-umat lain.

Peradaban barat modern mendapatkan banyak manfaat dari kemajuan ini. Peradaban yang saya maksudkan adalah dunia Islam dari tahun 800 M sampai dengan 1600 M, termasuk di dalamnya wilayah Negara Khilafah Utsmaniyah, Baghdad, Damaskus dan Kairo; demikian pula masa-masa para pemimpin yang cemerlang, seperti Khalifah Sulaiman yang perkasa.......” Nah lho!

Tetapi semuanya kini berubah. Setelah perencanaan yang panjang akhirnya, Barat berhasil merubuhkan kekuatan umat Islam. Tepatnya pada tanggal 3 Maret 1924, institusi pemersatu umat itu dibubarkan oleh seorang pengkhianat yang bernama Mustafa Kemal Pasha at-Turk. Sejak itulah, dunia Islam memburam. Barat menyuntikkan senjata racun yang mematikan kepada tubuh umat Islam, termasuk generasi muda. Senjata ini pula yang telah digunakan oleh barat dalam membunuh Khilafah tersebut. Senjata yang dimaksudkan adalah ide-ide Barat yang hingga kini terus menerus dipaksakan kepada generasi muda muslim, seperti ide kebebasan, hak asasi manusia, nasionalisme, sekularisme (pemisahan agama dari kehidupan), demokrasi, dan ide-ide busuk lainnya.

Ketika kaum Muslim tidak lagi berada dalam pangkuan Khilafah, satu demi satu negeri kaum Muslim terpecah belah, yang disekat-sekat oleh ikatan semu nasionalisme. Dengan begitu Barat leluasa menjajah negeri-negeri kaum Muslim bahkan hingga hari ini. Saudara-saudara kita di Palestina, Afghanistan, Pakistan, Kashmir, dan negeri-negeri lainnya menjerit meminta pertolongan. Mereka dibunuhi, tanahnya dirampas, sumber daya alamnya dijarah dan dijajah oleh kaum kafir penjajah. Mirip gak sih dengan cerita Avatar? So pasti lah... Jika di film Avatar, yang jahatnya adalah si Raja Api, maka hari ini, raja Api itu adalah ibarat Amerika Serakah (AS) yang terus menerus hingga kini menjajah negeri-negeri kaum Muslim. Anehnya, sang raja penjajah tersebut malah akan menjadi tamu di negeri ini? Weleh..weleh rek...!

Jadi Avatar Nyata Yuk!

Seperti halnya di film Avatar, kejahatan akan segera musnah. Apalagi setelah munculnya sang Avatar. Kejahatan dan kemunduran yang menimpa umat Islam pun akan segera berakhir, setelah sang islamic avatar atau the caliphate alias Khilafah kembali hadir memimpin dunia. Seperti halnya Aang, dia masih muda dan terus berjuang menimba ilmu untuk menjadi sosok avatar. Begitu juga, hari ini jutaan para pemuda Muslim di seluruh penjuru dunia bahu-membahu untuk kembali mewujudkan sang pembebas dunia dari penjajahan. Mereka bersatu di bawah panji Rasulullah dan menginginkan Khilafah kembali. Nggak percaya? Simak nih kata-kata dalam sebuah lirik rap anak muda Amrik sana yang dibawakan oleh SOA. Dia bilang, “Its time to take a STAND! Follow ONLY Allah's Commands! Put Khilafah back on the MAP. ITS TIME TO BRING ISLAM BACK”. Anak muda Muslim Inggris juga nggak ketinggalan, mereka menyerukan “Bring Back Islam, Bring Back The Khilafah” dalam sebuah lirik hiphopnya.

Gimana dengan para pemuda Muslim di negeri ini? So, pasti harus lebih dari itu. Di negeri David Backham aja, para pemuda muslimnya menyerukan Khilafah. Masa di kita nggak. Malu dong...ah! Yuk mulai hari ini kita pelajari Islam sebagai dien yang komplit, pahami, amalkan dan dakwahkan. Seperti halnya Avatar, masih muda tapi terus belajar sekalipun ia jagoan untuk menghentikan segala kejahatan. Kapan sih? Ya, saat ini juga, sebelum ajal menjemput, hingga Islam berjaya kembali di bawah naungan KHILAFAH! Oke bro.. Yuk, cabut coy...!! - Sumber: Buletin Muslimuda Edisi 03/Th.01/Maret2010-Rabiul Awal 1431 H - [m/Syabab.Com].

0 comments: